
Hari ini,hari Minggu yang sangat galau bagi seorang gadis yang sedari pagi menunggu pujaan hati nya yang tidak memberikan kabar.
Hingga separuh hari tidak jua mendapatkan kabar berita dari sang pujaan hati,
gadis itu mengotak atik hpnya dan melihat situs dari semua kontak yang tersimpan di dalam benda pipih miliknya.
Gadis yang sedari tadi asik melihat status para sahabatnya, membulatkan bola matanya saat melihat situs Mita,
Mita yang memajang foto foto pemandangan perbukitan yang sangat indah dengan hamparan kota yang sangat menarik mata dengan paduan warna warni dari gedung gedung dan ruko ruko yang menjulang tinggi.
"Lagi dimana ini anak ya?"
gumam Uly yang memperhatikan setiap status yang dipajang Mita dengan sangat teliti.
Setelah selesai melihat status Mita yang begitu indah dan memanjakan mata,
Uly kembali menyipitkan kedua matanya, mengigat dimana
tempat yang dijadikan Mita sebagai status WhatsApp terbarunya.
"Ni anak jarang buatan status,sekali buat status bikin penasaran aja."
kembali jiwa kepo Uly meronta ronta ingin mengetahui tempat yang baru di posting sahabat karib nya itu.
"Ta,indah sekali."
isi pesan Uly memuji pemandangan yang menjadi status Mita.
"Kamu lagi dimana Ta?"
lanjutnya mengirim pesan
"Kamu lagi jalan sama keluarga kemana?"
kembali Uly mengajukan pertanyaan tanpa menunggu balasan dari semua pertanyaan yang telah terkirim dulu diajukannya...
Di perbukitan Mita tidan menyadari kalo ada pesan yang masuk,
karena Mita sengaja menonaktifkan kan nada deringan dan getar pada benda pipih miliknya itu,
"Lebih baik aku diamkan semua nada dering,"
gumam Mita yang telah puas dengan semua hasil foto dan mengunggahnya di status WhatsApp nya.
Dengan senyum yang terukir di bibirnya, yang seperti seulas jeruk manis,
"Aku ngak mau diganggu saat ratu kepo dan yang lainya.
gumam Mita,sembari menyimpan benda pipih kesayangan kedalam tas kecil warna merah marun miliknya.
Kapan lagi bisa berduaan dengan si ganteng"
bisik nya sembari menatap Alam yang tengah asik duduk tak jauh dari sisinya.
"kamu ngomong apa ,barusan?"
tanya Alam yang mendengar Mita berbicara walau tidak jelas.
"nggak,"
jawab Mita gugup dan mengalihkan pandangannya pada hamparan pemandangan yang indah.
"Ada apa dengan tubuh ku ini?"
gumam Mita yang berusaha tenang dengan segala kegugupannya
"kenapa jantungku berdebar seperti ini?"
lanjutnya sembari meraba dadanya yang berdentum tidak karuan.
Alam yang menyadari kegugupan Mita,
Dia tersenyum sembari memperhatikan punggung gadis yang membelakanginya.
Mita kembali tersadar saat Alam menawarkan minuman padanya.
Uly yang sedari tadi menunggu badan dari Mita,
"kemana ni anak?"
pesan ku tidak dibacanya
gerutu Uly sangat kesal,melihat pesannya yang tidak kunjung dibaca oleh sahabat karibnya itu.
Dengan mulut yang di ketupkan,
Uly menarik napas dan melepaskan dengan sangat kasar.
Karena sedari tadi kekasih hatinya juga tidak memberi kabar
__ADS_1
Uly yang merasa diacuhkan oleh teman dan kekasihnya,
semakin kesal karena tidak dianggap.
Uly berencana menghubungi kekasihnya, tapi sangat ragu.
"Nanti kalo aku yang hubungi dulu,
Bio akan...."
gumamnya dalam hati yang masih ragu-ragu tuk menekan tanda hijau pada nama Bebeb yang tertera dari panggilan nya.
"jangan jangan"
ucap Uly kembali sembari menautkan kedua alisnya dan menggeleng-gelengkan kepala,
karena berprasangka Bio sedang selingkuh.
"jangan sampai,
jangan sampai"
ucap Uly sembari memijit kedua alisnya, karena tak sanggup membayangkannya.
Uly yang telah dihantui prasangka nya bergegas menekan tanda hijau,
tuk melakukan panggilan dengan pria yang telah resmi menjadi kekasih nya.
tuut tuut tuut
tak butuh waktu lama sabungan telepon tersambung.
Bio yang barusa selesai makan setelah acara lamaran Deni dan Dini,
merasa ada getaran disaku celana.
Bio bergegas melihat dan tersenyum saat nama pemanggil dan menekan tanda warna hijau.
"Beb, kamu kemana?"
tanya Uly saat Sabungan terhubung
"Aku kangen,apa kamu ngak kangen?"
rengek Uly pada Bio
"kangen"
melihat Bio yang me jawab pertanyaan Uly sangat jelas didengar semua orang.
Bio hanya tersenyum melihat semua mata yang memperhatikannya,
"Ini,calon ibu dari anak anak.lagi kangen!"
ujar Bio sangat santai memberi tahu pada semua orang selah olah sedang menunggu jawabannya.
Bio yang merasa,menjadi pusat perhatian mengurai duduknya dan bergeser mencari tempat tuk melanjutkan obrolan nya dengan Uly yang masi memangil namanya.
"baby, aku lagi di-rumah sahabatmu."
lanjut Bio yang telah menjauh dari dua keluarga yang tengah bahagia itu.
"apa,Beb?"
teriak Uly sedikit berteriak,
karena mendengar kata sahabatmu.
Bio yang mendengarkan lengkingan suara Uly yang menusuk gendang telinga, menjauhkan hp dari telinga dan mengusap usapnya.
"Bio,kamu sama Mita?"
kembali Uly bertanya dengan curiga dan cemburu, teringat akan status yang baru di pajang oleh sahabatnya itu.
"kok,sama Mita, Baby?"
lanjut Bio mengerut dahinya.
"kalo cemburu itu,kira kira baby!"
lanjut Bio yang merasakan kecurigaan kekasihnya.
"lalu,kamu dimana Beb?"
rengek Uly dengan suaranya yang sudah bergetar.
"Baby,kita kawin yuk!"
seru Bio tanpa menjawab semua pertanyaan Uly.
__ADS_1
Uly yang mendengar ucapan Bio,
merasa sangat kaget dan membulatkan mata,
"Kawin?"
kembali Uly mengulang kata kata Bio dengan sangat bingung.
"mm,
maksutnya Baby?"
tanya Bio yang diikuti tawa riang sangat lebar dari mulutnya, karena berhasil mengerjai kekasihnya yang sedang cemburu merasa bingung.
Bio mengalihkan panggilannya ke video call,
Uly yang melihat pengalihan panggilan bergegas mengalikan.
saat panggilan vidio call tersambung,
Uly dengan seksama memperhatikan latar belakang tempat Bio berdiri.
Bio hanya bisa tersenyum melihat tingkah Uly yang tiba-tiba sangat posesif.
"Beb,ini dimana?"
rengek Uly sangat manja dengan tanpa berkedip.
mmuah,
Cup,
Tiba tiba Bio,memberikan ciuman virtual yang semakin membuat Uly semakin bingung, namu merasa sedikit getaran dari bagian tubuhnya yang melihat bibir Bio.
Disela sela pembicaraan mereka terdengar suara orang yana sangat ramai,
Uly yang dengar ucapan orang lain,
Uly berusaha menyaring kan pendengaran nya,
"kenapa sangat rame Beb?
kamu kenapa pakai baju batik segala?"
kembali Uly bertanya dengan sedikit merengek
Hahaha
Bio,tertawa melihat tingkah Uly yang semakin penuh selidik.
"Baby,aku lagi di acara pertunangan."
ucap Bio sembari mengedarkan kamera hpnya pada kerumunan orang orang yang terlihat serius dengan pembicaraan mereka.
"Beb,itukan"
ujar Uly yang dapat melihat wajah Dini dari kemera hp Bio dengan sangat jelas,
karena Bio sengaja menyorot wajah sahabat kekasihnya itu.
"Iya,masak kamu ngak di undangnya?,
namanya juga sahabat."
ucap Bio memprovokasi kekasihnya,
hahaha
lanjut Bio tertawa lihat Uly yang ternganga dan kaget tidak percaya.
......................
ππΉβ€οΈ
π·ππΎπππΊ ππππΈπΏ πΌππΌ ππππππ ππππΈ, πππΌπ, π·π΄π πΏπΌπΎπΈ ππππ π ππππππ‘ ππππ π πππ’π.....
ππ€©π
ππππππ ππ’ππ πΏπΌππ πΉπ΄πππ πΌπ πππ π΅πΈπ πΌ π π΄πππΌππΊ π¦ππ π ππππππ‘ππ’
ππππ
ππππππ π‘πππππππππ πΎπππΈπ π¦πππ ππππππππ’ππππππππππππ π πππ‘π π ππππ
πππ
ππππ ππππ¦π πππ π ππππππ ππππππππππ
π€π₯°π€π₯³π
__ADS_1
πππππππππ ππππ