
Matahari pagi telah menyinari bumi tuk menyabut penduduk melaksanakan aktivitas mereka tidak kecuali bagi sempat sekawan.
Pagi mereka telah rapi dan bersiap tuk meramaikan jalanan menuju sekolah.
Saat ini empat sekawan sudah berada di sekolah.Murid telah sangat banyak yang hadir.
Pagi ini Deni tidak menjemput gadis nya, karena semalam
Dini mengirimkan pesan pada Deni.
besok dia berangkat sekolah bersama Uly.Novi dan Mita.
Seperi biasa
karena hanya ujian mid semester satu.tidak ada waktu rehat
disekolah, melanjutkan materi selanjutnya.
sedangkan di kedai DENI sedang banyak orang yg datang untuk memfoto copy.
Disela sela kesibukan dan penat Deni,ada seseorang yang datang ke kedai Deni,
yang tidak asing bagi Deni.
"Hai Den."
sapa seseorang itu dengan sangat maja sembari melayangkan senyum pada Deni.
"Apa ada yang akan di foto copy kan?"
tanya Deni datar tetap dengan segala kesibukannya.
"Aku kebetulan lewat.
jadi mampir tempat kamu!"
sembari celengak celinguk mengedarkan pandanganya.
"oo.
lagi nyari siapa?"
tanya Deni dengan wajah datarnya,
karena Yanna sedang mencari sesuatu.
"ituuu.
kariawan mu mana?
kok gak kelihatan?"
tanya Yanna mencari keberadaan Dini
"Dini ,udah masuk sekolah."
dia membantu ku waktu pulang sekolah
ujar Deni singkat.
"ada yg bisa ku bantu Den?"
lanjut Yanna menawarkan jasanya.
__ADS_1
Saat ini tidak ada"
ujar DENI singkat sembari merapikan pesanan orang yang akan dijemput setelah makan siang.
Sangat lama Yanna duduk dikedai Deni
hingga bel pulang sekolah berbunyi .
Dini yang terbiasa pulang sekolah kekedai Deni
menyadari kalo ada keberadaan Yanna.
"ist.
tu cewek ngapain disana?
guman Dini yang masih bisa di dengar oleh teman temanya.
"kenapa Din?
tanya Mita.
"itu cewek dia suka sama Bang Deni,udah ngelamar segala.
tapi telah ditolak oleh Bang Deni."
ujar Dini yang menunjukan kearah Yanna petanda ketidak kesukaan nya.
"ooo"
ucap Mita, Uly dan Novi serempak.
Mereka berempat terus berjala merapat ketempat Deni,setelah berada di depan kedai Deni.
eee...Babang Tampan!"
teriak Uly memanggil Deni dan melihat Yanna dengan sudut mata.
hinga mengalihkan pandangan Yanna yang sedari tadi melihat kearah Deni.
saat itu Dini memasuki kedai Deni.
"Ada yang bisa bantu Bang "
tanya Dini profesional sebagai kariawan.
"Hari ini kita tutup setelah pesanan ini dijemput yang punya.
karena bahan tuk mengcopy besok habis,
jadi kita akan pergi belanja hari ini."
ujar Deni yang sebenarnya ingin menghindar dari Yanna.
saat ini teman Dini memilih tuk pamit pulang.
"Din kita duluan ya!"
seru Mita dan Novi
namun berbeda dengan Uly.
"dah Babang Ganteng,
__ADS_1
Dedel balik dulu.
ingat jangan sampai tergoda sama pelakor."
ujar Uly dengan sedikit tawa yang menyindir Yanna.
Tapi membuat
Dini tertawa
Deni hanya bisa tersenyum melihat tingkah Uly yang selalu menjahillinya sedari dulu...
"Aku balik juga lah."
ujar Yanna yang sedari tadi sudah tidak dianggap oleh Deni.
Dasar Yanna muka tembok
tidak masalah baginya,
karena dia akan berusah supaya Deni bisa menerima kehadirannya.
setelah Yanna pergi.
"Bang,emang kita tutup benaran?"
tanya Dini yang mulai binggung
melihat Deni yang sudah mulai merapikan semuanya.
"iya Din.
Abang baru lihat tempat baru,rencana mau bukak cabang."
ucap Deni sembari mengelus lembut kepala kekasih yang niat hatinya akan dijadikan istri secepatnya.
sebenarnya kalo sedang berada dekat Dini.
naluri ke laki laki an Deni bergejolak.
Namun masih bisa dia kendalikan .
mengingat Dini yang masih sekolah..
karena tuntutan jiwa kelaki lakinya
Deni hanya bisa melepas kan sebagian hasratnya dengan menciumi Dini yang sudah menjadi kebutuhan wajib dalam hidup nya.
Sebelum berangkat,ketempat ya g diceritakan Deni tadi,
tiba tiba Deni memeluk Dini dan mencium Dini dengan menahan tengkuk Dini,hingga Deni bisa memasuki mulut Dini yang sudah menjadi pelengkap kehidupanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🇩 🇺 🇰 🇺 🇳 🇬 🇳 🇴 🇻 🇪 🇱 🇮 🇳 🇮 🇾 🇦 🇦 ..
🇩 🇪 🇳 🇬 🇦 🇳 🇻 🇴 🇹 🇪 ,🇵 🇴 🇮 🇳 🇩 🇦 🇳 🇱 🇮 🇰 🇪 🇩 🇦 🇷 🇮 🇹 🇦 🇲 🇦 🇳 🇹 🇪 🇲 🇦 🇳 🇸 🇪 🇲 🇺 🇦
😉😊😍🤩
🇸 🇪 🇷 🇹 🇦 🇲 🇦 🇸 🇺 🇰 🇦 🇳 🇩 🇦 🇱 🇦 🇲 🇱 🇮 🇸 🇹 🇫 🇦 🇻 🇴 🇷 🇮 🇹 🇳 🇾 🇦 🇾 🇦
🙏🙏
__ADS_1