PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
LANJUT :97


__ADS_3

••••Dibalai pemuda semua muda mudi sedang asik dengan canda dan tawa mereka, sembari melaksanakan tugas demi kelancaran acara mereka.


Namun salah satu dari mereka terlihat kesal dan menyimpan amarah hingga membuat suasana sedikit gerah walau udara terasa sejuk.


"emang si Deni ngurus suratnya kemana sih?


Kok ngak bali_balik?"


Pertanyaan yang dilontarkan yanna tanpa arah, membuat semua muda mudi bingung salin bersih tatap


Hingga memancing emosi Yanna semakin meledak karena tidak ada yg memberikan jawaban satu pun diantara muda mudi.


"kalian kenapa sih?


Kenapa pada kagak mengerti pertanyaan yang saya tanyakan"


Bentak yanna dengan nada suara yang meninggi ditambah sorot mata yang tajam memindai semua muda mudi


Mencari jawaban.


Semua muda mudi kembali mengalihkan situasi dengan berpura pura tidak mendengar ucapan yanna dengan.srma perkejaan mereka,


Hingga salah satu dari pemuda


"ya ndak mungkinlah ketua kesini lagi begitu cepatnya,


Karena ketua kan juga punya tanggung jawab yang lai"


Timpal pemuda satunya tanpa melihat raut wajah yanna yg semakin terlihat marah kecewa bercampur jadi satu.


"tanggung jawab apa?"


Tanya yanna mencari tau sembari mendekati pemuda yang tadi berbicara.


Hingga membuat pemuda yang lain merasa khawatir melihat pergerakan Yanna.


"Bang Denni kan punya pekerjaan,yang harus di urus dan di perhatikan juga,


Ngak mungkinlah ninggalin kedainya"


Selah salah satu pemudi yang juga tidak nyaman dengan situasi di ruangan itu,


Yanna menoleh melihat sumber suara, dan kembali duduk diam tanpa bereaksi lagi.


"gitu donk,


Jinak aja ngak usah bikin rusuh"


gumam salah satu dari muda mudi itu hingga membuat mereka yang mendengar tersenyum sembari menahan tawa karena khawatir memicu Yanna tersinggung.


"kenapa kalian pada senyum senyum?"


Ujar Yanna yang menaruh rasa curiga dengan tingkah mereka.


Hingga Yanna yang merasa kesal dan tidak nyaman di sana memilih beranjak pergi meninggalkan ruangan itu,


tanpa berpamitan.


Setelah Yanna keluar semuanya menghela napas panjang secara serempak mengambil udara segar sembari saling tatap.


"semoga tu Tante girang gak kembali"


Celetuk mereka sembari melihat situasi diluar memastikan keberadaan Yanna..


•••••


sedangkan di sebuah ruko Alam yang baru selesai main PS bersama temanya pamit tuk pulan,


Setelah Alam sampai diparkiran motor RX-King miliknya

__ADS_1


Alam merai benda pipih didalam kanto celana, dan cari sebuah nomor yang hendak dihubunginya.


Tak butuh waktu lama nomor yang di tuju langsung mengangkat panggilan dari Alam.


"Kamu di mana?"


Tanya Alam Tanpa pembukaan dan basa basi lebih dulu.


"Di Rumah,


Emangnya kenapa?"


Balas lawan bicara Alam dengan senang wajah yang berseri seri karena di telpon oleh pujaan nya.


"jalan bentar yuk,


Aku lagi butuh teman cerita!


Ajak Alam Tampa menanyakan lawan bicaranya sibuk apa tidak.


"sekarang??"


Tanya nya penasaran , bingung dengan hati yang semakin berdebar,


Tanpa sadar ternya dia mengusap dada yang dak-dik-duk


Begitu senang.


"iya,aku jemput"


balas Alam singkat dan mengakhiri pembicaraan .


Hingga melajukan motornya menuju rumah seseorang.


"Bu, Mira keluar sebentar ya?"


Izin Mira pada Bu Dewi setelah berpakaian rapi.


Tanya Buk Dewi memperhatikan Anak gadisnya yg sudah rapi dengan setelan celana jins dan baju kaos putih dengan jaket Levis ditangan.


"mau pergi sama teman teman Bu,


Tapi nanti Alam yang jemput pakai motor"


Ujar Mira meyakinkan Ibu Dewi agar mendapatkan izin,


karena Mira tidak ingin kehilangan momon berharga yang merupakan cek pot keberuntungannya.


Bu Dewi terdiam sejenak, dan tersentak saat mendengar klakson motor yang dibunyikan Alam.


"Boleh ya Bu"


Rengek Mira begitu harap


Memohon izin dari Ibu yang melahirkannya.


Perlahan Bu Dewi Menangguhkan Kepala ,


Berjalan mengiringi anak gadisnya hingga bertemu dengan Pemuda yang perawan Tampa tidak asing lagi baginya.


"hati hati ya nak Alam,


Jangan pulangnya kemalaman,


nanti jam 6, Mira udah sampai di rumah lagi!"


Ucap buk Dewi sembari melirik Anak gadisnya.


"ya Bu,"

__ADS_1


Jawab Alam sembari berpamitan


dan mengendarai motornya yang membonceng Mira,


Beranjak menjauh meninggalkan gerbang rumah Buk Dewi.


•••••


𝐻𝑎𝑖𝑖.....


𝑠𝑎𝒉𝑎𝑏𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑐𝑎...


😊😊


𝐷𝑈𝐾𝑈𝑁𝐺 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑎𝒉𝑎𝑏𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑐𝑎 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎......


😉🤩😍


𝑗𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑙𝑢𝑝𝑎 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 𝑑𝑎𝑛 𝐵𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 𝑦𝑎𝒉 𝑠𝑎𝒉𝑎𝑏𝑎𝑡𝑘𝑢!


🙏🙏🙏🙏


𝑡𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙𝑘𝑎𝑛 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔𝑢𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑠𝑜𝑝𝑎𝑛!


😘😘😘


𝑗𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑙𝑢𝑝𝑎 𝒉𝑎𝑑𝑖𝑎𝒉𝑛𝑦𝑎


🤭🤭🤭🤭🤭


𝑎𝑔𝑎𝑟 𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎 𝑖𝑛𝑖 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑘𝑖𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔.


🥰🤗🥳🌞


𝑇𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑘𝑎𝑠𝑖𝒉 𝑏𝑎𝑔𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑙𝑎𝒉 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑒𝑛𝑎𝑛 𝑠𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝒉


💖💋


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


terimakasih kepada:


yang telah setia membaca karya saya,🙏


semua tuluisan saya asli dari pemikiran dan imajinasi saya sendiri,yang dibumbui dengan sedikit pengalaman nyata.


🤭


saya hanya penulis baru, yang awalnya coba coba namun ketagihan 🤭


Terimakasih yang sebesar-besarnya karena telah memberikan


LIKE, KOMENTAR DAN DUKUNGAN,🙏


Tanpa dukungan anda semua saya bukan apa-apa dan tidak menjadi seperti sekarang 🤗


jangan lupa mampir juga dicerita saya yang lain


PRAHARA CINTA


MAAFKAN AKU BUNDA


AKU, KAU DAN IBU MU


ARSIL

__ADS_1


🙏


__ADS_2