
"Assalamualaikum,Bun!"
ucap Dini serta memanggil Bunda nya.
"oiya,,Bunda kan lagi pergi?"
gumam Dini teringat kalo bundanya tidak ada dirumah.
Dini yang baru pulang memilih masuk kemar.
karena hari ini bunda pergi dengan ayah..
biasanya kalo Bunda pergi dengan Ayah pulang nya akan telat..
Dini tidak mengetahui selama ini kalo Bundanya pergi mengantar Ayah berobat.
Dini yang mersa tidak nyaman dengan badannya yang tersa lengket keringat yang mengering di badan memilih madi..
"apa ini?"
bisik Dini ketika melihat bercak merah di bagian atas dadanya.
"ini..ini..bagai mana menghilangkannya?"
bisik Dini cemas dan tidak percaya.
"Dini berusaha menggosok becak merah itu, namun merasakan pedih..
Dini semakin gugup dan takut kelihatan sama Ayah dan Bunda,
Dini yang semakin panik
mengambil hp nya menghubungi seseorang
saat panggilan tersambung
Dini segera berbicara
"Bang,,ini bagai mana menghilangkan nya"
rengek Dini pada Deni dengan suaranya yang panik
"Din,menghilangkan apa?"
tanya Deni yang juga mulai kwatir
"yang merah dua di atas dada Dini,Bang!"
rengek Dini masih panik...
Deni teringat kalo tadi dia meningalkan dua tanda merah disana
dan tersenyum..
"itu bakal hilang sendiri dalam 3 hari sayang"
balas Deni yang menyadari kepanikan gadis kecilnya
"kamu masih polos juga"
bisik deni dalam hati
__ADS_1
"nanti pakai aja baju yang tertutup bagian leher"
lanjut Deni pada gadis kecilnya yang masih terdengar ocehannya walau tidak begitu jelas..
Deni yang iseng mengalihkan pada panggilan video
"mana lihat Abang"
ujarnya..
"ngak ,malu."
ujar Dini menutup bagian dadanya
tapi Dini tidak sadar kalo dia masih memakai handuk madi yang dililitkan..
Deni yang melihat Dini dengan lilitan handuk,
matanya membulat jantungnya tidak dapat dikendalikan
pikiran nya melayang..
Deni kembali tersadar mendengar
Dini memanggil nya
"Abang mikirin apa?"
"ngak,,
pakai baju kamu dulu,
nantik Abang hubungi lagi..
ujar Deni yang memang ingin mandi sebelum pangilan Dini masuk,
sambungan Video call mereka terputus..
Dini lelah berpakaian baju rumah,pergi kedapur tuk mencari cemilan dan mengabil air minum.
Deni masih melamun karena melihat keindahan dari tubuh Dini yang terbalut lilitan handuk...
"kamu menggoda ku sayang!"
bisik Dini pelan dan memasuki kamar madi.
Dirumah Yanna sedang terjadi keributan
karena Yanna berteriak teriak
"tega kamu Deni.
kamu pembohong Den."
sembari menarik rambut nya frustasi..
Yanna tidak mempedulikan kalau dia menjadi bahan gunjingan tetangga.
"aku benci l***e kecil itu"
umpat Yanna yang mengepalkan tangannya sangat kuat ..
__ADS_1
kemudian Yanna duduk didepan cermin .
menatap dirinya
perlahan menyisir rambutnya yang berantakan .
"aku akan merebut kamu dari l***e itu Den!"
bisik Yanna yang kembali membersihkan wajah nya dengan senyum licik dari sudut bibir nya.
Ibu yang melihat kondisi Yanna tidak bisa berbuat apa-apa
karena Yanna seperti kesetanan,
Ibu hanya bisa duduk terdiam dan menangis disalah satu sudut rumah yang gelap sembari memeluk foto Bapak..
"Pak cepat pulang..
putri kita....."
ujar Ibu dengan suara lirih tertahan saat melihat pintu kamar Yanna terbuka,
Ibu melihat Yanna yang sudah tenang seperti tidak terjadi apa-apa
serta berpakaian tidur yang bersih...
"Bu..."
seru Yanna mendayu mencari keberadaan Ibu nya..
Ibu bergegas membersihkan air mata di pipinya
dan mendekat pada Yanna
"kamu memangil ibu Nak"
balas Ibu dengan lembut saat sudah berada sangat dekat dengan putrinya..
"Bu..
Yanna lapar"
ujar Yanna pada Ibu nya
seolah olah tidak pernah terjadi sesuatu...
Ibu yang melihat perubahan anaknya
mersa heran
"ayo kita kedapur .
Ibu juga lapar"
ajak Ibu yang masih binggung berjalan menuju dapur yang diikuti Yanna .
......................
JANGAN LUPA TAP FAVORIT, LIKE, KOMENTAR,VOTE DAN BERI RATING YAH SAUDARA KU
😉😉
__ADS_1
AGAR KARYA INI SEMAKIN BERKEMBAMG 🤭😍🤩
🌹💓