PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
ALAM


__ADS_3

Bel tanda jam pelajaran kedua telah berbunyi,


semua murid kembali menuju kelas masing masing.


Setalah istirahat mereka kembali melanjukan pelajaran.


Dini yan sudah tidak lagi mengantuk,telah bersemangat kembali.


Dari kejauhan Alam masih memperhatikan Dini sesekali dan menyimak pelajaran yang diterangkan guru didepan.


Alam masih teringat akan pesan dari Mita yang terus berputar putar dalam ingatannya dan mengganggu konsentrasi nya. ..


Alam sangat berharap semuanya itu hanyalah becandaan dari Mita.


Mita yang menyadari kalo Alam terus memperhatikan Dini hanya bisa menyeringai kembali memperhatikan gurunya didepan yang menjelaskan mata pelajaran..


saat bel pulang sekolah berbunyi


semua nya telah berhamburan tuk pulang kerumah masing masing..


Empat cewek cantik itu berjalan beriringan.


lain halnya dengan Alam yang memilih berjalan agak jauh dibelakang keempat cewek itu.


Mita yang kembali mengedarkan pandangan tidak melihat sosok Alam.


"kemana Alam ya?'


gumam Mita dalam hati yang masih mencari keberadaan Alam.


"mungkin kah ia kekamar madi?


tidak mungkin selama ini.


apakah Alam benar benar mempunyai perasaan pada Dini?"


ujar Mita dengan begitu banyak pertanyaan dalam kepalanya.


Novi dan Uly yang memperhatikan tingakah Mita saling memberi kode


"kamu lagi nyari apa?"


ujar Novi sembari memukul bahu Mira lembut,


yang membuat Mita terperanjak


kembali mensejajarkan langkah degan ketiga temanya.


Mita, Uly Dan Novi yang terbiasa mampir ke kedai Deni setiap pulang sekolah, setelah sampai di depan kedai Deni..


"Babang Ganteng"


sapa Uly dengan gayanya yang ceria sembari melambaikan tangan memanggil Deni.


Bio yang mengenali suara Uly reflek melihat kehadiran sumber suara,


kembali menyelesaikan perkerjaan nya.

__ADS_1


"ngapain kamu teriak kin kekasih orang?


nyatanya pacar mu juga ada!"


celetuk Novi pelan membuat Uly menyeringai memperlihatkan deretan gigi putihnya


"kamu gak mikir persaan pacar mu apa?"


lanjut Mita melihat Uly dan Bio secara bergantian.


"Beb"


ujar Uly lembut


membuat semua temanya ternganga mendengar panggilan Uly pada Bio.


Bio hanya bisa tersnyum kembali melihat mata Uly serta mengedipkan sebelah matanya..


Mita dan Novi kembali berseru setelah melihat interaksi antara Bio dan Uly.


"yuuhuu,


yang lagi bucin"


ucap Mita


"mendingan kami balik dari pada menjadi nyamuk diantar kalian."


Sindir Novi yang telah mulai berdiri .


Mita kembali mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Alam,,


seru Novi yang menarik tangan Mita.


m6ita terpaksa mengikuti langkah Novi walau tidak menemukan bayang Alam.


Alam yang sedari tadi memperhatikan keempat cewek dikedai foto copy dengan mata elangnya sangat fokus pada cewek cantik yang membuatnya jatuh cinta.


Alam merasa ribuan jarum menusuk hatinya secara bersamaan.


Rasa sakit yang luar biasa.


Laki laki itu tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


tadi Alam berharap kalau pesan dari Mita hanyalah bercandaan Mita semata..


Saat ini Dini sedang berada dibelakang motor Deni berboncengan dan melingkarkan tanganya ke pinggang Deni.


"apakah ini serius"


bisik Alam tidak yakin dan masih memperhatikan Dini dari kejauhan.


terlihat sekali perubahan wajah Alam yang kecewa bercampur marah saat melihat Deni dan Dini yang telah melajukan motornya menelusuri jalan..


Alam melangkah kan kaki nya dengan muka masam


yang terlihat jelas oleh Uly yang masih berada dikedai foto copy bersama Bio..

__ADS_1


"itu orang kenapa?


asem banget mukanya!"


seru Bio yang memperhatikan tatapan Alam saat melewatinya dan Uly..


Uly yang juga melihat Alam,


"itu ketua kelas,,


Dia dari dulu sudah sama Dini!"


seru Uly menanggapi ucap Bio,mulai menceritakan perjalan persahabatan mereka di SMP dulu.


"Mungkin dia tadi melihat Dini yang meluk Babang Ganteng kali!"


lanjut Uly dengan senyum yang sulit diartikan saat melihat kearah Bio.


sembari menekan kan kalimat MELUK


Bio yang tanggap terus bereaksi dengan cepat menggeser posisinya mendekat ke Uly dan merangkul pinggang Uly


"Begini"


bisik Bio lembut yang berhasil membuat Uly terpana diam membeku dengan pipi yang berona merah.


Bio tertawa melihat Uly yang membeku dengan napas yang tertahan


hahaha


"kamu kenapa say?


apa pengen lebih dari ini?"


lanjut Bio menggoda Uly.


Uly melihat Bio hingga mata mereka beradu pandang


perlahan Uly mendudukan bokongnya disalah satu korsi melepaskan tangan Bio yang merangkul pinggang nya..


tanpa berkata kata..


merasakan aliran darahnya seperti sengatan aliran listrik di sekujur tubuh nya.


......................


...😉😉...


𝘿𝙐𝙆𝙐𝙉𝙂 𝙉𝙊𝙑𝙀𝙇 𝙄𝙉𝙄 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 :


𝙑𝙊𝙏𝙀, 𝙋𝙊𝙄𝙉, 𝘿𝘼𝙉 𝙇𝙄𝙆𝙀


𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖


😉😍🤩


𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙡𝙞𝙨𝙩 𝙁𝘼𝙑𝙊𝙍𝙄𝙏 𝙣𝙮𝙖

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏


__ADS_2