
Semenjak tadi pagi pulang dari tampat Deni.
Yanna meneruskan singgah ketempat Dukun, dima dia mintak bantuan tuk memelet Deni
agar pemuda itu tergila gila pada nya.
"Pak,
pemuda ini semakin sulit tuk Ku jumpai,dia seperti sengaja menghindar dari Ku."
ujar Yanna menyodorkan foto Deni.
"Tolong buat dia selalu mengingat saya dan ingin bertemu dengan saya!"
Lanjut Yanna dengan sangat memohon menyatukan kedua telapak tangan nya di depan dada
pada Dukun yang berda di ujung desa dengan tatapan memelas...
"Kenapa tidak kamu lupakan saja?"
seru Dukun itu yang masih menatap Yanna
"Kalo Kamu paksakan.
Kamu akan semakin terluka Nak!"
lanjut Dukun itu yang masih melihat Yanna tanpa bergeming sedikit pun .
"jika kamu berhasil maka,
pemuda ini akan menjadi orang yang berbeda,"
ujar Dukun itu yang menatap foto Deni begitu dalam.
"Akirnya kamu akan kecewa jua."
lanjut Dukun itu lagi sembari menyerahkan foto Deni kembali.
dan bangkit meningalkan Yanna yang masih berdiri mematung
setelah mendengar perkataan orang itu..
tak selang berapa lama.
"Kembali lah kamu Nak!
jangan menggengam sesuatu terlalu herat karena hancur."
Nasehat Dukun pada Yanna.
"Jika itu semua tuk Mu,
maka dia akan datang padamu bagaimana pun caranya."
__ADS_1
Lanjut Dukun itu menatap Yanna.
"Sebalik nya,sekalipun itu kamu simpan dan pelihara dengan baik,
jika bukan tuk mu,maka dia akan pergi dari mu!"
Lanjut Dukun yang didatangi Yanna. secara tiba tiba Dukun itu muncul belakang pondok nya
sembari membawa ayam jantan hitam
membuat Yanna kaget
dan melangkahkan kaki mendekat,
"Pak tolong Saya!
apa syarat yang Bapak berikan akan saya penuhi!"
seru Yanna dengan sangat bersemangat pantang mundur sebelum berhasil, Yanna masih melihat Dukun itu mengusap usap ayam jantan hitam,
Dukun itu kembali menatap pada Yanna
"saya tidak menjanjikan berhasi.
cobalah kamu cari,
*sepasang ayam hitam semua tanpa ada warna yang lain tercampur
*serbuk biji besi
*dan kain putih bersih tanpa noda."
ujar Dukun itu yang masih melihat tajam pada Yanna..
"baik Pak akan ku usahakan"
ujar Yanna yang telah selesai mencatat semua syarat yang disebutkan Dukun tadi..
senyum terukir dari bibir Yanna
dengan wajah yang berbinar binar.
"saya akan mengumpulkan semuanya Pak.
saya perminsi dulu pak."
ucap Yanna membungkuk mohon izin dan melenggang pergi
tanpa menoleh kebelakang.
"kamu akan terjatuh sangat dalam!
dan akan sulit tuk kembali."
__ADS_1
ujar Dukun itu melihat punggung Yanna yang semakin menjauh meningalkan nya yang masih mengusap usap Ayam Hitam peliharaannya yang telah seperti anak bagi Dukun itu.
Yanna dengan semangat pulang kerumahnya bergegas mencari keberadaan Ibu nya,
saat melihat Ibu nya tanpa membuang waktu Yanna mengutarakan keinginannya
"Buk,,
Yanna mau bertanya!"
"apa yang akan kamu tanyakan Yan?"
lanjut Ibuk yang melihat rona bahagia dari raut wajah anak nya .
ibu Yanna pun sangat senang mendengar suara Yanna tak membentak bentak..
"Buk,apa pernah lihat ayam jantan dan betina hitam selalu?"
tanya Yanna menatap wajah Ibunya
dengan mata yang memohon..
"tidak ada Yan!
kenapa kamu menanyakan itu?"
balas Ibunya dengan binggung
mendengar ucapan anak gadisnya.
saat itu darah Ibunya menciut dan tubuh tuanya gemetar mengucurkan keringat dingin
"Astagfirullah,
semoga kamu tidak berbuat yang akan menyesatkan mu Yanna"
ujar ibu dengan suara tertahan
air bening mengalir dari mata nya membasahi pipi yang sudah mulai berkerut menujukan usia tuanya.
Yanna tidak memperdulikan ucapan Ibu nya,
malah menyunggingkan senyum dari bibirnya sembari beranjak meninggalkan Ibu menuju kamarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
ᎷϴᎻϴΝ ᎠႮᏦႮΝᏀᎪΝ ΝϴᏙᎬᏞ ᏆΝᏆ🙏🙏🙏
ᎠᎬΝᏀᎪΝ ᏙϴͲᎬ, ᏢϴᏆΝ, ᎠᎪΝ ᏞᏆᏦᎬ ᎠᎪᎡᏆ ͲᎬᎷᎪΝ ՏᎬᎷႮᎪ 😉🤩😍
ᎫᎪΝᏀᎪΝ ᏞႮᏢᎪ ᏦᎪՏᏆᎻ ᎻᎪᎠᏆᎪᎻ ᎽᎪᎪ
🤭✌️
__ADS_1
ՏᎬᎡͲᎪ ᎷᎪՏႮᏦᎪΝ ᎠᎪᏞᎪᎷ ᏞᏆՏͲ ҒᎪᏙϴᎡᏆͲ ΝᎽᎪ
🙏🙏🙏