PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
PENGAKUAN


__ADS_3

Yanna yang mersa memiliki Deni


"kenapa kamu tega berselingkuh Den"rintihnya,masih dengan amarah Yanna pergi


"awas aja tuk,l***e kecil itu"


umpat nya dalam hati..


Deni duduk Di salah satu korsi..merasa klo Yanna sudah tidak waras dan menjadi ancaman bagi gadis kecilnya.


"hanya tinggal 3 hari lagi menjelang pertunangan"


gumam Deni dalam hati sembari memegang kening nya...


Tepat jam setengah sepuluh terdengar suara bel tanda istirahat semua murid berhamburan keluar mencari udara segar setelah belajar 3 jam dengan guru yang killer..


Dini, Mita, Uyl dan Novi masih duduk dimeja mereka,


mereka tetap dalam ruangan..


Novi yang masih sangat kesal menatap pada Uly.


"Din,kamu tahu kalo Uly pacaran sama Bio!"


ujar Novi dengan yakin


membuat Dini mengangkat matanya melihat ke Uly,


Uly pun sangat kaget mendengar penuturan Novi tentang nya..


"ini boz,marah nya belum juga padam,


ucap Uly melihat Novi dengan memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"Benaran Uly"


seru Dini bertanya


menunggu jawaban dari Uly..


"ayo,,jujur aja lah Uly,


sama kita."


sela Mita...


Uly menunduk kembali menatap ke-tiga temanya..


"Iya,,


tapi kami baru jadian hampir sebulan kok."


jawab Uly dengan cengengesan sembari mengangkat jari telunjuknya yang disilang


"maaf aku ,ketua mafia!"


seru Uly kepada Novi yang menatap Uly tanpa berkedip.


melihat Uly


ketiganya tertawa bareng

__ADS_1


Haha


"dasar Ulat Keket"


seru Novi sembari memukul bahu Uly lembut.


Dini yang mendengar pengakuan Uly..


Dini cuma senyum senyum sembari mengotak atik hpnya mengirim pesan pada seseorang.


Deni yang mersa ada pesan masuk


melihat nama pengirim ..melihat nama Dini


Deni membuka pesan


bang,,ternyata sudah hampir satu, bulan ini bio jadian sama uly.


Deni senyum senyum membaca pesan dan melihat kearah Bio..


Bio yang mersakan diperhatikan sedikit binggung,kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa mempedulikan keberadaan Deni.


Yanna yang sangat kesal,kecewa dan tersakiti melajukan motornya ketempat Dukun langganan nya yang berada diujung desa..


"Pak,,kemenyan putih dan kain putih serta serbuk biji besi sudah ada,


tapi ayam hitam slalu sangat sulit!"


ujar Yanna yang duduk menghadap pada Dukun menyerahkan semua perlengkapan tuk membuat Deni jatuh dalam pelukannya.


Dukun itu hanya melihat Yanna sebentar.


"kamu terlihat sangat kesal dan emosi."


"kamu harus bisa mendapatkan semua syarat nya,baru saya bisa membantu"


lanjut Dukun itu meneruskan pembicaraan kembali melihat Yanna


yang terlihat sedang menahan amarah.


"kamu sedang marah,


amarah akan membuatmu semakin tersiksa"


ujar Dukun itu dengan suara menasehati Yanna.


Yanna menatap Dukun itu


secara bergantian dengan hewan peliharaan yang sering di kasihnya makan .


"Pak,,saya lihat ayam yang saya cari ada sama Bapak,!"


dengan senyum puas terukir dari bibir Yanna


orang itu kembali melihat Yanna dan juga melihat hewan peliharaan nya..


Dukun itu sangat paham dengan ucapan Yanna,,


"cobalah kamu tangkap,,


jika kamu bisa menangkap ayam ku,itu bakal menjadi milik mu!"

__ADS_1


lanjut orang itu sembari melepaskan ayam hitam semua peliharaan nya.


Yanna berusaha menangkap


"kur kur kur"


ucap Yanna mengarahkan tanganya memanggil ayam hitam


ayam ayam itu semakin berterbangan dan berhamburan saat Yanna berusaha mendekat tuk menangkap.


Yanna terus berusaha kejar kejaran dengan ayam hingga jatuh, tersungkur dan kondisinya yang sudah berantakan..


Yanna yang mersa tidak sangup lagi


"Pak ,apa anda mengerjai saya?"


ujar Yanna dengan suaranya yang ngos-ngosan


"kamu sudah paham kan,,


tidak mudah menangkap apa yang bukan menjadi mili kita!"


ujar Dukun itu sembari memangil ayam ayamnya dengan hanya memukul mukul tampat makanan ayam..


tak butuh waktu lama


orang itu sudah bisa kembali mengusap usap bulu ayam peliharaan nya.


Yanna semakin kesal dengan napas yang masih sesak,


"Pak ,apakah anda sangup membantu saya atau Tidak!"


ujar Yanna sembari menatap Dukun itu dengan menantang..


"nak ,,silakan kamu pergi dan


saya tidak sanggup membantu mu.!"


ujar Dukum itu masih menatap Yanna dengan tatapan yang sangat tajam membuat nyali Yanna menciut..


"saya akan mencari orang yang lebih pintar dari anda"


ucap Yanna melangkahkan kakinya seperti berlari


"kamu akan semakin terluka dan dan hancur,jika tidak berhenti sekarang"


ucap Dukun itu yang masih bisa didengar oleh telinga Yanna.


"dasar Dukun gadungan "


umpat Yanna sembari melajukan motornya dengan sangat emosi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


𝘿𝙐𝙆𝙐𝙉𝙂 𝙉𝙊𝙑𝙀𝙇 𝙄𝙉𝙄 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 :


𝙑𝙊𝙏𝙀, 𝙋𝙊𝙄𝙉, 𝘿𝘼𝙉 𝙇𝙄𝙆𝙀


𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖


😉😍🤩

__ADS_1


𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙡𝙞𝙨𝙩 𝙁𝘼𝙑𝙊𝙍𝙄𝙏 𝙣𝙮𝙖


🙏🙏🙏🙏


__ADS_2