
Deni mengantar gadisnya pulang,Deni masih memperhatikan gadis yang melangkah memasuki rumah hingga menghilang di balik pintu.
Deni melajukan motornya menuju kerumah Ibu Dar dan Pak Ahamad.
Masih di desa yang sama,Tepatnya disebuah rumah yang tampak luas
ada seseorang yang sangat kecewa karena hari ini tidak dapat menemukan keberadaan pria yang sangat disukainya.
"kemana kamu Den?
pesan ku pun tidak kamu balas! ucap nya lirih,ada rasa getir dalam hatinya,
karena tadi pagi telah bersiap tuk menemani pria itu dan membawakan bekal.
"Semua nya sudah ku persiapkan
Aku tidak mau gagal dan kehilangan Mu, Deni."
ucap wanita itu sembari mengelus elus foto Deni yang tersimpan dalam dompetnya.
Penolakan lamaran yang terdahulu tidak membuat Yanna teruma.
Diam diam dia pergi ke orang pintar yang terletak di ujung Desa
Rumah Dukun itu terletak ditengah tengah persawahan,,tuk mencapainya harus berjalan kaki di jalan setapak yang diapit sawah warga.
Yanna memarkirkan motornya dipinggir jalan raya.
Yanna melangkah dengan pasti tekat yang kuat,
"Alhamdulillah,ternya Bapak Dukun itu ada"
gumam Yanna yang melihat keberadaan Dukun itu dari kejauhan
"Assalamualaikum"
ucap Yanna saat telah sampai di laman Dukun.
Perlahan Dukun itu menoleh dan melihat Yanna tanpa membalas salam dari Yanna.
"Pak,saya Yanna.
saya butuh bantuan Bapak."
serunya saat berada didepan dukun itu.
Kebetulan Bapak Dukun itu sedang memberi makan ayam ayamnya.
Bapak itu berbalik kembali melihat Yanna
"Bantuan apa yang kamu butuhkan,Nak?"
tNya bapak Dukun itu dengan menatap Yanna Dengan seksama dari ujung kepala sampai kaki.
Hingga membuat Yanna merasakan ketakutan,
terlebih semua ayam yang dipelihara bapak itu semuanya berwarna hitam,
membuat Yanna menarik napas panjang dan melepaskan nya pelan,
__ADS_1
Yanna berusaha mengeratkan kakinya yang terasa tertahan karena sangat gugup.
Dengan mengikuti langkah Bapak Dukun itu dari belakang menuju sebuah teras,Yanna meremas tali tasnya dengan kuat.
agar dia tidak mengurungkan niat nya semula.
"Ada Nak?"
tanya Bapak Dukun itu kembali setelah duduk disalah satu korsi rotan yang ada di teras pondok kecil punya .
Dengan gugup Yanna mengeluarkan sebuah Foto,menyerahkan pada Bapak Dukun itu.
"Pak tolong buat orang yang didalam foto itu menyukai dan tergila gila pada saya, karena saya ingin dia menjadi suami saya."
ujar Yanna sembari menatap Bapak Dukun yang sudah cukup tua itu.
Bapak Dukun mengambil foto,dan menatap wajah pria dalam foto itu cukup lama.
"Kenapa harus kamu paksakan?"
tanya Dukun menatap Yanna dengan sorot mata yang tajam
hinga Yanna menundukkan kepalanya karena mersa takut melihat mata Dukun yang hitam pekat.
"Saya sudah menyukainya sejak lama.
Disaat orang tua saya melamarnya,
dia menolak lamaran itu!"
ujar Yanna dengan suara lirih yang masih menunduk..
asal kan kamu sanggup tuk melakukan semua syarat nya."
ujar Dukun yang tiba tiba berdiri masuka dalam pondoknya.
Yanna sangat senang mendengar perkataan Dukun,hingga terukir senyum yang lebar dari bibirnya,
matanya pun memancarkan kebahagian.
"Akhirnya aku bisa membuat Deni tuk jatuh cinta dan mengajak Ku menikah."
gumamnya dalam hati yang begitu terasa hangat.
Tak selang berapa lama Dukun keluar,dengan membawa sesuatu ditangan nya yang terbungkus rapi dengan kain berwarna hitam.
"Nak,kamu harus bisa memberikan ini dalam makana yang akan di maka laki laki dalam foto ini.
dia harus memakan ini setiap hari, selama empat puluh hari."
ujar bapak Dukun sembari menyatukan foto dengan bungkusan itu dalam genggamnya.
"kamu harus campurannya sediki sedikit dalam makan tau minumannya.
agar bisa masuk dalam tubuhnya."
lanjut Bapak Dukun itu menjelaskan pada Yanna.
"Dan jangan sampai terputus."
__ADS_1
sambung nya lagi dengan sedikit penekanan..
Yanna mengambil bungkusan kecil itu dan menyimpan dalam tasnya dengan sangat hati hati
"Kamu harus mengantarkan bunga anggrek yang tumbuh sebatang diatas pohon dalam tiga hari kesini"
Lanjut Bapak Dukun itu meminta syarat yang harus dipenuhi Yanna
Yanna menyalami tangan bapak itu dengan sebuah amplop yang berisi duit.
"Terimakasih Pak."
ucap Yanna yang beranjak tuk pergi.
"mmm,jangan mampir kemana dulu,kamu harus terus pulang dan jangan menoleh kebelakang."
ujar bapak itu sembari melihat Yanna yang lelah melangkah pergi menjauh dari gubuknya.
Dengan mengendarai motor metik nya Yanna bergegas pulang hingga sampai halaman nya yang luas bergegas masuk ke dalam rumah.
Semua usaha Yanna lakukan tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Saat memasuki rumah.
"Yanna.
dari mana kamu.
kenapa sangat terburu buru ?"
tanya Ibuk melihat anak gadisnya yang baru datang
"iya Buk,
Yanna kekamar dulu."saut Yanna yang terus meninggalkan Ibuknya
"Ada apa dengan anak itu?"
lirih Ibuknya yang melihat tingkah anaknya tidak seperti biasanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...bagi yang suka dengan...
...🅿🆁🅰🅷🅰🆁 🅲🅸🅽🆃🅰...
...🅳🅴🅽🅸 🅳🅰🅽 🅳🅸🅽🅸...
ᎷϴᎻϴΝ ᎠႮᏦႮΝᏀᎪΝ ΝϴᏙᎬᏞ ᏆΝᏆ🙏🙏🙏
ᎠᎬΝᏀᎪΝ ᏙϴͲᎬ, ᏢϴᏆΝ, ᎠᎪΝ ᏞᏆᏦᎬ ᎠᎪᎡᏆ ͲᎬᎷᎪΝ ՏᎬᎷႮᎪ 😉🤩😍
ᎫᎪΝᏀᎪΝ ᏞႮᏢᎪ ᏦᎪՏᏆᎻ ᎻᎪᎠᏆᎪᎻ ᎽᎪᎪ
🤭✌️
ՏᎬᎡͲᎪ ᎷᎪՏႮᏦᎪΝ ᎠᎪᏞᎪᎷ ᏞᏆՏͲ ҒᎪᏙϴᎡᏆͲ ΝᎽᎪ
🙏🙏🙏
__ADS_1
...🙏🙏😉...