PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
CINCIN


__ADS_3

Deni pun memperhatikan deretan gelang yang di lihat Dini.


saat Dini masih meliahat mencoba cincin di jari lentiknya saat dibantu karyawan toko..


"Bang"


ujar Dini memperlihatkan jarinya pada Deni meninta pendapat dari calon tunagan nya..


"Bagus,


sangat cantik dijari mu"


ujar Deni tersenyum tulus..


"Mbak lihat ini"


ujar Deni menunjukan salah satu dari deretan gelang yang tadi menarik perhatian gadis kecilnya..


Dini menoleh kearah Deni yang memegang sebuah gelang tangan yang sedari tadi menarik perhatiannya


"kenapa Abang juga lihat gelang itu?"


gumam Dini kembali mengalihkan pandangan pada cincin pertunangan mereka..


ternyata saat Dini sibuk melihat deretan cincin Deni telah mintak pada karyawan tuk memasukan salah satu gelang yang dari tadi menarik perhatian Gadis kecilnya...kedalam faktur pembayaran cincin tunangan..



setelah transaksi pembayaran selesai sepasang anak manusia yang sebentar lagi akan bertunangan melajukan motor menelusuri jalan raya menuju kedai Deni yang berada dekat pasar..


setelah memarkir kan motor mereka masuk dalam kedai terlihat Angga sangat sibuk Dengan lembaran kertas silih berganti keluar dari mesin putih dengan deru mesin yang lembut..


"istirahat"


ucap deni pada Dini


Deni bergegas membatu Angga merapikan kumpulan kertas dan menyatukan sesuai bagian yang telah di tandai Angga..


Dini duduk disalah satu korsi plastik memperhatikan perkejaan Deni


"maaf , Abang telat !"


ucap Deni pada Angga


yang asik dengan pekerjaan nya.


tidak mendengar ucapan Deni

__ADS_1


"ahh"


selesai ucap Angga manarik napas panjang sembari menekan tombol off pada mesin foto copy


dan beralih merapikan lembaran kertas sesuai permintaan pelanggan..


Angga melihat sekilas pada Dini


dan sedikit berbisik pada Deni


"Bang tadi cewek yang kemarin datang lagi..


dia marah marah membuat keributan!"


adu Angga pada Deni


atas kedatangan Yanna ..


Deni yang mendengar aduan Angga menoleh melihat Dini.


"Din istirahat di kamar, kerjaan Angga masih banyak,


Abang bantu sebentar."


ucap Deni agar Dini tidak mendengarkan pembicaran nya dengan Angga..


dan duduk diatas ranjang dengan menyadarkan kepalanya di kepada ranjang sembari memainkan hpnya .


"ngapain dia disini?"


tanya Deni pada Angga setelah memastikan Dini tidak lagi berada dekat nya.


"cewek itu


teriak teriak dan memukul mukul etalase,hingga orang orang yang sedari tadi menunggu antrian foto copy pergi begitu saja."


ujar Angga menceritakan..


dengan raut wajah mengeras dan marah


"kenapa juga dia masih mencari dan menggangu "


ucap Deni pelan .


didalam kamar Dini sedang asik Vidio call dengan Uly yang sedari tadi menelpon tidak dijawab oleh Dini..


karana Dini meredupkan nada dering nya saat pergi dengan Deni tadi..

__ADS_1


"Din,kamu dima?"


ujar Uly saat sambungan vidio call mereka tersambung karena melihat latar Dini yang sangat asing..


"lagi di kedai Abang


yang dekat pasar!"


balas Dini jujur


"Din,,perkataan Babang Ganteng tadi siang ,apa maksudnya cari cincin?"


tanya Uly penasaran dan tidak sabar menunggu jawaban Dini..


Dini terlihat binggung


"jangan jangan kamu mau tunagan sama Babang Ganteng"


lanjut Uly yang menerka.


terlihat Dini anggukan kepala


membuat Uly berteriak kaget dan menutup mulutnya


"serius kamu Din?"


tanya Uly kembali memastikan.


"kenapa teriak?"


terdengar suara Bio dari kejauhan


"ngak Beb.


lagi vc sama Dini"


balas Uly yang terdengar jelas oleh Dini


"udah yaa,


aku mau balik Ujar Dini mengakiri sambungan nya.


......................


𝐃𝐔𝐊𝐔𝐍𝐆 𝐍𝐎𝐕𝐄𝐋 𝐈𝐍𝐈 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐕𝐎𝐓𝐄 ,𝐏𝐎𝐈𝐍 ,𝐃𝐀𝐍 𝐋𝐈𝐊𝐄 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐭e𝐦𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚.


😉😍🤩

__ADS_1


𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐥𝐢𝐬𝐭 𝐅𝐀𝐕𝐎𝐑𝐈𝐓 𝐧𝐲𝐚🙏🙏🙏


__ADS_2