
Yanna
memilih tuk pulang kembali kerumahnya..
sesampai dirumah
"Yan ,
kamu kemana pagi pagi buru buru tadi?"
tanya Ibu Yanna karena tadi hanya mendengar deru motor Yanna pergi tanpa berpamitan.
"oh
itu
tadi pergi ke warung.
mencari pembalut!"
jawab Yanna berbohong bergegas memasuki kamarnya
karena gugup melihat Ibuknya .
Yanna kembali kedapur tuk memasak.
"kamu masak apa Yanna?
harum sekali..
itu kan sudah ada makanan diatas meja!"
tanya Ibu yang tiba tiba membuat Yanna kaget spontan melihat kearah Ibunya.
"ini Bu.
lagi bikin mie goreng.
untuk bekal."
ujar Yanna yang masih asik dengan masakan nya.
"bekal?
kamu mau pergi kemana?
tanya Ibu penuh selidik
karena Yanna tidak pernah meminta izin sebelum nya.
"ini Buk
tadi Yanna bertemu sama Deni di warung.
Deni bilang nantik tolong datang kekedai tuk mambantu perkerjaan!"
jawab Yanna berbohong dengan. santainya
tampa melihat kearah Ibunya.
Ibu nya semakin heran dan binggung
karena dulu lamaran nya telah ditolak.
"Yanna!"
ujar Ibu
__ADS_1
namun terputus kareena Yanna menyelanya
"ngak usah kwatir Buk,
semuanya butuh waktu dan proses!"
lanjut yanga dengan memberikan senyum terbaik nya tuk menyakinkan
wanita yang melahirkan nya..
"ya ,sudah
kamu baik baik dan jaga Diri."
ucap Ibu dengan nada yang sangat getir dengan berangsur meninggalkan anaknya di dapur entak mau kemana .
Yanna di dapur dengan penuh semangat menyimpan semua bekal yang telah dibubuhi dengan ramuan dalam bungkus hitam
yang didapatnya dari Dukun.
setelah semuanya selesai dan beres Yanna bergegas tuk mandi dan memakai baju dengan sedikit ketat di bagian dadanya
dengan rambut terurai.
"semoga kamu suka,
dan bisa melihat kecantikan ku!"
gumam Yanna didepan cermin sembari tersenyum senyum mentap dirinya.
"Buk Yanna pergi dulu!"
teriak Yanna pada Ibunya tanpa menunggu balasan
Yanna memajukan ka motornya menuju kedai Deni dengan hati yang sangat senang.
tuk menyosong rezki yang akan datang.
"Bio,Semuanya sudah beres .
Abang ketempat yang lain."
ujar Deni yang segera menaiki motor ya
"kalo ada yang mencari jangan bilang kemana Abang pergi.!"
lanjut Deni, tidak inggin Yanna
mengetahui tempat nya sang satu lagi .
karena Deni Tidak menyukai sikap dan perbuatan Yanna yang terlalu mengganggu menurutnya.
Selang berapa menit Deni pergi
Yanna datang dengan senyum yang terukir di bibirnya
dengan semangat memasuki kedai .
"Hai,Bio.
Deni mana?"
ucap Yanna dengan nada yang ceria sembari meletakan tas jinjingannya diatas sebuah meja kecil.
mengedarkan pandangan ke seluruh sudut kedai.
"tadi udah pergi."
__ADS_1
Balas Bio singkat
merinding melihat tingkah Yanna
yang cukup aneh dari sebelumnya.
"kemana?
balik lagikan?"
lanjut Yanna yang duduk disalah satu korsi dengan tetap tenang masih senyum terukir dibibirnya..
"ngak tau pasti"
ujar Bio singkat tidak mempedulikan Yanna.
ternya Yanna telah mengirim pesan pada Deni,
setelah sampai dikedai.
Sudah hampir dua jam Yanna menunggu, tidak juga tanda tanda kehadiran dari pria yang telah membuatnya tergila gila.
pesan yang dikirim juga tidak dibalas
raut wajah Yanna
mulai berubah
Bio yang melihat mersakan kengerian.
Karena Yanna telah memancarkan wajah yang menyela merah bagaikan orang kesurupan dengan sorot mata penuh amarah..
Dengan menghentakkan kaki
Yanna pergi tanpa berpamitan pada Bio
Bio mersa lega setelah kepergian Yanna
"syukur nenek lampir itu sudah pergi
kalo tidak biasa bisa aku menjadi mangsa nya."
celetuk Bio sembari mengeleng gelengkan kepalanya
karena
terbayang sikap Yanna tadi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...bagi yang suka dengan...
...🅿🆁🅰🅷🅰🆁🅰 🅲🅸🅽🆃🅰...
...🅳🅴🅽🅸 🅳🅰🅽 🅳🅸🅽🅸...
ᎷϴᎻϴΝ ᎠႮᏦႮΝᏀᎪΝ ΝϴᏙᎬᏞ ᏆΝᏆ🙏🙏🙏
ᎠᎬΝᏀᎪΝ ᏙϴͲᎬ, ᏢϴᏆΝ, ᎠᎪΝ ᏞᏆᏦᎬ ᎠᎪᎡᏆ ͲᎬᎷᎪΝ ՏᎬᎷႮᎪ 😉🤩😍
ᎫᎪΝᏀᎪΝ ᏞႮᏢᎪ ᏦᎪՏᏆᎻ ᎻᎪᎠᏆᎪᎻ ᎽᎪᎪ
🤭✌️
ՏᎬᎡͲᎪ ᎷᎪՏႮᏦᎪΝ ᎠᎪᏞᎪᎷ ᏞᏆՏͲ ҒᎪᏙϴᎡᏆͲ ΝᎽᎪ
🙏🙏🙏
__ADS_1
...🙏🙏😉...