PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
ISTIRAHAT


__ADS_3

Saat Deni serta Ayah dan bunda duduk diruangan tengah sedang membicarakan hari pertunangan yang tigal 2 hari lagi..


"bunda sangat sedih melihat Dini,menjelang 2 hari lagi perhitungannya!"


ucap bunda yang duduk disamping Ayah,


setelah menaruh minuman tuk Ayah dan Deni yang sedang asik bicara.


"yang sabar bun!"


ucap Ayah dan memegang bahu bunda dengan lembut..


"betul juka kata orang tua kita dulu yah,famali keluar rumah kalo udah dekat hari!"


lanjut bunda dengan mata yang mengecil teringat akan petuah orang tuanya dulu..


"sudah bun,kita ambil aja hikmah nya."


sela Ayah menghentikan lamunan bunda.


"Den,,kita tidak usah mengundang undang orang,cukup keluarga inti saja."


lanjut ucap Ayah melihat Deni yang sedari tadi memperhatikan Bunda berbicara dengan Ayah.


Deni yang kaget namanya dipanggil


"aa,iya.


saya setuju.


karena Ibu dan Bapak juga hanya memberi tahu keluarga inti saja."


jawab Deni yang menyetujui usul Ayah.


"besok,tidak usah saja Dini sekolah,lagian besuk juga hari Sab..."


ujar ayah yang tiba tiba terhenti saat bunda menyela


"Biarkan Dini Istirahat,


besok dan hari minggunya Dini lebih sehat dan segar."


sela bunda yang sangat mengawatirkan kondisi putrinya.


Deni hanya menggunakan kepala karena menyetujui usul ayah dan bunda.


Dini yang sedari tadi istirahat dikamar,


merasa tenggorokannya kering.

__ADS_1


Dini keluar dari kamar yang akan mengambil air minum kedapur.


dengan mata yang berbinar saat membuka pintu kamar melihat sosok yang sangat dibutuhkannya masih duduk diruang tengah..


"kenapa bangun Din"


tanya bunda yang melihat Dini sudah berada diantar Ayah ,bunda dan Deni.


"Dini haus bun"


lirih Dini yang memegang tenggorokannya.dan melajukan langkahnya kedapur..


Setelah minum Dini bukanya kembali ke kamar tuk istirahat,


malah mendudukan dirinya tak jauh dari Deni dan berhadapan dengan Ayah dan Bunda.


Dini melihat kearah Deni dengan sorot mata yang sangat teduh,


terpancar cinta yang tulus..


tak luput dari perhatian Ayah dan bunda..


Deni yang mendapatkan tatapan yang lansung menusuk hatinya..


berusaha tuk tenang tuk menghilangkan segala rasa uang telah bergejolak dari dalam dirinya.


ujar Deni yang masih melihat Dini dengan suara detak jantung,


dak.. dik.. duk...


Dini hanya menggelengkan kepala.


"capek,gerah,bosan tiduran dikamar sendirian."


rengek Dini dengan mulut yang Dimanyunkan me


buat Ayah dan Bunda tertawa.


hahaha


"jangan kayak anak kecil juga Din,


2 hari lagi kamu udah tunangan loh!"


ujar Bunda mengaitkan anaknya


"ya ampun,Din.


itu mulut pengen ku cium."

__ADS_1


gumam Deni dalam hati melihat mulut Dini yang manyun.


"aaaa,2 hari lagi?"


desah Dini dengan mulut tang ternganga mata yang membesar..


"ya ampun ,Din..


kenapa kamu menggoda Abang."


kembali gumam Deni dalam hati..


"iya dua hari lagi sayang.


besok kami liburan dulu ya!"


lanjut ayah memberi tahu putrinya..


"benaran bang?"


tanya Dini sembari melihat Deni dengan mata yang berbinar binar.


"iya,sa....!"


jawab Deni yang ter tahan karena menyari ada Ayah dan Bunda dengan senyum yang sulit diartikan.


"jadi besok kita tidak jumpa?"


rengek Dini dengan dahinya yang mengkerut melihat Deni disamping nya tanpa menghiraukan keberadaan ayah dan bundanya yang sedari tadi memperhatikan Dini..


Deni yang bingung harus menjawab apa,,karena sadar diperhatikan ayah dan bunda menjadi salah tingkah..


......................


...❤️🌹💓...


𝑫𝑼𝑲𝑼𝑵𝑮 𝑵𝑶𝑽𝑬𝑳 𝑰𝑵𝑰....


𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏


𝑽𝑶𝑻𝑬,𝑷𝑶𝑰𝑵,𝑫𝑨𝑵 𝑳𝑰𝑲𝑬 ...


𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒕𝒆𝒎𝒂𝒏-𝒕𝒆𝒎𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂


😉😍🤩


𝒔𝒆𝒓𝒕𝒂 𝒎𝒂𝒔𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒍𝒊𝒔𝒕 𝑭𝑨𝑽𝑶𝑹𝑰𝑻 𝒏𝒚𝒂 𝒂𝒂𝒂


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2