
Matahari bersinar cerah menyinari bumi,jalanan sangat rame dengan lalu lalang kendaran yang menelusuri tempat orang orang beraktivitas,,begitu juga dengan anak sekolah yang ikut meramaikan seliweran jalanan.
Pagi ini saat Novi dan Mita berangkat sekolah hanya berdua,saat bertemu dengan Uly yang telah duluan berada dalam ruang kelas mereka,
"Kemaren kamu kamana sih?"
tanya Novi pada Uly
dengan nada yang ketus
sembari berdiri denga tangan dipinggang.
Uly yang merasa Novi marah padanya
"ampun ketua!"
hahaha
balasnya dengan ketawa,dengan tangan terangkat keatas seperti orang menyerah kalah.
"ngak lucu"
bentak Novi yang berjalan menuju mejanya.
"napa tertawa sih Ulu?"
sela Mita yang sudah duduk
tepat di belakang Uly.
"ceritanya aku Disidang ni?"
balas Uly kembali pada Mita dan Novi dengan wajah sedih nya..
"jangan berlagak sedih lah!"
kembai Novi bersuara.
"kasih tau gak yaa!"
lanjut Uly sembari menggoyang kan kepala ke kiri dan kanan menatap kedua temanya yang masih menunggu jawaban..
saat melihat Dini memasuki ruangan yang sama,
"ee tu Dini kenapa?"
ujar Mita yang melihat Dini masuk dengan tidak semangat terlihat sangat lesu.
saat Dini telah duduk disamping Uly
"kamu lagi sakit ya Din?"
ujar Uly setelah Dini duduk dengan menempelkan punggung tangannya di kening Dini.
"ngak panas!"
bisik Uly.
"aku tidak bisa tidur semalaman,,pusing kepala sedikit!"
balas Dini dengan mengerutkan keningnya..
"kenapa Din?
apa da masalah?"
tanya Novi prihatin,
Dini hanya menggeleng kan kepala..
karena tidak mungkin baginya menceritakan kenapa dia susah tidur semalam.
pembicaraan mereka terhenti saat guru memasuki ruangan tuk memulai pelajaran
......................
__ADS_1
Deni sedari tadi berada dikedai foto copy yang dibantu oleh Bio..
Deni memilih istirahat dibelakang karena semalam Dia juga tidak bisa tidur.
"Abang kenapa ya?"
gumam Bio yang memperhatikan Deni.
Orang yang sedari tadi membuntuti Deni..
tidak terima dengan apa yang dilihatnya tadi pagi..
masih dengan hati yang terbakar amarah melanjukan motor menelusuri jalan yang sama dengan Deni
"katanya karyawan,
tapi saat boncengan berpelukan"
celoteh nya sepanjang jalan
"masih kecil,sudah murahan seperti l****e"
umpatnya
"breng **k"
kembali diucapkan nya sembari kesal pada mobil yang berada didepannya dianggap menghalangi jalan nya.
tak butuh waktu lama Dia sampai di tempat Bio..
"hai kamu,
apa lihat Deni?"
serunya yang masih kesal
Bio kena imbas tanpa mengetahui masalahnya.
Bio menoleh saat merasa orang berbicara padanya.
"ngapain ni nenek lampir pagi pagi udah sewot"
ujar Bio dalam hati tanpa mempedulikan nya.
merasa tidak digubris wanita itu mendekat,
kembali bertanya dengan melunak.
"apa Deni kesini Bio?"
tanya Yanna yang telah mengetahui nama karyawan deni dari kemarin..
Bio masih diam
karena bingung harus menjawab pertanyaan Yanna
Deni yang mersa ada keributan
bangun dan melihat
sungguh kaget Deni melihat penampakan wanita yang sengaja dihindarinya.
Deni sangat kesal,dengan sangat malas Deni,mendekat
"ada apa ini ribut ribut?"
tanya Deni melihat kearah Bio.
"itu adanya nyari Abang!"
ujar Bio menunjuk dengan dagunya kearah Yanna
"apa Abang punya hutang"
lanjut Bio diikuti tawanya menyeringai dengan pelan tapi masih bisa didengar oleh Deni.
__ADS_1
"apa?"
tanya Deni kesal pada Yanna yang masih berdiri didepan etalase, dengan wajah yang masih marah dan kesal melihat Deni.
"kamu itu tega ya Den!"
ujar Yanna dengan marah yang melotot melihat Deni ..
Deni mersa binggung...
"Yanna aku tidak faham dengan ucapan mu.
lebih baik kamu pulang,karena mengganggu perkerjaan ku!"
seru Deni mengusir Yanna
"Lagian aku mau istirahat"
lanjut Deni tak acuh pada Yanna yang masih melihatnya.
"aku tadi pagi melihatmu denga l***e kecil yang masih berseragam abu abu!"
ucap Yanna dengan nada yang tinggi berteriak..
"kenapa kamu mengikuti ku...
dan jangan sesekali kamu menghina Dini...
gadis itu namanya Dini!"
saut Deni yang terima gadisnya dikatakan l***e.
"akan aku hancurkan l***e itu."
ujar Yanna denga marah..
"jangan sentuh Dini"
sela Deni yang menggerakkan rahangnya karena amarah yang ditahan..
terdengar tawa Yanna yang sangat mengerikan
membuat Bio berujar
"Bang
gak usah diladeni,
orang gila"
yang masih bisa didengar oleh Yanna,
membuatnya mengalihkan pandang pada Bio dengan mata menyala merah...
"lebih baik kamu pergi sekarang.."
gertak Deni dengan menunjuk tidak kalah seram dari Yanna
"kamu akan menyesali semuanya Den!"
seru Yanna sembari melangkah pergi meningalkan tempat dimana dia berdiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
𝘿𝙐𝙆𝙐𝙉𝙂 𝙉𝙊𝙑𝙀𝙇 𝙄𝙉𝙄 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 :
𝙑𝙊𝙏𝙀, 𝙋𝙊𝙄𝙉, 𝘿𝘼𝙉 𝙇𝙄𝙆𝙀
𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖
😉😍🤩
𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙡𝙞𝙨𝙩 𝙁𝘼𝙑𝙊𝙍𝙄𝙏 𝙣𝙮𝙖
🙏🙏🙏🙏
__ADS_1