PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
WAKTU


__ADS_3

Saat membeli kebutuhan tuk acara yang tinggal seminggu lagi.


Tampa canggung Deni selalu menggengam tangan Dini .


Mereka berhenti di kedai sate tuk mengisi perut yang sudah mulai lapar.


"Sate dua porsi Bang"


ucap Deni pada pedagang sate


"Ya, tunggu di bikinkan"


balas tukang sate.


Dengan penuh kasih Deni bertanya.


"Dini ,mau minun apa?"


dengan senyum terukir dibibirnya.


"Terserah aja Bang "


jawab Dini dengan menatap Deni yang berada di depannya karena sangat gugup


""es tebak satu yang Bang"


ucap Deni memesan minuman.


"Kok satu aja Bang,


buat Abang mana?"


pertanyaan yang terlontar dari mulut Dini.


Dengan senyum Deni menjawab nya.


"satu gelas berdua "


ucap Deni sembari menatap wajah Dini yang telah mengubah tujuan hidup nya.


Dini tersipu malu mendengar pernyataan Deni yang sedari tadi tidak henti memandanginya.


Matahari senja telah mulai menunjukan sinarnya yang jingga,


mereka meneruskan perjalanan pulang dengan menenteng belanjaan.


Pemuda dan pemudi mulai sibuk tuk mengatur kelancaran kegiatan yang akan mereka laksanakan.


Hari mulai berlaku,hingga acara di balai pemuda berjalan dengan lancar dan sukses.


Selama itu pula hubungan Deni dan Dini semakin dekat dan semkin mesra...


Setelah acara di kampung usai,Deni berencana mengajak Dini tuk pergi jalan berdua saja .


Hari ini sangat cerah,matahari bersinar dengan terang.Dini yang masih kelas 3 SMP sibuk dengan rutin nitas sekolah.


"Akhirnya berakhir juga Minggu ini,"


ujar Dini dengan senang karena hari ini hari Sabtu.


"Hore malming,malam yang panjang sela salah seorang dari teman Dini.


Setelah selesai makan malam..


hp Dini bergetar pertanda ada pesan masuk.


Dini yang mendengar pesan masuk bergegas melihat dan membaca pesan dari nomor yang baru saja tersimpan di kontak hpnya.


"Dini,sedang apa?"


tanya Deni lewat pesan WhatsApp


Saat membaca persan Dini senyum senyum dan bingung mau balas apa.


"Nggak ngapain Bang "


balas Dini singkat karena hanya itu yang terlintas dibenaknya.

__ADS_1


Deni yang mendapat kan balasan pesan tersenyum tapi keningnya berkerut.


Hatinya sangat senang tapi ragu.


"Besok jalan ya"


ajak Deni pada Dini yang berharap tidak mendapat penolakan.


"Kemana Bang"


Balas Dini bertanya dengan tangan yang berkeringat saat mengetik balasan.


Deni tersenyum bahagia saat membaca balasan dari Dini


" Bosok Abang jemput kerumah"


Balas Deni menunjukan keseriusan nya.


Dini mulai gugup saat membaca balasan Deni dengan jantung berdebar,


"jangan Bang,Bunda sama Ayah batik kaget,karena Dini belum kasih tau tentang hubungan kita.


kita ketemu diluar saja."


Balas Dini menjelaskan.


Deni yang sudah sangat merindukan Dini


memilih menuruti saja.


Sebenarnya Deni ingin segera diketahui oleh kedua keluarga tentang hubungan meteka.


Deni adalah pria yang memiliki usia sangat dewasa.


Esok hari nya Deni dan Dini bertemu diluar.


Saat ini Deni Membawa moto nya.


Deni memaksakan helem di kepala Dini dengan telaten dan menatap wajah Dini yang sangat dekat dengan nya.


Motor Deni telah membawa mereka menjauh menuju tampat mereka akan memadu kasih.


ujar Deni pada Dini.


Selama berbonceng Dini yang sudah merasa nyaman Dengan Deni


telah melingakarkan tanganya di pinggan Deni.


Mereka kini memarkirkan motor di sebuah taman yang menyediakan tempat duduk.


"Din ayo turun ,kita duduk disitu "


ujar Deni lembut melihat Dini yang masih mematung di atas motor.


Dini dengan patuh ngikuti Deni


Saat duduk disana Deni mendekatkan wajah nya pada Dini dan mencium puncak kepala Dini


yang membuat Dini kaget.


Dini yang mersa sangat malu mengalihkan pandangan nya


"Abang,"


Lirih Dini dengan muka yang memerah.


Deni tersenyum melihat Dini yang malu malu,sangat lucu dan menggemaskan bagi Deni.


Seharian mereka duduk ditaman bersenda gurau.Tanpa mereka sadari sinar jingga telah menerpa taman.


"Din,Abang sangat menyayangi mu.


boleh Abang mengantar mu nantik sampai kerumah?"


tanya Deni yang semakin mendekatkan wajah nya.


dan mencium bibir mungil milik Dini.

__ADS_1


"Abang kenapa ,mencium bibi Dini "


rengek Dini sembari menutup bibirnya dengan kedua tangannya.


"Abang mencuri ciuman pertama Dini"


lanjut nya yang sangat kesal.


Melihat Dini yg menggemaskan membuat Deni senyum senyum sendiri.


karena lucu menurut nya.


"Emang kenapa?


kan pacar Abang!


ucab Deni seraya merangkul Dini kedalam pelukannya.


Dini yang semula menolak perlahan,


Dini melingkarkan tanganya di pinggang Deni..


Mereka saling berpelukan dan sama mendengarkan detak jantung mereka yang seperi alunan irama musik sanga Inda bersaut.


Dini, mersakan ketulusan dan kehangatan yang diberikan Deni pada nya.


Perlahan pelukan mereka terlepas dengan diakhiri Deni kembali mencium bibir Dini


yang begitu manis baginya.


Dalam perjalanan pulang mereka hanya diam menelusuri jalan dengan embusan hangin yang bersemilir.


Deni memecahkan keheningan diantara mereka dengan memulai pembicaraan.


"Dini, melanjutkan sekolah mana?"


tanya Deni.


"SMA **** bang."


ujar Dini dengan semangatnya.


"Bagus dong,Abang baru buka kedai mesin foto copy di depan SMA itu.


jadi kamu tika bisa macam ."


ucap Deni sembari mengelus paha Dini.


"Malu dilihat orang Bang."


ujar Dini dengan memukul punggung Deni yang kokoh.


"Siapa juga yg mau macam-macam Bang."


Lanjut Dini yang semakin mengeratkan tangannya di pinggan Deni.


"Din,udah sampai,benaran ni gak boleh Abang kerumah?"


ucap Deni pada Dini yang baru turun berdiri disamping motor.


"Nanti ya Bang"


lanjut Dini yg bergelayut manja di legan Deni


Deni kembali mendarat kan ciuman nya di pipi Dini,yang telah membuat ada astrat menggebu.


"Ya udah pulang sana,"


lanjut Deni yang masih melihat punggung Dini menjauh


...----------------...


๐Ÿ‡ฉย ๐Ÿ‡บย ๐Ÿ‡ฐย ๐Ÿ‡บย ๐Ÿ‡ณย ๐Ÿ‡ฌย  ๐Ÿ‡ณย ๐Ÿ‡ดย ๐Ÿ‡ปย ๐Ÿ‡ชย ๐Ÿ‡ฑย  ๐Ÿ‡ฎย ๐Ÿ‡ณย ๐Ÿ‡ฎย  ๐Ÿ‡พย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ฆย ..


๐Ÿ‡ฉย ๐Ÿ‡ชย ๐Ÿ‡ณย ๐Ÿ‡ฌย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ณย  ๐Ÿ‡ปย ๐Ÿ‡ดย ๐Ÿ‡นย ๐Ÿ‡ชย ,๐Ÿ‡ตย ๐Ÿ‡ดย ๐Ÿ‡ฎย ๐Ÿ‡ณย  ๐Ÿ‡ฉย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ณย  ๐Ÿ‡ฑย ๐Ÿ‡ฎย ๐Ÿ‡ฐย ๐Ÿ‡ชย  ๐Ÿ‡ฉย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ทย ๐Ÿ‡ฎย  ๐Ÿ‡นย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ฒย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ณย  ๐Ÿ‡นย ๐Ÿ‡ชย ๐Ÿ‡ฒย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ณย  ๐Ÿ‡ธย ๐Ÿ‡ชย ๐Ÿ‡ฒย ๐Ÿ‡บย ๐Ÿ‡ฆย 


๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜๐Ÿคฉ

__ADS_1


๐Ÿ‡ธย ๐Ÿ‡ชย ๐Ÿ‡ทย ๐Ÿ‡นย ๐Ÿ‡ฆย  ๐Ÿ‡ฒย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ธย ๐Ÿ‡บย ๐Ÿ‡ฐย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ณย  ๐Ÿ‡ฉย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ฑย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ฒย  ๐Ÿ‡ฑย ๐Ÿ‡ฎย ๐Ÿ‡ธย ๐Ÿ‡นย  ๐Ÿ‡ซย ๐Ÿ‡ฆย ๐Ÿ‡ปย ๐Ÿ‡ดย ๐Ÿ‡ทย ๐Ÿ‡ฎย ๐Ÿ‡นย  ๐Ÿ‡ณย ๐Ÿ‡พย ๐Ÿ‡ฆย  ๐Ÿ‡พย ๐Ÿ‡ฆย 


๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2