
Deni yang merasa lapar kareana belum makan siang.
berhenti disebuah rumah makan padang
"Ayo "ujar Deni dengan mengandeng tangan Dini
"Uda makan dua!
minumnya jus jeruk dan alpukat ya Uda!"
ucap Deni memesan makana tuk Dia dan Dini
tak lama pesan mereka datang
"ini pesanannya,selamat menikmati!"
ujar payan restoran itu sembari menyusun berbagai macam lauk pauk yang mengoda lidah.
"ayok makan Bang,!"
ajak Dini yang terlihat mengirup kembali air ludah yang telah mengenang,
karan melihat semua lauk pauk yang menggiurkan dengan aromanya harum dan nikmat menggoda Indra penciuman nya.
ditambah lagi dia memang sangat lapar.
tingkah Dini tidak luput dari perhatian pria didepanya
yang membuatnya tersenyum kareana tingakah Dini yang sangat mengemaskan..
mereka makan dengan hening
tanpa ada pembicaran
hanya ada irama dentingan sendok saat bergesekan dengan piring.
tiba tida Dini tersedak saat minum
"pelan pelan Din"
ujar Deni dan menghampiri Dini mengusap usap tengkuk Dini dengan lembut.
saat Deni menyeruput jus jeruk
mata Dini berkerut
"Abang,itu kan jus aku!
rengek Dini manja dengan mata sendu..
"mau?
ini !"
ujar Deni memberikan miliknya
"just alpukat ini bagus tuk mu sayang!"
__ADS_1
lanjut Deni melihat Dini yang telah menyeruput jus jeruk
"mmm"
Dini menggelengkan kepala
"nantik aku bisa gendut"
lanjutnya menggembungkan kedua pipinya menyerupai bakpao
"hahaha"
Deni tertawa mendengarkan ucapan dan tingkah Dini
"ihh Abang"
Dini yang cemberut karena diketawain Deni
"sini"
ujar Deni yang telah menari Dini berada dalam pelukanya..
"ngak bakalan gemuk,dengan minum jus alpukat sayang"
ucap Deni yang telah membingkai muka Dini dan tidak lupa mendaratkan ciuman di bibir Dini yang sangat menggoda Deni..
Dini yang juga telah terbiasa dengan sentuhan lembut Deni.
mengalungkan tangan di leher Deni
"Abang gak malu kalo Dini gendut"
ucap Dini pelan melihat mata Deni dengan sendu..
gak bisa duduk sini lagi"
lanjut Dini mengusap lembut paha Deni..
Deni yang merasakan usapan Dini,
membuat nafasnya sesak ,
"seperti ini?".
ujar Deni yang telah meangkat tubuh ramping Dini duk diatas pahanya dan mengalungkan tangan nya dipinggang ramping Dini..
Dini menyembunyikan mukanya yang bersemu merah diatas bahu Deni,tangan Dini masih melingkar di leher Deni..
Deni semakin menguatkan pelukanya mengungkung tubuh Dini
hingga dia bisa merasakan pergerakan dada Dini yang turun naik..
Deni berusaha mengatur napasnya
perlahan pelukan mereka terlepas..
Deni pun kembali mencium bibir Dini yang telah menjadi kebiasaan nya.
"manis sekali"
__ADS_1
gumamnya dalam hati setelah menyeka bibir Dini yang basah bekas ciuman mereka..
"ayok"
seru Deni yang membatu Dini berdiri,.
setelah Deni membayar makan yang telah dimakan dan tidak melepas kan pautan tangan merka hingga menaiki motor..
Deni melajukan motornya menuju toko perhiasan
tak butuh waktu lama mereka sampai disalah satu toko yang ada dikota mereka...
"selamat datang,,bisa kami bantu?"
ujar karyawan toko saat melihat deni melangkah masuk.
"saya mau cari cincin pertunangan!"
balas Deni .
Dini tampak mengedarkan pandangannya melihat sekitar.
"sini,
silakan lihat-lihat dan pilih yang anda dan pasangan suka"
ujar karyawan toko sembari menunjukan begitu banyak model cincin capel..
"Din,,mana yang suka?"
panggil Deni yang melihat Dini disebelahnya
mata dini terfokus pada salah satu satu gelang yang menarik perhatian.
Dini kaget saat dipanggil Deni
"mm"
menoleh melihat deni dan deretan cincin dalam etalase.
"Dini,terserah Abang aja,
Dini suka semua pilihan Abang!"
ucap Dini takut kalo harga cincin yang dia suka terlalu mahal..
karena ingat pesan Ayah dan bundanya kemarin...
......................
𝐃𝐔𝐊𝐔𝐍𝐆 𝐍𝐎𝐕𝐄𝐋 𝐈𝐍𝐈 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐕𝐎𝐓𝐄 ,𝐏𝐎𝐈𝐍 ,𝐃𝐀𝐍 𝐋𝐈𝐊𝐄 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐭e𝐦𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚.
😉😍🤩
𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐥𝐢𝐬𝐭 𝐅𝐀𝐕𝐎𝐑𝐈𝐓 𝐧𝐲𝐚🙏🙏🙏
mampir juga di karyaku yang lain yaa
__ADS_1
🌹