PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
DENI


__ADS_3

Dini yang mersa masih sangat malu menghadapi Deni jika teringat kejadian kemarin,pagi ini Dini sangat gugup berbonceng dengan Deni hingga samai di depan gerbang sekolah dengan sigap mengambil tangan Deni,


mencium punggung tangannya


"Bang, Dini masuk sekolah dulu"


ujarnya dengan senyum menatap mata Deni.


Deni meangukan kepala sembari tersenyum melihat kelucuan atas tingakah gadis kecil yang telah berhasi mengisi ruang dadanya dengan cinta yang tak terbatas.


"Din ,nantik Abang tidak dikedai sini


Abang ada di cabang yang baru kita buka kemarin,


nantik Abang akan jemput pulang sekolah."


ucap Deni dengan lembut pada gadisnya yang masih memegan tangan Dini.


"Iya "


jawab dini singakat karana telah mersa sedikit risih karena banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berdua


,saat ini jam anak sekolah berdatangan kesekolah


Dini bergegas memasuki pekarangan sekolah,


Deni melajukan motornya menuju cabang kedai foto copy yang baru dibuka nya..


Cabang ini berada di dekat Sekolah sekolah, Perkantoran dan sebuah Puskesmas serta Pasar


dimana orang orang akan lalu lalang memfoto copy kan berkas berkas nya.


Sedangkan yang lama dekat dengan sekolah SMP,SMA dan kantor balai desa.


disana Deni mempunyai seorang kariawan yang tak lain adalah saudara jauhnya.


saat berada di kedai cabang Deni juga dibantu oleh seorang kariawan.


Deni yang telah selesai dengan kesibukan yang dibantu karyawannya


Deni memilih tuk istiraha sebentar,


Saat istirahat karena mersakan kantuk pelupuk matanya.


Deni semalam juga tidak bisa memejamkan matanya,


bayangan yang kejadian siangnya menari nari dalam memorinya


"Aku sudah gila"


ucap Deni pelan yang masih menatap langi langit kamarnya.

__ADS_1


Ciuman dan kelembutan dari kulit serta kekenyalan dari gunung Merapi dan singgalang milik Dini terus berputar putar dalam sel sel kalbunya yang membuat dirinya tersiksa


dan ingin madi air dingin tuk menurunkan suhunya bandan yang tersa panas .


Setelah selesai mandi Deni melangkah kan kaki keluar menuju dapur karena mersakan aus ..


sembari membawa gelas yang berisi air.


"Deni ,kamu belum tidur,"


tanya Ibu yang keluar dari kamar karena telah terbiasa bangun dini hari.


Deni menghampiri Ibuk nya yang masih duduk di atas sajadah setelah menjalankan shalat tahajud..


dan menidurkan kepala di paha Ibuknya .


"kamu kenapa Deni?"


tanya Ibuknya sembari mengusap lembut kepala anak laki lakinya itu.


"Buk,maaf kan Deni.


Deni sangat menyayangi Dini.


Deni mohon doakan kami bisa bersama"


ujar Deni sengan suara yang sedikit bergetar dan mersakan ketenangan atas usapan lembut ibu di kepalanya.


ucap Ibu sembari menatap wajah anak nya.


"Kamu sudah dewasa.


kamu juga sudah pantas tuk membina rumah tangga.


tapi ..."


ujar Ibuknya yang mengetahi keinginan anak nya tapi tertahan.


"Tapiii...?


karena Dini masih sekolah dan sangat kecil."


lanjut Deni sembari menatap Ibuknya dan melanjutkan kata-katanya dengan nanda pelan .


"Iya Nak,


tapi semua jodoh ,takdir maut cuma Allah yang mahakuasa.."lanjut Ibu memberikan semangat pada anak laki lakinya itu


tanpa disadari Deni pun telah tertidur si samping ibunya..


"Semoga kamu mendapatkan kebahagian dan jodoh yang benar menyayangi mu Nak."

__ADS_1


lirih Ibuknya dalam hati sembari menatap wajah anak laki laki nya yang tertidur sembari tersenyum


entah memimpikan apa anak nya itu sekarang.


Deni pun tebangun pagi pagi saat matahari telah menerangi bumi.


Bergegas mandi dan menemui Ibu serta Bapak.


"Buk,Pak sekarang Deni di kedai cabang yang didekat pasar,tolong doakan maju dan berkembang usaha Deni."


ucap Deni memohon sembari menatap wajah orang tuanya.


"Insyaallah berhasil Nak."


ujar Ibu.


"Bapak doakan maju dan berkembang."


ucab Bapak sembari memeluk anaknya dengan rasa bangga.


"Bapak dan Ibu sudah tua.


kalo kamu sudah mempunyai pekerjaan yang tatap


kami beharap kamu secepatnya menemukan orang yang bisa mendampingi mu ."


lanjut Bapak dengan penuh harap..


"Insyaallah Pak,semoga doa Bapak secepatnya dikabulkan Tuhan."


balas Deni mentap orang tua nya secara bergantian,pamit sembari melangkah kan kaki keluar mengambi sepeda motornya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...yang suka denga...


...🅿🆁🅰🅷🅰🆁🅰 🅲🅸🅽🆃🅰...


...🅳🅴🅽🅸 🅳🅰🅽 🅳🅸🅽🅸...


ᎷϴᎻϴΝ ᎠႮᏦႮΝᏀᎪΝ ΝϴᏙᎬᏞ ᏆΝᏆ🙏🙏🙏


ᎠᎬΝᏀᎪΝ ᏙϴͲᎬ, ᏢϴᏆΝ, ᎠᎪΝ ᏞᏆᏦᎬ ᎠᎪᎡᏆ ͲᎬᎷᎪΝ ՏᎬᎷႮᎪ 😉🤩😍


ᎫᎪΝᏀᎪΝ ᏞႮᏢᎪ ᏦᎪՏᏆᎻ ᎻᎪᎠᏆᎪᎻ ᎽᎪᎪ


🤭✌️


ՏᎬᎡͲᎪ ᎷᎪՏႮᏦᎪΝ ᎠᎪᏞᎪᎷ ᏞᏆՏͲ ҒᎪᏙϴᎡᏆͲ ΝᎽᎪ


🙏🙏🙏

__ADS_1


...🙏🙏😉...


__ADS_2