PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
LANJUT :88


__ADS_3

Mita dan Alan yang baru keluar setelah berpamitan,


menaiki kendaraan masing-masing.


Alan yang melihat saudari perempuannya lesu, singah merasa kasihan,


Alan sangat menyayangi satu satunya saudari perempuan itu walau dia sering usil hingga terjadi perdebatan dan pertengkaran kecil diantar mereka, tapi begitulah cara mereka.


"kak,, jangan dipikirkan omongan bapak tadi, yang penting santai, jangan dijadikan beban!"


ucap Alan pada Mita


Mita mengalihkan matanya melihat Alan dengan sedikit senyum,


"tukang lebih baik dan sedikit cantik,"


kelakar Alam yang membuat Mita memanyunkan bibinya,


"kak, aku duluan"


pamit Alan pada Mita didepan pintu gerbang rumahnya,


hingga Alan mendahului Mita melajukan motornya menjauh menuju sekolah masing-masing.


pagi ini si gadis tomboi yang sering di panggil para sahabatnya sebagai ketua mafia, tengah mengeluarkan motor kesayangannya,


Novi berpamitan kepada Nenek nya dengan menyalami tangan keriput sang Nenek dan tidak lupa mencium punggung tangan neneknya.


"Nek, Novi pamit dulu!"


izinnya dengan senyum yang mengembang di bibir saat melihat mata sendu nenek yang tulus Selma ini mencurahkan segala kasih sayang kepadanya,


semenjak Ibu Novi meninggal Novi tinggal bersama dengan nenek dan kakek nya tanpa sosok Ayah,


Ibu novi meninggal dunia dikala Novi berumur tiga setengah tahun dan Ayah nya menikah lagi...


itu sebab nya Novi tumbuh menjadi anak yang mandiri dan kuat serta tomboi.


selama ini Novi hanya dapat kasih sayang dari neneknya seorang karena setahun kepergian Ibunya,


Ayah kandung nya menikah lagi dan tidak ada kabarnya sampai Novi tumbuh jadi remaja seperti saat ini,


sedangkan sang kakek ikut dipanggil Tuhan saat Novi menginjak usia empat tahun..


Novi melajukan motor kesayangannya menembus ramenya jalan menelusuri sekolah, butuh waktu setengah jam baru Novi bisa sampai di gerbang sekolah yang berbarengan dengan pasangan penganten baru.


Novi menyipitkan matanya dan berdehem walau tenggorokan tidak gatal saat melihat Deni mencium puncak kepala Dini.


Baru saya Novi sampai di parkiran terdengar deru suara motor Mita yang juga berhenti di parkiran sekolah.


Mita, Novi dan Dini beriringan menuju rungan ujian mereka,


"Yully mana ya?"


tanya Mita sembari mengedarkan pandanganya.


"ah, dia paling masih di jalan sama tu cowok!"


celetuk Novi


tiba-tiba Mita terperanjat saat dia melihat Alam yang tengah duduk disalah satu ruangan,


dengan ekor mata nya Mita melihat Alam yang tengah asyik berbincang di-rungan itu.


Mita sedikit lega karena. telah melihat orang yang selalu berada dalam hatinya,


"kamu lihat apa sih?


kalo jalan itu lihat ke depan!"


protes Novi pada Mita


"nggak ada"


celetuk Novi sembari memperlihatkan deretan giginya dan mensejajarkan langkah dengan kedua sahabat nya itu


"Mita, Novi, Dini, tungguin!"


dari kejauhan mereka mendengar pekikan suara orang meneriaki nama mereka bertiga hingga mereka menoleh kebelakang,


"tu Yully "


tunjuk Dini yang melihat Yully sedang berlari kecil mengejar mereka bertiga,


"kaman aja sih, telat kali?"


tanya Novi pada Yully yang tengah ngos ngosan yang abis berlari disepanjang lorong sekolah.


"sabar napa, nggak lihat ni teman lagi kesusahan?"


protes Yully dengan berusaha menstabilkan pernapasannya,


merek beriringan berempat menuju rungan ujian, dengan segala canda dan tawa hingga mereka tidak memperdulikan sorot mata yang memerhatikan tingkah dan kekonyolan mereka,..


Mita yang baru sampai di tempat duduk nya, merogoh tas mencari keberadaan benda pipih miliknya

__ADS_1


"dimana sih"


bisik Mita sembari mengobok obok isi tasnya,


"nah ini dia"


ucap Mita saat memegang tangannya berhasil memegang benda yang dicarinya,


hingga seisi ruangan melihat kearah Mita heran,


Mita hanya cengar-cengir sembari memperlihatkan deretan gigi putihnya,


"hp aja diributin"


ujar salah seorang yang ada di-rungan itu yang tidak dipedulikan oleh Mita.


sehingga yang lain kemabli mengacuhkan Mita yang tengah asyik sedang mengotak Atik benda pipih yanga berada ditangannya.


Mita sedang melihat profil wa nya Alam, hingga tersipu sipu melihat foto Alam yang terpajang di sana dengan raut wah yang merona pink.


"sungguh ciptaan tuhan yang sanggup memporak porandakan hatiku"


Mita membatin sembari menyimpan benda pipih itu kembali kedalam tasnya..


saat jam istirahat Mita tidak lagi melihat sosok laki laki tampan yang semenjak Minggu kemarin selalu mengaduk aduk perasaan dan pikirannya..


"kamu kenapa sih?"


tanya Novi sembari memegang pundak Mita yang sedari tadi gelisah.


"Aku ke WC dulu ya!"


sela Mita sembari beranjak meninggalkan ketiga sahabatnya,


Mita sengaja menghindar dari pertanyaan sahabat nya Karan Mita belum siap tuk bercerita yang sebenarnya,


hingga dia mengendap sendiri di dalam hatinya.


"suatu saat kalian akan tahu dan maaf kan aku yang tidak bisa berkata jujur saat ini."


gumam Mita sembari melihat sahabatnya menuju sebuah WC sekolah,


"kamu kenapa seperti menghindari aku sih"


rintih Mita saat teringat akan Alam yang kembali cuek pada nya.


perlahan Mita memejamkan mata menahan sebak di dada..


"ternya sakit kayak gini, memendam sendiri!"


"tu anak semakin aneh kayak nya!"


"aku perhatian semenjak Minggu itu deh!"


kayaknya sengaja menghindar"


celetuk Yully yang juga penasaran dengan tingkah Mita


"kayaknya ada yang ditutupi dari kita!"


yang di anggukan oleh Yully.


"emang Minggu kemarin Mita. nggak datang sih!"


sela Dini yang teringat akan tidak kehadiran Mita di acara pernikahan dadak nya.


"emang, Mita udah tau kalo kamu udah nikah?"


bisik Yully pada Dini sembari mengawasi sekitar memastikan kalo tidak ada orang lain yang mendengar pembicaraan mereka,


"aku belum sempat kasih tau, karena belum sempat dan waktunya juga nggak tepat!"


balas Dini sembari melihat kearah Novi.


Novi terlihat bingung saat Dini menatapnya,


"biarkan saja seperti ini dulu!"


lanjut Novi yang tidak paham arti dari tatapan sahabat ya itu.


"tapi aku penasaran dengan Mita, dimana tempat yang didatanginya Minggu itu,


sangat indah dan terkesan romatis!"


decit Yully pada kedua sahabatnya,


"aku juga penasaran , Minggu itu kamu kemana sama tu cowok?,


sampai tega ninggalin aku?"


sela Novi mengingat kejadian waktu itu.


Yully yang di cecar Novi membulatkan mata dan kemudian tertawa


"kamu cemburu?

__ADS_1


maaf daku!


kelakar Yully sembari melipat tangan melihat ekspresi Novi yang memelototinya.


"ngomong ngomong, gimana?"


cicit Yully pada Dini sembari memainkan alias matanya,


dengan sedikit mencolek Dini.


Dini yang paham maksud dari pertanyaan Yully, hanya menyipit kan mata, sembari meletakan jari telunjuk di depan bibirnya, takut kalo ada yang mendengar pembicaraan mereka,


"aman kok, udah steril!"


timpal Yully sembari membentuk lingkaran dengan menyatukan ujung jari telunjuk dan ujung jari jempolnya.


"apa yang aman?"


sela Mita yang baru sampai,, setelah memenangkan hati dan mencuci mukanya setelah meluapkan sedih dikamar mandi.


"lama amat di WC nya?,


jangan bilang kalo kamu juga beraneka didalam WC!"


tanya dan kelakar Yully, pada Mita yang kembali bergabung dengan ketiga sahabatnya.


"ngak lucu,


yang ada beranak dalam kubur!"


timpal Mita dan dikuti ketawa diantara mereka berempat.


π»π‘Žπ‘–π‘–.....


π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž...


😊😊


π·π‘ˆπΎπ‘ˆπ‘πΊ 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž......


πŸ˜‰πŸ€©πŸ˜


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 π‘‘π‘Žπ‘› 𝐡𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 π‘¦π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘’


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


π‘‘π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘ π‘œπ‘π‘Žπ‘›!


😘😘😘


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘Žπ’‰π‘›π‘¦π‘Ž


🀭🀭🀭🀭🀭


π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”.


πŸ₯°πŸ€—πŸ₯³πŸŒž


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ’‰


πŸ’–πŸ’‹


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


terimakasih kepada:


yang telah setia membaca karya saya,πŸ™


semua tuluisan saya asli dari pemikiran dan imajinasi saya sendiri,yang dibumbui dengan sedikit pengalaman nyata.


🀭


saya hanya penulis baru, yang awalnya coba coba namun ketagihan 🀭


Terimakasih yang sebesar-besarnya karena telah memberikan


LIKE, KOMENTAR DAN DUKUNGAN,πŸ™


Tanpa dukungan anda semua saya bukan apa-apa dan tidak menjadi seperti sekarang πŸ€—


jangan lupa mampir juga dicerita saya yang lain


PRAHARA CINTA


MAAFKAN AKU BUNDA


AKU, KAU DAN IBU MU


ARSIL


πŸ™

__ADS_1


__ADS_2