PRAHARA CINTA

PRAHARA CINTA
LANJUT :89


__ADS_3

Saat bel pulang berbunyi , dengan langkah yang panjang Alam bergegas ketempat parkiran mengambil RX-KING, Alam sangat terburu buru sengaja menghindari salah seorang yang dianggapnya sebagai pengganggu baginya saat ini,


Alam melajukan motornya dengan kencang tanpa mempedulikan murid yang lain.


setelah cukup jauh dari sekolah Alam memelankan laju motornya, terlihat lebih santai,


tidak lupa Alam juga menyulut sebatang rokok, sesekali Alam meniupkan kepulan asap dari mulutnya.


Alam bukanya pulang ke rumah, dia malah pergi ketempat favorit yang merupakan tempat tongkrongan dengan semua temannya, Dia sedang ngumpul dengan pria sebaya dengan nya disalah satu ruko,


yang dibawahnya merupakan tempat rental PS yang sangat rame didatangi anak remaja..


Alam merupakan pengunjung wajib di ruko itu dan sangat dikenal oleh semua orang ditempat PS.


"udah balik sekolah bro?*


seru salah seorang yang didalam ruangan lantai satu itu saat melihat Alam melenggang masuk sembari memetik rokok di bibirnya.


"udah bang!"


timpal Alam dengan santai menuju tangga lantai dua,


Alam melempar tasnya sembarang, hingga membuka lemari pendingin mengambil minuman yang ada disana.


Alam yang tengah tiduran disalah satu kursi panjang di atas gedung itu,


tiba tiba teringat akan Mita dan senyumnya manis menari nari di pelupuk mata Alam..


"sial,, kenapa aku teringat dia?"


umpat Alam sembari menyapu mukanya dengan kasar.


Alam yang awalnya ingin membuat Dini marah karena telah mempermainkan sahabatnya,


sialnya sekarang malah dia yang sering teringat akan kebaikan dan kebutan Mita,


apalagi kepolosan dan ketulusan Mita padanya.


Alam bangkit dan mencuci mukanya kedalam toilet,


"awalnya aku cuma pengen balas dendam, tapi kenapa aku sering teringat tu cewek ya?"


gumam Alam didepan cermin menatap wajahnya yang bingung dengan rambut yang awut awutan.


"sial"


umpat Alam kembali hingga memukul dinding toilet


yang diiringi tetesan air keran yang tidak tertutup rapat


"tes... tes...tes..."


orang orang yang berada di ruangan itu saling bertatapan saat mendengar umpatan dan suara dinding yang kena tinju,


"dhuak"


saat Alam keluar salah satu temanya tercengang dan keheranan melihat Alam yang sangat kusut.


"kenapa bro?"


tanya penasaran sahabatnya sembari melihat tangan kanan Alam yang memerah sehabis meninju dinding.


Alam tidak menjawab dan kembali merebahkan badan nya ditempat semula.


Alam meraih botol air mineral yang sedari tadi telah disediakan nya,,


"gluk,,, gluk,,, gluk,,,"


bunyi air yang mengaliri tenggorokan Alam yang terasa kering.


"tembok 6ang tidak tau apa apa menjadi pelampiasan kekesalan mu!"


celetuk salah seorang di sana,


"kalo kamu ada masalah, cerita.


jangan di simpan sendiri!"


lanjutnya yang melihat Alam tengah meremas botol air mineral 6ang sudah tandas diminum.


tiba-tiba Alam meraih jaket Levis yang tergantung disalah satu kursi,


melangkah keluar meninggalkan gedung itu,


"kemana kamu lagi bro?"


tanya salah seseorang temanya yang tengah asik main PS di bagian bawah ruko,


"aku balik!"


balas Alam singkat meninggalkan ruangan itu , kemudian menghidupkan motor RX-King miliknya,


di Koridor sekolah keempat cewek remaja itu berpamitan satu sama lain ,


"aku balik deh, capek mau tidur cantik!"


sela Mita pada temanya seraya memisahkan diri menuju plataran parkir sekolah


"aku juga balik, gerah!"


susul Novi sembari penggerakan Krah bajunya dan melihat keruangan terbuka menunjukkan cuaca yang panas terik,


"kamu ngak balik Uly?"


tanya Novi penuh selidik saat Yully mengikuti langkah Dini,


Yully hanya senyum senyum tidak menjawab.


"semenjak kapan kamu jadi orang gagu?"


ejek Novi pada Yully

__ADS_1


Yully terlihat santai


Dini terdiam melihat perdebatan dua sahabatnya itu,


"dasar ulat keket,


jangan pacaran aja,


mending halalkan dulu!"


sindir Novi hingga mata Dini membulat melihat Novi,


Novi yang merasa bersalah, menatap Dini layu,


"sorry"


ternyata ada yang kesenggol imbuh Novi sembari mengangkat dua jari berbentuk huruf V.


Mita dan Novi tengah mengambil motor diparkiran,


mereka memilih tuk pulang ke rumah,


karena Novi malas tuk ngumpul di kedai depan sekolah karena akan menjadi saksi hidup kebucinan dua pasang anak manusia,


"yang satu pasangan halal,


yang satunya pasangan,,,!"


gumam Novi saat melewati Dini dan Yully.


sedangkan Mita memilih pulang kerumahnya karena ingin memenangkan pikirannya dan tidak ingin diketahui oleh sahabat nya segala kegalauan yang melandanya,


Dini yang baru sampai di kedai suaminya, terus berjalan ke belakang ,hendak mengganti bajunya,


Bio yang melihat Yully mengekor,


"sssss,kemana?"


tegur Bio sembari mengetakan tangan memangil Yully agar mendekat padanya.


dengan patuh Yully menghampiri Bio, yang melihat sembari menautkan dua alis,


"ngapain ikut? itu ruangan privasi sekarang!"


ujar Bio 6ang telah mengenyam tangan Yully lembut.


Yully kaget dengan menutup mulutnya yang terbuka,


"lupa"


seketika Yully sembari memukul jidatnya.


"jangan dipukul beb"


tegur Bio sembari mendaratkan ciuman tepat di jidat yang nari dipukul Yully.


Yully bersemu merah dengan senyum yang mengembang.


kelakar Bio pelan namun terdengar jelas ditelinga Yully,


kembali Yully mata Yully membulat melihat Bio yang dibalas Bio dengan kedipan sebelah mata,


"sabar ya,bentar lagi kok!"


lanjut Bio sembari menarik Yully hingga terduduk di pangkuan Bio..


"kalian ngapain?"


pertanyaan itu lolos keluar dari mulut Dini yang baru keluar dari kamar belakang namun telah disuguhkan adegan romantis.


mata Dini tidak beralih dari sepasang kekasih itu, hingga Yully berdiri sembari menghampiri Dini,


"kamu?"


ucap Yully sembari menunjuk Dini dan kearah kamar secara bergantian.


"apaan sih?"


protes Dini menurunkan tangan Yully yang masih menunjuk dirinya, serta menarik Yully duduk.


"jangan aneh aneh deh,


Abang tidak ada di dalam!"


Selasa Dini yang paham atas keheranan sahabatnya itu.


"Abang pergi beli barang, ke kota, lihat tu 7dah pada kosong stok barang di rak dan etalase,


sama juga dengan yang dekat pasar."


tutur Dini membatu menunjuk isi etalase dan rak pajang di ruangan itu.


Yully mengamati seluruh ruangan dan kembali tersenyum melihat Dini yang duduk kesal disampingnya,


"mangkanya otak jang mikir kejauhan"


geram Dini


sudut mata Yully melihat Bio yang terlihat santai seolah olah tidak terjadi sesuatu,


"beb,, kamu ngerjain aku yaa?"


teriak Yully pada Bio


Bio yang mendengar lengkingan suara Yully tersenyum,


"tenang, santai yang pentingkan seru!"


pungkas Bio hingga membuat Yully memejamkan mata.


"Ayo, kita cari makan yuk,

__ADS_1


lapar ni!"


Ajak Dini sembari mengusap perutnya.


karena tadi pagi Dini telah berpesan pada Dini kalo harus menunggu nya di kedai,


karena Deni akan kembali sore dari kota.


itu pun Bio mengetahuinya.


"beb, udah makan belum?"


tanya Yully pada Bio saat mengikuti langkah Dini menuju warung nasi Ampera 10000 di ujung jalan,


"belum,"


ujar Bio jujur,


Karan sedari tadi dia hanya makan goreng pisang yang dibeli Deni tadi pagi.


Diperjalanan Yully yang penasaran, tidak sanggup menahan lidahnya tuk bertanya,


"Dini, kamu udah itu an sama babang tangan?"


pertanyaan itu lolos dari mulutnya tanpa disaring membuat Dini kaget dan mencubit pinggang Yully hingga Yully berteriak,


"aau,,, sakit nyonya,"


teriak Yully mengusap pinggangnya yang perih seperti digigit semut rangrang saat memanjat pohon rambutan didepan rumah.


"ini namanya kekerasan dalam persahabatan!"


celetuk Yully melihat Dini yang tertawa riang disampingnya nya hingga mereka sampai didepan warung Ampera 10000.


Yully dan Dini sedang sibuk memilih lauk yang akan mereka pesan hingga mata mereka tertuju pada lauk yang membuat air ludah mereka ngeces.


mereka tertawa saat menyeka air yang mengalir dari tepi bibir,


"Buk, pesan tiga bungkus dengan ikan saus asam manis!"


tunjuk Dini pada piring besar yang berisi goe g ikan saus asam manis,


"ok, siap, tunggu sebentar!"


respon penjual Ampera 10000.


dengan patuh mata yang teliti mereka berdua melihat kepiawaian ibu itu membungkukkan pesan mereka, hingga selesai.


sesampai di kedai mereka makan bersama, dengan lahap sesekali diselingi dengan tawa karena Bio yang suka melucu dengan berbagai macam ceritanya.


π»π‘Žπ‘–π‘–.....


π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž...


😊😊


π·π‘ˆπΎπ‘ˆπ‘πΊ 𝑁𝑂𝑉𝐸𝐿 𝐼𝑁𝐼.....


π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› 𝑉𝑂𝑇𝐸, 𝑃𝑂𝐼𝑁, 𝐷𝐴𝑁 𝐿𝐼𝐾𝐸


π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž......


πŸ˜‰πŸ€©πŸ˜


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž 𝐿𝐼𝑆𝑇 𝐹𝐴𝑉𝑂𝑅𝐼𝑇 π‘‘π‘Žπ‘› 𝐡𝐼𝑆𝐴 𝑅𝐴𝑁𝑇𝐼𝑁𝐺 π‘¦π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘˜π‘’


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


π‘‘π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› 𝐾𝑂𝑀𝐸𝑁 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘ π‘œπ‘π‘Žπ‘›!


😘😘😘


π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘Žπ’‰π‘›π‘¦π‘Ž


🀭🀭🀭🀭🀭


π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘–π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”.


πŸ₯°πŸ€—πŸ₯³πŸŒž


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘›π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ’‰


πŸ’–πŸ’‹


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


terimakasih kepada:


yang telah setia membaca karya saya,πŸ™


semua tuluisan saya asli dari pemikiran dan imajinasi saya sendiri,yang dibumbui dengan sedikit pengalaman nyata.


🀭


saya hanya penulis baru, yang awalnya coba coba namun ketagihan 🀭


Terimakasih yang sebesar-besarnya karena telah memberikan


LIKE, KOMENTAR DAN DUKUNGAN,πŸ™


Tanpa dukungan anda semua saya bukan apa-apa dan tidak menjadi seperti sekarang πŸ€—


jangan lupa mampir juga dicerita saya yang lain


PRAHARA CINTA


MAAFKAN AKU BUNDA


AKU, KAU DAN IBU MU


ARSIL

__ADS_1


πŸ™


__ADS_2