
Dua kuarga telah berda ditempat yang ditentukan..
tidak ada kecanggungan dari dua keluarga kecuali.
Dini yang sedari tadi mendadak menjadi anak pendiam,
tanpa berani menatap orang yang ada dalam ruanga itu,
Dini malah memilih memainkan hp nya dengan menundukkan kapala, agar tidak ketauan rasa gugup yang melanda nya saat ini..
Berbeda dengan Deni yang sudah terbiasa berbicara dengan orang tua Dini.
Dalam keadaan santai tapi masih tetap memperhatikan Dini. Deni
mersa kasihan melihat di6ni yang terus menunduk
"Dini"
panggil Deni dengan pelan tapi masih bisa didengar semua orag yang ada dalam ruangan itu.
karena orang tua masih asik bercerita tidak menghiraukan nya
kecuali Bunda yang meliahat Deni dan Dini secara bergantian.
pelan pelan Dini melihat kearah Deni
dengan tatapan sendu.
Perlahan Deni menggeser duduknya ke sisi Dini,
"ayolah
santai aja,
ini kan cuma makan keluarga."
bisik Deni menenangkan Dini yang terlihat canggung.
Saat pesan datang
"ayo makan dulu."
ajak Ayah Dini pada orang tua Deni.
setelah selesai makan.
Ayah Dini memulai pembicaran dari tujuan mereka pertemuan..
"anak anak kita selama ini sudah semakin dekat.
kami ingin melanjutkan ke yang lebih lanjut."
ujar Ayah Dini tanpa berbelit belit lansung pada tujuanya..
"maksut suami saya,,
bagai mana klo anak kita mereka bertunangan dulu..
karena putri kami masih sekolah?"
lanjut Bunda Dini dengan menatap ka arah mata Ibu Deni dengan serius tapi masih terukir senyum dari bibirnya yang merah..
__ADS_1
mendengar kan pembicaraan orang tua nya Dini membulatkan mata nya.
"Bun"
namun terhenti saat Bunda memegang paha anak gadisnya dengan menepuk nepuk pelan,
Dini melihat kearah Deni,
Deni meanggukan kepalanya secara pelan.
akhirnya Dini memilih utuk diam dan menjadi pendengar..
"kenapa Ayah dan Bunda tidak memberi tahu pada ku?"
gumam Dini dalam hati dan jantung yang semakin berdetak kencang menunggu jawaban dari orang tua Deni..
"klo ditolak Ayah dan Bunda bakal malu dan marah pada ku."
lanjut Dini dalam hati mentap kearah Bunda dengan matanya yang penuh kekwatiran..
"kami sebagai orang tua..
hanya bisa mendukung keinginan dari Deni."
lanjut Bapak membalas niat dari Ayah dan Bunda Dini setelah terdiam beberapa detik
karena terharu .
"lebih cepat lebih baik."
lanjut 5bapak sembari melihat kepada anaknya memastikan keyakinan dari diri Deni..
"iya kami pun ingin ..
dilaksankan secepatnya..
agar anak anak ada ikatannya!"
lanjut Ibu Deni sembari menggenggam tangan Bunda Dini...
"kita adakan sebelum Dini ujian mid semester dua ini."
ujar Ayah menyampaikan usulnya.
" bagai mana kalo minggu depan?
hanya keluarga inti saja!"
lanjut Bunda dengan nada suara yang pasti..
"kami menerima semua keputusan !"
balas Bapak Deni
akirnya mereka saling bersalaman
dan mersa telah mendapat kan keputusan yang pasti
mereka memilih tuk pulang kerumah masing masing.
"buk, Pak tunggu sebentar gokar akan datang!"
__ADS_1
ucap Deni pada orang tuanya dengan santun.
"Dini."
panggil Ibu Deni dengan lembuat
membuat Dini menoleh
"ya Tante!"
saut Dini dengan gugup
"panggil Ibu lah,.sama sama Deni.
nantik main lah kerumah ya!
Ibu tunggu!"
lanjut ucap Ibu sembari memeluk Dini .
Dini mengedarkan pandanganya kearah Bunda
"iya ,nantik Dini bertamu."
ujar Bunda kerena melihat putrinya mencari bantuan padanya .
Akinya mereka tersnyum melihat tingkah Dini yang masih kekanakan kanakan..setelah gokar datang orang tua Deni pamit tinggalan Deni , Dini dan orang tua Dini..
"Deni tolong antar kan Dini pulang ya.
Bunda tunggu dirumah.
karena Bunda mau pergi bersama Ayah sebentar."
ujar Bunda sembari menggenggam tangan calon tunagan anak nya.
Ayah juga memukul bahu Deni dengan lembuat
membuat Dini tertunduk malu..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...bagi yang suka dengan...
...🅿🆁🅰🅷🅰🆁🅰 🅲🅸🅽🆃🅰...
...🅳🅴🅽🅸 🅳🅰🅽 🅳🅸🅽🅸...
ᎷϴᎻϴΝ ᎠႮᏦႮΝᏀᎪΝ ΝϴᏙᎬᏞ ᏆΝᏆ🙏🙏🙏
ᎠᎬΝᏀᎪΝ ᏙϴͲᎬ, ᏢϴᏆΝ, ᎠᎪΝ ᏞᏆᏦᎬ ᎠᎪᎡᏆ ͲᎬᎷᎪΝ ՏᎬᎷႮᎪ 😉🤩😍
ᎫᎪΝᏀᎪΝ ᏞႮᏢᎪ ᏦᎪՏᏆᎻ ᎻᎪᎠᏆᎪᎻ ᎽᎪᎪ
🤭✌️
ՏᎬᎡͲᎪ ᎷᎪՏႮᏦᎪΝ ᎠᎪᏞᎪᎷ ᏞᏆՏͲ ҒᎪᏙϴᎡᏆͲ ΝᎽᎪ
🙏🙏🙏
...🙏😉...
__ADS_1