Rahim Untuk Sahabat Suamiku

Rahim Untuk Sahabat Suamiku
TERGILA-GILA


__ADS_3

Jam di kamar sudah menunjukkan lewat tengah malam. Pergelutan tanpa rasa di antara Dean dan Melanie juga sudah berakhir sejak tadi. Dean mengusap lembut kepala Melanie yang masih bersembunyi di dalam pelukannya.


Dean tidak pernah sebrengsek ini sebelumnya saat sedang bercinta dengan Melanie. Sekalipun bentuk tubuh Melanie sudah banyak mengalami perubahan, tapi Dean tak pernah mempermasalahkan apalagi memikirkan tentang tubuh wanita lain di luaran sana.


Namun malam ini, Dean sudah menjadi pria paling brengsek di muka bumi. Dean memang mencumbu Melanie, tapi pikiran Dean terus saja membayangkan Felichia dan semua kesempurnaan dalan tubuh Felichia.


Aaah!


Ini benar-benar sudah gila!


Dean melepaskan perlahan dekapannya pada Melanie yang sudah tertidur pulas. Sepertinya istri Dean itu benar-benar kelelahan setelah pergelutan tadi.


Setelah merapatkan selimut Melanie, Deanmsegera memakai bajunya dan keluar dari kamar. Tujuan Dean adalah dapur karena Dean ingin minum air dingin sebanyak mungkin demi mendinginkan otaknya yang hanya dipenuhi oleh bayangan tubuh Felichia menyebalkan.


Tidak!


Brengsek!


Dean kembali harus berbalik masuk ke kamar untuk muntah-muntah karena dirinya yang baru saja mengumpati Felichia. Entah sampai kapan penderitaan Dean ini akan berakhir.


Dean keluar lagi dari kamar, setelah membersihkan otak dan pikirannya dari segala jenis umpatan untuk Felichia. Rasa mual Dean sudah langsung menguap pergi. Dean kembali menuju ke dapur, saat kedua netranya menangkap sosok wanita yang sedang menikmati sesuatu di keremangan lampu dapur.


Ya, itu adalah Felichia!


Felichia terlihat sedang makan dalam diam di bawah cahaya lampu dapur yang sepertinya sengaja dinyalakan redup. Dalam gelap, Dean menatap pada wanita yang sedang mengandung calon anaknya tersebut. Felichia terlihat lahap memakan pudding serta potongan buah di hadapannya.


Ah, Dean jadi ingin makan pudding juga dan menikmatinya satu piring bersama Felichia.


Tidak!


Dean menggeleng-gelengkan kepalanya dengan frustasi dan mencoba mengusir pikiran konyol di kepalanya tentang makan pudding sepiring berdua dengan Felichia.


Sial!


Dean tidak bisa menahannya lagi sekarang!


Dean mengayunkan langkahnya ke arah dapur dan pura-pura lewat di samping Felichia yang hanya diam membisu dan seolah tak melihat Dean lewat. Wanita itu tetap fokus pada pudding dan buahnya tanpa sedikitpun melirik ke arah Dean.


Apa dia buta?


Dean membuka pintu kulkas dan mengambil air mineral dingin sambil pura-pura membuat sedikit suara untuk menarik perhatian Felichia. Namun hasilnya nihil!


Felichia tak bereaksi apapun dan tetap menganggap kalau Dean tak ada di dapur.


Benar-benar menyebalkan!


Dean meneguk air mineral di botol hingga tandas tak tersisa. Lau melemparkan botol ke tempat sampah dengan sedikit kasar demi meluapkan emosinya. Dean lanjut melangkahkan kakinya ke arah Felichia lagi, lalu tanpa basa-basi, Dean menyambar piring berisi pudding yang masih dinikmati oleh Felichia.

__ADS_1


Felichia kaget.


Tentu saja!


Namun anehnya wanita itu hanya diam dan tak sedikitpun mengajukan protes


Dasar brengsek!


Baru kali ini Dean merasa tak terima karena dicueki oleh seorang wanita yang tak penting. Kenapa wanita itu jual mahal sekali?


Dean masih menikmati pudding sisa Felichia dan terus menjejalkannya ke dalam mulut dalam potongan besar. Rasa mual kembali menghampiri Dean karena tanpa sadar Dean sudah mengumpat dan tak berhenti mengatai serta menjelek-jelekkan Felichia.


Namun kali ini Dean bisa mengendalikan rasa mualnya dan lanjut melahap pudding yang hanya tertinggal satu suapan saja.


Apa?


Cepat sekali pudding Dean raib.


Setelah memakan potongan pudding terakhir Dean kembali menatap ke arah dimana Felichia tadi duduk.


Tidak ada!


Felichia sudah tidak ada di tempatnya semula tadi. Kenapa wanita itu cepat sekali hilangnya?


Apa dia seorang nenek sihir?


****


Erlan!


"Kau dimana, Erlan?"


"Aku merindukanmu dan ingin memelukmu sekarang," Felichia menangis terisak dan meraih guling untuk ia peluk. Membayangkan itu adalah Erlan, meskipun itu bukan Erlan.


Felichia rindu pada Erlan.


Felichia rindu pada pelukan suaminya tersebut.


Felichia juga rindu pada sentuhan dan cumbuan Erlan yang begitu lembut memabukkan.


Felichia rindu semuanya!


Felichia terus larut dalam tangis kesedihan serta kerinduannya yang mendalam pada Erlan, hingga rasa kantuk datang menyergap. Meskipun airmatanya belum berhenti mengalir, namun rasa kantuk yang sudah sangat mengganggu akhirnya membuat Felichia tak kuasa lagi untuk menahannya.


Felichia sudah memejamkan mata dan hampir masuk ke alam mimpi saat wanita itu merasakan sebuah tangan yang membuka kancing piyamanya. Felichia ingin bangun dan memastikan apa ia sedang bermimpi atau tidak tapi Felichia terlalu mengantuk dan lelah, jadi ia membiarkan saja saat tangan asing itu membuka kancing piyamanya sampai selesai, lalu menyingkap bra yang menutupi gundukan kenyal milik Felichia.


Felichia tak tahu lagi apa yang terjadi selanjutnya, karena menurut Felichia itu hanya sebuah mimpi yang datang karena Felichia yang begitu merindukan Erlan. Felichia sedang bermimpi dicumbu oleh suaminya tersebut, hingga tanpa sadar Felichia mendes*h dan menggumamkan nama Erlan.

__ADS_1


"Erlan, aku mencintaimu!"


****


"Erlan, aaah!"


"Aku mencintaimu!"


Racauan dari bibir Felichia langsung bisa menghentikan aktivitas Dean yang sedang mengeksplore dada wanita hamil tersebut.


Ya!


Salahkan Dean yang tak bisa menahan diri serta Felichia yang tak pernah mengunci pintu kamar. Namun kini hati Dean mendadak terasa nyeri karena Felichia yang baru saja menggumamkan nama Erlan.


Brengsek!


Ada apa sebenarnya dengan Dean?


Dean bangkit berdiri dan langsung melesat keluar dari kamar Felichia, tanpa membenarkan piyama wanita tersebut. Dean langsung masuk kembali ke kamarnya, saat jantung Dean nyaris melompat keluar karena Melanie yang sudag bangun lagi dan kini duduk di atas tempat tidur sambil hanya berbalut selimut.


"Dean, kau dari mana?" Tanya Melanie menatap pada suaminya yang bernafas tak teratur.


Aneh!


"Maaf, Sayang! Aku tadi kaget melihat kau yang tiba-tiba sudah bangun," ucap Dean seraya naik ke atas tempat tidur dan langsung mendekat ke arah Melanie


"Kau darimana? Kau tidak minum, kan?" Tanya Melanie curiga yang langsung mengendus bau nafas Dean. Tidak ada bau alkohol atau semacamnya.


"Aku minum air mineral di dapur," jawab Dean sedikit terkekeh.


Dean mendorong lembut tubuh Melanie hingga istrinya itu kembali terbaring.


"Dean!" Melanie menahan dada Dean yang sudah terlihat bergairah.


Ini sedikit aneh, mengingat Dean dan Melanie yang bahkan belum melakukan foreplay.


"Satu kali lagi, lalu kau boleh tidur," pinta Dean memohon.


Melanie jadi tidak tega dan akhirnya wanita itu kembali melayani Dean dengan sepenuh hati, tanpa Melanie tahu kalau sebenarnya Dean tengah membayangkan Felichia selama pergelutan mereka berdua.


Dean tergila-gila pada Felichia sekarang karena ngidam sialan ini!


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia. .


__ADS_2