Rahim Untuk Sahabat Suamiku

Rahim Untuk Sahabat Suamiku
TITIK TERANG


__ADS_3

[Kapan ada jadwal pekerjaan lagi di kota ini, Aaron?] -Dean-


[Belum tahu. Kenapa memang? Kau seperti baru saja menemukan pacar di sana hingga ingin kembali ke kota itu lagi] -Aaron-


[Menemukan sebuah keluarga lebih tepatnya. Hatiku tak pernah merasa sehangat ini sebelumnya] -Dean-


[Baiklah, apa kau akan menjadi seorang pujangga sebentar lagi] -Aaron-


[Oh, ya ampun! Aku belum tidur sejak semalam karena putriku mengajakku begadang, dan kau malah akan membaca ssbuab puisi sebentar lagi] -Aaron-


[Kau sudah jadi seorang ayah? Kenapa tak memberitahuku? Anakmu perempuan atau laki-laki?] -Dean-


[Tolong baca ulang pesanku di baris atas, Pak Dean!] -Aaron-


[Baiklah, maaf! Aku belum pikun dan hanya tak teliti saja saat membaca pesanmu tadi.] -Dean-


[Terserah!] -Aaron-


[Jadi soal pekerjaan di kota ini? Bisakah kau buat jadwal yang lebih banyak?] -Dean-


[Jika tidak ada proyek di sana, mau membuat jadwal apa? Kecuali kau memindahkan kantor Alexander Group ke kota itu, maka akan banyak pekerjaan untukmu di kota itu] -Aaron-


[Ide bagus! Aku akan segera merealisasikannya] -Dean-


[Kau gila, Dean! Hal macam apa yang sebenarnya sudah membuatmu menjadi gila begini?] -Aaron-


Dean tanpa ragu mengirimkan fotohya bersama Richard, Naka, dan Gika yang tadi sempat diambil oleh Felichia sebelum Dean pamit pergi.


[Anak-anak yang lucu! Kau baru saja mengunjungi panti asuhan?] -Aaron-


[Itu adalah anak yang tempo hari aku berikan darahku. Ternyata dia juga punya sepasang adik kembar yang lucu dan menggemaskan] -Dean-


[Yjcjyyhk.jli77rtusxjjliupighopi] -Aaron-


Dean mengernyit bingung dengan pesan terakhir yang Aaron kirim. Dean mencoba menelepon sekretarisnya tersebut tapi tak kunjung diangkat.


Sepertinya Aaron tertidur saat bertukar pesan dengan Dean.


Dean mengurungkan niatnya untuk menelepon Aaron lagi, karena panggilan untuk penumpang pesawat agar mulai masuk ke dalam pesawat sudah terdengar. Dean buru-buru mematikan ponselnya dan beranjak dari duduk mengikuti penumlang lain yang mulai masuk ke dalam gerbang keberangkatan.


****


Dean sampai di kediaman Alexander saat langit hampir gelap. Pria itu langsung membersihkan diri dan menyantap makanan yang disediakan oleh maid. Lalu setelahnya, Dean kembali pada rutinitasnya saat di rumah, mengurung diri di dalam kamar atau di ruang kerjanya sepanjang malam.


Dean melihat kembali foto dirinya bersama ketiga anak Felichia yang masih tersimpan rapi di dalam ponsel, saat telepon dari Aaron masuk ke ponsel Dean.


"Halo, Aaron! Kau sudah bangun?" Sapa Dean pada sang sekretaris.


"Kau dimana sekarang, Dean?"

__ADS_1


"Di rumah! Baru sekitar satu jam yang lalu aku sampai. Ada apa?" Tanya Dean bingung karena cara bicara Aaron yang begitu tergesa dan tak sabaran.


"Aku baru saja melihat lagi fotomu bersama tiga anak laki-laki yang tadi kau kirim ke ponselku."


"Ya, mereka lucu, bukan?" Dean tersenyum sendiri dan kembali membayangkan wajah Richard, Naka, dan Gika.


"Mereka mirip denganmu!"


Satu kalimat yang dilontarkan Aaron membuat Dean mengerutkan kedua alisnya.


"Apa kau tidak menyadarinya?" Tanya Aaron lagi dari seberang telepon.


"Maksudmu Gika dan Richard? Tadinya aku juga berpikir mereka mirip denganku, tapi aku pikir mataku yang mungkin sedikit bermasalah jadi aku tak mau meng-klaim." Jelas Dean yang langsung membuat Aaron berdecak di ujung telepon.


"Mereka bertiga mirip denganmu, Dean. Yang kaus kuning memang hanya samar kemiripannya, tapi tetap saja dia juga mirip denganmu."


"Kau mengambil foto kedua orang tua anak itu?" Tanya Aaron lagi setelah membeberkan pendapatnya.


"Mommy-nya tidak mau ikut berfoto. Dan sejak aku datang, Dad mereka tak terlihat batang hidungnya. Kata Richard, Dad-nya sedang ada di atas kapal di tengah lautan untuk mencari uang," jelas Dean panjang lebar.


Kembali terdengar decakan Aaron dari ujung telepon.


"Ada apa?" Tanya Dean bingung.


"Tidak ada."


"Kapan kau akan mengerjakan laporannya? Biar diantar sopir kalau mau kau kerjakan sekarang," tanya Dean yang sudah mulai membuka lemari berkas dan mencari di bagian rak paling atas.


"Besok saja di kantor. Aku akan mengingatkanmu lagi besok agar kau tak lupa membawanya."


"Dasar brengsek! Aku tak mungkin lupa!" Umpat Dean kesal.


"Ya, aku percaya! Aku tutup dulu teleponnya karena putriku menangis dan Claudia sedang BAB!"


"Tak perlu kau jabarkan juga istrimu sedang berbuat apa!" Sungut Dean kesal.


"Oh, akhirnya kau ingat kalau Claudia itu adalah nama istriku. Semoga pikunmu semakin menemukan titik terang."


"Sialan kamu, Aaron! Aku akan memotong gajimu!"


Tuut tuut tuut!


Telepon ditutup sepihak oleh Aaron tak tahu diri. Dean hanya berdecak kesal dan meletakkan ponselnya ke atas meja kerja sebelum kembali mencari berkas yang dimaksud oleh Aaron.


Disaat itulah, sebuah map tebal yang diikat dengan sebuah tali terjatuh dari dalam lemari berkas. Dean memungut map warna coklat yang terlihat lusuh tersebut dan menbuka talinya karena merasa penasaran.


Kenapa map ini diikat dan disimpan di tempat tersembunyi?


Apa isinya sebuah rahasia?

__ADS_1


Dean baru membuka map warna coklat tersebut saat beberapa foto dan kertas berhamburan jatuh ke lantai. Dean memungut satu kertas yang mirip brosur orang hilang karena ada foto di atas kertas tersebut. Foto seorang wanita hamil yang wajahnya tak asing bagi Dean karena baru beberapa jam yang lalu Dean mengobrol dengannya dan berfoto dengan anak-anaknya.


FELICHIA


Dean membaca satu nama di bawah foto yang dicetak menggunakan huruf kapital.


Felichia?


Felichia....


Carilah Felichia!


Carilah Mom kandung dari Richard itu, Dean!


Temukan Felichia, Dean!


Temukan Felichia!


Namanya Felichia, dia yang akan menjadi rahim pengganti dan jaminan hutang keluarga Prakasa pada Alexander Group.


Bersikaplah lembut pada Felichia, Dean! Dan jangan membencinya!


Aku membencimu Dean Alexander!


Aku membencimu!


"Dean! Kembalikan anakku!"


Dean membeku di tempatnya dan map yang tadi berada di tangannya sudah lolos dari tangan Dean, lalu menghamburkan semua isinya ke atas lantai ruang kerja. Semua memori Dean beberapa tahun terakhir tentang Felichia, Melanie, dan semuanya seolah kembali.


Dan Richard...


Anak laki-laki yang tinggal bersama Fe yang juga bernama Richard...


Mungkinkah itu adalah....


.


.


.


Horee!


Bisa up 4 eps untuk hari ini.


Jangan lupa like biar jempol kalian nggak cantengan dan besok bisa 4 eps lagi.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2