Rahim Untuk Sahabat Suamiku

Rahim Untuk Sahabat Suamiku
PERHATIAN


__ADS_3

"Ini kamarmu dan Richard," Dean menunjukkan pada Felichia sebuah kamar yang memiliki pemandangan langsung mengarah ke pantai berpasir putih.


Villa yang disewa oleh Dean ini memang hampir seluruh views-nya menghadap ke pantai.


Felichia memeriksa seluruh sudut kamar, yang kata Dean akan menjadi kamarnya selama sepekan mereka disini.


"Kau menyukainya?" Tanya Dean seraya menghampiri Felichia. Dean masih menggendong Richard, seolah memberikan kesempatan bagi Felichia untuk melihat-lihat kamarnya.


"Ya, kamarnya indah dan luas," puji Felichia yang sudah kembali menghampiri Dean. Felichia segera mengambil alih Richard dari gendongan Dean, karena bayi laki-laki itu sudah terlihat mengantuk.


Felichia mendekap Richard dengan penuh sayang, lalu menimang-nimang bayi tersebut seraya bersenandung kecil, agar Richard segera tidur. Dan sekali lagi, hati Dean terasa menghangat menyaksikan kedekatan Felichia dan Richard. Dean mengulas senyum di bibirnya tanpa sadar.


"Bukankah kau harus bertemu seseorang, Dean?" Tanya Felichia mengingatkan Dean yang masih terus menatapnya sambil tersenyum sendiri.


Mungkin pria itu sudah mulai gila!


Gila dengan pesona Chia!


"Kau benar. Bagaimana aku bisa lupa," Dean terkekeh dan segera menghampiri Richard yang masih berada di dalam dekapan Felichia.


"Dia sudah pulas," ucap Dean seraya mengecup kening Richard. Aroma khas dari tubuh Felichia ikut menyeruak dan langsung membuat Dean melayang sesaat.


"Kau bisa ikut tidur sementara Richard tidur, Chia! Aku mungkin akan pulang setelah gelap," pesan Dean sebelum pria itu meninggalkan kamar Felichia.


"Baik," jawab Felichia sedikit berbisik agar tidur Richard tak terganggu.


Dean hanya tersenyum tipis dan segera keluar dari kamar, lalu menutup perlahan pintu kamar Felichia. Kini hanya tinggal Felichia bersama Richard di dalam kamar.


Felichia akan memeriksa keadaan sekitar villa setelah ini. Dean sepertinya tidak terlalu banyak membawa bodyguard. Apa ini saatnya Felichia membawa kabur Richard dari tangan Dean?


****


"Aku harus mengganti diapers Richard," ucap Felichia pada bodyguard yang terus saja mengekorinya sejak ia dan Richard meninggalkan kediaman Alexander.


"Silahkan masuk, Nona! Kami akan menunggu di luar," jawab si bodyguard bertubuh kekar.


Felichia masuk ke dalam toilet wanita, lalu mengganti diapers Richard dengan cepat. Selesai mengganti diapers, Felichia lanjut menggendong Richard menggunakan SSC di bagian depan tubuhnya dan mengeratkan posisi bocah itu di dalam dekapannya.


Entah bagaimana ceritanya, bagian atas toilet wanita bisa tiba-tiba terbuka. Felichia sdolah tak membuang waktu da masih sambil menggendong Richard, wanita itu tiba-tiba memanjat dinding toilet seperti seorang spider woman. Felichia tidak tahu ia mendapat kekuatan darimana, namun Felichia terus memanjat naik demi mencapai bagian atap toilet yang terbuka. Felichia akan secepatnya kabur dan membawa Richard dari pelukan Dean sialan.

__ADS_1


Felichia sudah hampir mencapai bagian atas dari dinding toilet dan wanita itu hampir bersorak gembira, saat tiba-tiba Dean muncul di waktu yang tak pernah Felichia duga.


"Mau kau bawa kemana anakku, Fe?" Tanya Dean galak seraya melempar tatapan membunuh pada Felichia.


"Ini bukan anakmu!" Jawab Felichia yag balas menatap Dean dengan tatapan sengit penuh dendam.


"Itu adalah anakku! Kau bukan siapa-siapanya Richard! Kau bukan Mom-nya Richard!" Entah bagaimana ceritanya, Dean tiba-tiba sudah mengambil Richard dari gendongan Felichia.


"Kembalikan anakku, Dean!" Teriak Felichia berusaha merebut Richard dari Dean.


"Tidak akan! Dasar wanita j*lang murahan!" Umpat Dean seraya mendorong tubuh Felichia hingga melayang dari atas dinding dan jatuh ke bawah.


"Tidaaaaak!"


Felichia menjerit tanpa suara, saat tiba-tiba terdengar tangisan Richard yang begitu kencang dan langsung membuat Felichia membuka kedua matanya. Felichia diam sesaat seraya menatap ke arah box bayi Richard yang berada di samping tempat tidur. Suara tangis Richard masih terdengar dari dalam box bayi.


Kesadaran Felichia seolah kembali.


Wanita itu bergegas bangun dan mengambil Richard dari dalam box bayi, lalu menggendong serta mendekap putranya tersebut. Felichia juga menimang-nimang Richard yang entah sudah berapa lama menangis.


"Maafkan Mom, Sayang!" Gumam Felichia yang masih terus menimang-nimang Richard. Pikiran Felichia kembali melayang pada mimpi yang baru saja menyambanginya.


Felichia tidak akan semudah itu kabur dari Dean dan bodyguard-nya yang berjumlah lusinan itu. Jadi mungkin sebaiknya Felichia memikirkan cara lain untuk pergi membawa Richard. Sebuah cara yang akan membuat Dean hancur dan pria itu tak akan pernah lagi mencari Felichia maupun Richard setelahnya.


****


Felichia yang sudah selesai mandi dan membersihkan diri, segera keluar dari dalam kamar mandi. Namun wanita itu langsung terkejut saat mendapati Dean yang tiba-tiba sudah berada di dalam kamar dan tengah menggendong Richard. Pria itu berdiri di dekat jendela dan melempar tatapannya ke arah pantai.


"Dean," gumam Felichia yang merasa kaget.


"Kau sudah selesai mandi, Chia?" Tanya Dean seraya memindai penampilan Felichia dari ujung rambut hingga ujung kaki.


Felichia hanya mengangguk menjawab pertanyaan dari Dean.


"Apa Richard tadi menangis? Mungkin aku mandi terlalu lama," tanya Felichia pada Dean sedikit bergumam.


"Richard tidak menangis. Hanya saja, dia tidak tidur tadi saat aku masuk ke kamar dan dia malah bermain-main sendiri di dalam box bayi. Jadi aku langsung menggendong dan mengajaknya melihat air laut."


"Richard menyukainya," tutur Dean panjang lebar bercerita pada Felichia.

__ADS_1


"Langit belum gelap, Chia! Bagaimana kalau kita bertiga jalan-jalan sebentar ke pantai," tawar Dean selanjutnya pada Felichia.


"Baiklah! Aku akan mengambil gendongan Richard," jawab Felichia yang hendak berlalu untuk mengambil gendongan. Namun Dean kembali memanggil baby sitter Richard tersebut.


"Chia!"


"Iya, Dean?" Felichia menoleh dan mengerutkan kefua alisnya ke arah Dean.


"Bisa kau lepaskan seragam baby sitter-mu itu?" Pinta Dean seraya mengendikkan dagunya ke arah seragam baby sitter warna biru yang memang selalu Felichia kenakan sepanjang hari. Kecuali saat malam, karena Felichia baru akan menggantinya dengan piyama.


"Kau membawa baju lain, kan? Dress pantai mungkin atau baju lain selain itu?" Tanya Dean lagi memastikan. Namun Felichia menggeleng.


"Hanya ada piyama. Aku tidak mungkin memakai piyama ke pantai, Dean!" Jawab Felichia dengan raut polos. Dean langsung tertawa kecil, disusul dengan Richard yang juga ikut-ikutan tertawa.


"Baiklah! Kita akan sekalian membeli dress untukmu nanti," usul Dean seraya mencium pipi gembul Richard yang masih berada di gendongannya.


"Bukan begitu, Richard? Kau bosan juga melihat aunty Chia memakai seragam itu, kan?" Lanjut Dean bertanya pendapat Richard. Tentu saja Richard hanya menjawabnya dengan bubbling serta lelehan air liur.


Ya,


Bayi itu belum bisa bicara ataupun mengemukakan pendapatnya.


Felichia sudah selesai mengambil gendongan SSC Richard dan hendak memasangnya, saat Dean mencegah sekali lagi.


"Biar aku yang menggendong Richard, Chia," usul Dean mengajukan diri.


"Oh, tentu!" Chia segera mengambil Richard dari gendongan Dean, lalu membiarkan Dean memasang gendongan tadi ke tubuhnya, sebelum kemudian Felichia meletakkan Richard dengan hati-hati ke dalam gendongan dan memabntu Dean memasang strap gendongan di bagian punggung.


Setelah menarik beberapa tali gendongan dan memastikan Richard nyaman, Dean dan Felichia segera meninggalkan villa dan berjalan menuju ke arah pantai.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2