
Felichia pernah berjanji pada dirinya sendiri, untuk tidak akan menginjakkan kakinya lagi di rumah neraka Dean Alexander. Namun hari ini, Felichia terpaksa melanggar janjinya sendiri karena Felichia adalah seorang ibu yang ingin bertemu dengan putranya. Putra yang selama enam bulan ini hanya mampu Felichia peluk lewat mimpi.
Felichia menarik nafas panjang sekali lagi dan cepat-cepat menepis rasa haru yang kini menyeruak di dalam hatinya. Felichia tidak boleh terlihat cengeng. Felichia harus kuat mulai sekarang demi putranya.
"Permisi, Pak! Saya baby sitter yang hari ini akan ikut tes wawancara," ucap Felichia pada security yang berjaga di gerbang depan. Felichia sedikit membenarkan kacamata yang melekat di wajahnya dan meyakinkan dirinya sendiri kalau Dean serta para security dan maid di rumah ini tidak akan mengenalinya.
Nona Melody sudah merombak wajah Felichia sejak kemarin demi penyamaran sempurna ini.
"Silahkan masuk! Langsung ke pintu utama, ya!" Ujar security menunjuk ke arah pintu utama kediaman Alexander. Ekor mata Felichia bisa menangkap beberapa bodyguard yang berjaga di halaman rumah Dean. Sepertinya Dean memang meningkatkan keamanan di rumahnya ini menjadi berkali-kali lipat demi melindungi putra Felichia yang sudah Dean rampas.
Ah, tapi Felichia tetap akan mengambil kembali putranya, lalu membawanya pergi jauh dari Dean iblis. Apapun caranya.
Sudah ada dua calon baby sitter lain saat Felichia masuk ke dalam rumah besar Dean. Tak banyak yang berubah dari rumah ini setelah hampir tujuh bulan Felichia meninggalkannya. Felichia menatap pada foto besar yang terpajang di ruang tamu. Itu adalah foto Melanie, Dean, dan putra Felichia. Mereka berpose seolah mereka adalah keluarga yang paing bahagia.
Cih!
Dasar orang-orang tak punya hati!
Setelah menunggu hampir lima belas menit, Dean akhirnya turun dari lantai dua dan langsung menemui tiga calon baby sitter yang akan ia wawancarai. Jantung Felichia berdetak tak karuan saat melihat wajah menyebalkan itu, hingga Felichia harus menarik nafas panjang berulang kali, dan menahan dirinya sendiri agar tak berlari menerjang Dean lalu mencekik pria itu hingga tewas.
"Selamat pagi!" Ucap Dean pada ketiga calon baby sitter di hadapannya.
"Pagi!"
Felichia kembali membenarkan kaca matanya setelah menjawab salam dari Dean.
"Saya akan mewawancarai kalian satu persatu di ruangan yang di sana," Dean menunjuk ke kamar yang berada di sisi ruang tamu.
Felichia dan dua baby sitter langsung mengangguk. Lalu setelahnya satu persatu dari mereka bertiga mulai dipanggil. Felichia mebdapat giliran terakhir karena ia tadi datang paling akhir.
Baiklah, tidak masalah!
Felichia sudah menghafal semua hal yang mungkin akan ditanyakan oleh Dean. Felichia bahkan sudah membaca buku panduan menjadi baby sitter, meskipun sebenarnya Felichia tak harus melakukannya karena naluri Felichia sebagai seorang ibu, pasti akan langsung mendekatkan dirinya pada putranya.
"Nona Chia Feranda!" Panggil kepala maid yang sempat tak ditanggapi oleh Felichia, saat kemudian Felichia sadar kalau itu adalah nama samaran yang diberikan Nona Melody untuknya.
Dasar bodoh!
"Saya, Tuan!" Jawab Felichia seraya beranjak dari duduknya.
"Silahkan masuk!" Ucap kepala maid menunjuk ke pintu ruangan tempat wawancara. Felichia baru membuka pintu kayu itu, saat pemandangan di dalamnya membuat hati Felichia mencelos.
Dean sedang duduk di sofa seraya mendekap dan menimang-nimang putra Felichia yang kini sudah terlihat semakin besar, gemuk, dan menggemaskan. Felichia benar-benar ingin berlari untuk memeluk anaknya tersebut yang sudah enam bulan tak ia lihat.
"Sayang! Mom datang!"
Jerit Felichia dalam hati.
"Silahkan duduk, Nona..." Dean kembali melihat ke kertas yang berisi biodata Felichia.
"Chia!" Ucap Felichia menyebutkan nama samarannya.
"Ah, iya! Nona Chia. Silahkan duduk!" Dean mempersilahkan sekali lagi.
"Richard sedikit rewel dan dia hanya mau tidur sambil dipeluk seperti ini sejak mom-nya meninggal," ucap Dean lagi yang sesaat langsung membuat Felichia membulatkan kedua matanya.
__ADS_1
Mom-nya meninggal?
Mom-nya Richard meninggal?
Apa itu artinya Melanie....
Sudah meninggal?
"Sebelumnya pernah mengasuh anak usia berapa tahun?" Tanya Dean setelah membaca pengalaman kerja Felichia yang sepenuhnya adalah karangan dari Nona Melody.
"Sejak baru lahir hingga usianya empat tahun. Lalu keluarga mereka pindah negara, jadi mau tak mau saya harus berhenti mengasuhnya," jawab Felichia lancar dan tenang. Felichia sudah latihan beberapa kali.
Bayi Richard mulai menggeliat dan menangis, Dean segera menepuk-nepuk punggung bayi enam bulan tersebut.
"Richard sulit beradaptasi dengan orang baru dan juga mudah rewel," Jelas Dean pada Felichia tentang kondisi Richard.
"Itu hal yang wajar, Tuan, mengingat bayi Richard yang baru kehilangan sosok seorang Mom," jawab Felichia sebijak mungkin.
"Boleh saya mencoba menenangkannya?" Tanya Felichia lagi meminta izin.
Dean sepertinya sedikit kewalahan menenangkan Richard yang sebentar lagi mungkin akan mengamuk.
Dasar tak berguna!
Dean memberikan Richard dengan hati-hati pada Felichia yang sudah sangat luwes menggendong.
Ya, Felichia sudah berlatih berulang kali, dan ia juga punya naluri keibuan yang kuat.
Felichia mendekap bayi Richard yang sudah gemuk menggemaskan, dan menimangnya dengan lembut. Mata Felichia sudah berkabut sekarang karena akhirnya, Felichia bisa kembali memeluk sang putra setelah enam bulan mereka tak berjumpa.
Felichia sekuat tenaga menahan rasa haru dalam hatinya. Tak butuh waktu lama, Bayi Richard yang tadi sempat menangis dan menggeliat gelisah sudah langsung tenang karena dekapan hangat Felichia.
Bayi mana yang tak merasa nyaman, jika yang mendekapnya adalah Mom yang sudah mengandungnya selama sembilan bulan, dan yang sudah melahirkannya.
Sepertinya bayi Richard benar-benar peka dan langsung bisa mengenali Felichia sebagai mom kandungnya.
"Dia sudah tidur, Tuan!" Lapor Felichia yang langsung membuat Dean menatap kagum pada Felichia yang begitu santainya menimang dan menidurkan Richard. Padahal di tangan dua calon baby sitter yang sebelumnya, Richard malah mengamuk hebat.
"Duduklah dulu, dan tunggu sebentar!" Titah Dean pada Felichia sebelum pria itu keluar dari dalam kamar.
Felichia seolah tak mau melewatkan kesempatan, dan wanita itu langsung menciumi wajah Richard yang kini tertidur pulas di pelukannya.
"Mom akan selalu memelukmu mulai sekarang, Sayang!"
"Mom akan selalu menjagamu dan tak akan meninggalkanmu lagi," ucap Felichia lirih sambil menghirup dalam-dalam aroma khas tubuh Richard yang begitu menenangkan.
Pintu kamar dibuka dari luar dan Dean sudah kembali masuk ke dalam. Felichia menyeka airmata yang menggenang di sudut matanya sesegera mungkin, sebelum dilihat oleh Dean.
"Nona Chia, bisa kau membaringkan Richard di kamarnya sekalian?" Tanya Dean seraya memberikan kode pada Felichia untuk membawa Richard keluar.
"Tentu, Tuan" jawab Felichia seraya mengangguk. Felichia mengikuti langkah Dean yang akan menunjukkan kamar Richard.
Ah, ternyata itu adalah kamar lama Felichia yang sudah direnovasi total menjadi kamar khas anak-anak bertema luar angkasa.
Felichia meletakkan Richard yang sudah pulas ke atas box bayi dengan hati-hati agar bayi itu tak terbangun lagi. Sementara Dean hanya menunggu dari ambang pintu.
__ADS_1
"Sudah, Tuan! Apa saya sudah boleh pulang?" Tanya Felichia setelah ia keluar dari kamar Richard.
"Kau akan bekerja mulai hari ini, Nona Chia!" Ucap Dean tiba-tiba yang tentu saja langsung membuat hati Felichia bersorak senang. Namun Felichia tetap harus berakting dan pura-pura kaget agar Dean tak curiga.
"Hari ini? Maksudnya saya diterima bekerja disini, Tuan?" Tanya Felichia mrmastikan.
"Ya. Biodatamu bagus, kau berpengalaman dan Richard terlihat nyaman sekali tadi saat kau gendong," jawab Dean panjang lebar.
"Supirku akan mengantarmu ke asrama yayasan agar kau bisa mengeamsi barang-barangmu. Kau akan tinggal disini mulai hari ini," jelas Dean lagi pada Felichia.
"Tidak usah, Tuan! Saya bisa menelepon ibu yayasan dan barang-barang saya akan langsung diantar. Apa saya bisa meminjam telepon-"
"Oh, iya. Tentu saja!"
"Silahkan, Nona Chia!" Dean menunjukkan telepon di ruang tengah agar bisa dipakai oleh Felichia. Segera Felichia menghubungi Nona Melody yang nomornya sudah Felichia hafal di luar kepala.
"Halo!"
"Halo, Bu! Saya Chia Feranda," ucap Felichia cepat.
"Oh, Chia. Kau diterima?"
"Iya, Bu! Dan Tuan Alexander meminta saya tinggal disini mulai hari ini." Jawab Felichia lagi.
"Baiklah! Barang-barangmu akan aku kirimkan ke sana! Bekerjalah yang baik!"
"Terima kasih, Bu!" Pungkas Felichia sebelum mengakhiri telepon. Dean sejak tadi memang mengawasi Felichia, jadi Felichia dan Nona Melody menggunakan percakapan yag sedikit kaku agar Dean tak curiga.
"Sudah, Tuan!" Lapor Felichia pada Dean.
"Kau bisa istirahat dulu sementara menunggu barang-barangmu datang, Chia! Kepala maid akan mengantarmu ke kamar," ucap Dean memberikan arahan.
"Baik, Tuan. Permisi!" Pamit Felichia sebelum wanita itu mengikuti kepala maid menuju ke kamarnya yang ternyata bersebelahan dengan kamar Richard.
"Kita akan bersama-sama mulai hari ini, Richard!" Gumam Felichia dalam hati seraya tersenyum bahagia.
.
.
.
Hilih, paling nanti Fe jadi baby sitter-nya Richard trus cinlok sama Dean, Thor!
Kayak cerita sebelah.
Eaaa!
Tebak aja teroos!
Reader budiman kebanyakan memang lebih cerdas dari cenayang 😅
Udah bisa nebak jalan cerita sebelum diketik sama othornya.
Eh, jebulnya kecele di belakang 😂😂
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.