Rahim Untuk Sahabat Suamiku

Rahim Untuk Sahabat Suamiku
TAK MENDUGA


__ADS_3

Aaron menatap tak percaya pada Dean yang terlihat lahap memakan jajanan cilok yang tadi mereka beli di pinggir jalan.


Sepanjang menjadi sekretaris sekaligus asisten Dean Alexander, baru kali ini Aaron melihat bos-nya tersebut melakukan hal sekonyol itu. Sejak dulu, Dean terkenal pilih-pilih makanan dan selalu alergi pada jajanan kaki lima atau pinggir jalan seperti ini. Namun sore ini pria itu terlihat begitu menikmatinya.


Aneh!


"Kau akan menghabiskan seplastik cilok itu, Dean?" Tanya Aaron saat mobil berhenti di lampu merah. Aaron fokus menatap pada jalan padat di depannya dan sesekali menileh ke arah Dean yang mulutnya belum berhenti mengunyah.


"Ya! Rasanya enak, kau mau?" Tawar Dean seraya menyodorkan satu buah bulatan kenyal itu pada Aaron yang langsung menolak.


"Maaf, aku tidak mau!"


Dean berdecak,


"Dasar orang kaya!"


Hey!


Kau juga orang kaya yang dulu tidak doyan makanan itu, Bung!


Aaron hanya berteriak dalam hati.


Mobil kembali melaju membelah jalanan kota menuju ke sebuah hotel bintang lima yang akan menjadi tempat berlangsungnya acara dari perusahaan Orlando.


Tepat saat mobil Dean tiba di depan lobi hotel, cilok Dean juga sudah habis. Pria itu langsung menyumpalkan bungkusnya ke tempat sampah di dalam mobil, lalu merapikan kembali tuksedo hitamnya sebelum turun bersama dengan Aaron.


"Tidak usah menggoda wanita! Kita hanya berbasa-basi dan langsung pulang!" Pesan Dean pada Aaron yang biasanya memang suka menggoda para gadis di pesta dengan dalih sedang mencari kekasih.


Ck!


Dasar playboy!


"Dean Alexander! Senang melihatmu datang ke pesta sederhanaku ini," sambut Matthew yang langsung menjabat tangan Dean, meskipun raug wajah pria itu begitu pongah dan seolah sedang menabuh genderang perang dingin.


"Kau tidak membawa istrimu? Aku dengar dia sedang ham dan kalian akan punya bayi sebentar lagi," senyuman Matthew terlihat mengejek.


"Anda benar, Tuan Matthew! Melanie sedang hamil muda dan harus banyak bedrest. Jadi dia minta maaf karena tidak bisa datang ke pesta mewah anda ini," jawab Dean dengan raut wajah sombong dan sedikit mengarang indah.


Yang hamil Felichia dan bukan Melanie!


Ah, tapi tetap saja itu adalah anak Dean dan Melanie kelak.


Seorang wanita berjalan menghampiri Matthew dan langsung dirangkul mesra oleh Matthew.


"Kenalkan, ini tunanganku Claudia," Matthew memamerkan tunangan barunya pada Dean dan Aaron yang terlihat mematung, sepertinya kaget.


Ada apa dengan sekretaris playboy Dean itu?


"Senang akhirnya kau punya tunangan, Matthew. Setidaknya kau tak perlu lagi tertarik atau mencintai wanita yang sudah menjadi istri dari pria lain, ucap Dean dengan nada menyindir dan senyuman mengejek.


Dean mengedarkan pandangannya ke sudut ballroom saat netranya tak sengaja menangkap sosok yang sudah beberapa bulan tak Dean lihat.


Sosok yang beberapa hari lalu Dean cari ke rumahnya tapi tidak ada.


Erlan!


Sedang apa Erlan di acara Matthew Orlando?

__ADS_1


"Aku permisi, Matthew! Aku harus bertemu seseorang," pamit Dean yang bergegas menemui Erlan yang malam ini terlihat sumringah dan sepertinya sedang bahagia.


"Erlan!" Tegur Dean pada sahabat lamanya tersebut.


Erlan langsung mengulas senyum ke arah Dean.


"Dean Alexander!" Erlan bergegas memeluk Dean denagn hangat seolah mereka sudah lama sekali tak berjumpa.


Ah, mereka memang sudah beberapa bulan tak berjumpa.


"Kau sudah sehat? Kau mengalami kecelakaan parah beberapa bulan lalu," tanya Dean khawatir.


"Aku sudah sehat dan pulih, Dean."


"Hanya saja, ingatanku sedikit berantakan dan aku melupakan beberapa hal. Tapi aku tak lupa padamu karena kau sahabatku," tutur Erlan yang tetap tersenyum hangat pada Dean.


Ah,


Membuat Dean merasa bersalah saja!


Dean sudah meniduri, menghamili, hingga memikirkan semua hal mesum tentang istri Erlan.


"Istrimu?" Tanya Dean akhirnya memancing.


"Kau tahu aku sudah menikah?" Erlan malah balik bertanya.


"Ya, kau pernah mengenalkan istrimu kepadaku," jawab Dean yang semakin memancing Erlan dengan hati-hati.


Dean yakin kalau tua bangka Prakasa yang licik itu tak pernah menceritakan pada Erlan tentang Felichia yang kini menjadi rahim pengganti untuk Dean dan Melanie.


Kedua orang tua serakah itu pasti mengarang cerita buruk tentang Felichia pada Erlan.


Terlihat jelas kalau Erlan masih sangat peduli dan mencintai Felichia.


Jadi mana mungkin pria ini menumbalkan istrinya sendiri sebagai rahim pengganti. Dean benar-benar sudah ditipu mentah-mentah oleh tua bangka Prakasa itu!


"Tapi aku beruntung karena ada Navya yang menemani dan mendampingiku selama aku melakukan terapi penyembuhan," lanjut Erlan seraya menarik tangan seorang gadis yang Dean kenali sebagai adik kandung dari Matthew Orlando.


Brengsek!


Jangan bilang kalau kabar burung yang disampaikan Aaron tempo hari tentang pernikahan Erlan dan Navya benar adanya.


"Kalian menikah?" tanya Dean penuh selidik.


Erlan terkekeh dan Navya tersipu malu.


"Tidak!"


"Belum!"


Navya dan Dean menjawab serempak dengan jawaban yang berbeda.


"Maaf, maksudku tidak." Navya mengoreksi jawabannya.


"Erlan masih suami dari Felichia. Dan kami berdua hanya berteman," sambung Navya lagi menjelaskan pada Dean.


"Navya terus meyakinkan aku kalau Felichia pasti akan kembali menemuiku suatu hari nanti. Dan menjelaskan semuanya," imbuh Erlan menjelaskan pada Dean. Pria itu merangkul mesra Navya yang berdiri di sampingnya.

__ADS_1


Bagaimana reaksi Felichia kalau tahu suaminya rangkul-rangkulan bersama seorang wanita yang mengaku sebagai temannya ini?


Apa Felichia akan tetap mencintai Erlan dan mendesahkan nama suaminya ini?


Otak licik Dean tiba-tiba bergelora dan batinnya tak berhenti menertawakan Felichia dalam hati, saat ratusan kupu-kupu sialan tiba-tiba memenuhi perut Dean.


Baiklah!


Apalagi sekarang?


Dean hanya membatin wanita hamil menyebalkan yang sok jual mahal bernama Felichia itu, dan kini Dean kembali mual-mual.


Sial sekali!


"Kau baik-baik saja, Dean? Wajahmu pucat," Tanya Erlan dengan nada khawatir.


"Aku ke toilet dulu," pamit Dean yang tak bisa lagi menahan rasa mual sialannya.


Aaron yang melihat Dean berjalan cepat ke arah toilet segera mengikuti atasannya tersebut.


Raut wajah Aaron juga terlihat tidak sedang baik-baik saja setelah pertemuannya dengan Matthew dan Claudia tadi.


Entah ada apa sebenarnya.


"Dean!" Panggil Aaron seraya mendorong pintu toilet.


Dean sedang muntah-muntah hebat di dalam toilet dan wajahnya terlihat frustasi.


"Kau keracunan cilok yang kau beli tadi?" Tebak Aaron tersenyum sinis.


"Diam kau! Dasar brengsek!" Umpat Dean kesal sebelum kembali muntah-muntah.


"Hei, aku tahu tempat bagus agar kau berhenti mual-mual, Dean!" Cetus Aaron tiba-tiba yang langsung membuat Dean menoleh ke arah asistennya tersebut dan sedikit mengernyit.


"Tempat apa?"


"Kau pasti akan menyukainya. Sudah lama kau tidak pergi ke sana."


"Ayo, kita tinggalkan pesta brengsek ini!" Ajak Aaron selanjutnya yang tak sedikitpun ditolak oleh Dean.


Tak berselang lama, mobil Dean sudah melaju meninggalkan pesta perusahaan Orlando menuju ke suatu tempat.


.


.


.


Matthew Orlando, Claudia Setyawan, dan Aaron Hernandez akan ada di "Mendadak Jadi Nona Muda"


Rilis kapan?


Kamingsun!


Penting udah masuk list 🤪🤪


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2