
Hari sudah menjelang sore, saat Aaron datang ke kediaman Alexander dengan raut wajahnya yanag tetap mengesalkan menurut Dean.
"Pweeeet! Seminggu tidak ada kabar, tahu-tahu kau sudah membawanya pulang sebagai istri, hah?" Goda Aaron pada Dean yang sedang mengajari Richard main mobil remote control.
"Sudah kau urus yang aku suruh kemarin?" Tanya Dean yang malah membahas hal lain.
"Tentu saja, Pak Dean!" Jawab Aaron seraya membanting setumpuk berkas ke atas meja.
"Tapi apa kau yakin akan menggelar pesta semegah itu?kau sudah bertanya pada Felichia? Bagaimana kalau istrimu itu tidak setuju?" Cecar Aaron merasa khawatir.
"Tentu sa-"
"Tidak setuju soal apa?" Sela Felichia yang tiba-tiba sudah muncul di dekat Aaron dan Dean.
"Kakak ipar!" ucap Aaron lebay yang langsung memeluk Felichia.
Felichia juga tanpa sungkan langsung membalas pelukan Aaron dan tentu saja hal itu langsung membuat Dean meradang.
"Selamat atas pernikahan kalian dan selamat datang di ru-"
"Lepaskan dan tak usah lebay!" Gertak Dean yang sudah dengan cepat memisahkan Aaron dan Felichia.
"Apa, Dean? Aku hanya memberikan ucapan selamat untuk istrimu atas pernikahan kalian," sergah Aaron seraya berdecak berulang kali.
"Tapi kau tak perlu juga memeluknya dengan lebay begitu! Felichia istriku dan bukan istrimu! Peluk saja Claudia sana!" Omel Dean bersungut-sungut.
"Dean, kenapa kau berlebihan?" Tanya Felichia tak mengerti.
Dan Dean malah semakin mengeratkan rangkulannya pada Felichia sekarang.
"Kau baru tahu, kan? Kalau suamimu ini posesif dan lebay," ucap Aaron menjawab pertanyaan Felichia.
"Ck! Kau saja itu yang genit dan suka menggoda istriku!" Dean menoyor kepala Aaron.
"Aku sudah punya istri, Bung! Kenapa juga aku harus menggoda istrimu," kilah Aaron menyangkal tuduhan Dean.
"Ck! Sudahlah!"
"Bukankah kita tadi mau membahas tentang pernikahanku dan Felichia?" Dean mengingatkan Aaron tentang tujuan pria itu datang ke rumah.
"Pernikahan yang bagaimana lagi, Dean? Bukankah katamu kita hanya akan meresmikan dan mengurus surat-suratnya saja?" Cecar Felichia yang sudah merasa ada yang tidak beres.
"Tapi aku juga ingin membuatkanku pesta pernikahan yang sederhana, Sayang!" Ucap dean memaksa.
"Sederhana," Aaron terkikik sendiri.
"Diam kau, Aaron!" Gertak Dean galak.
__ADS_1
"Baiklah! Aku diam, aku baik, aku tampan!" Jawab Aaron yang memilih untuk menghampiri Richard dan bermain mobil remote kontrol bersama bocah itu saja. Aaron tak akan ikut dalam perdebatan suami istri yang mungkin akan cakar-cakaran di atas ranjang sebentar lagi.
"Aku tidak mau pesta pernikahan, Dean! Aku hanya mau pernikahan kita tercatat secara resmi. itu saja!" ucap Felichia tegas.
"Tapi aku juga mau mengenalkanmu pada semua rekan bisnisku, Fe! Mengenalkan anak-anak juga! Memberitahu semua orang kalau aku sudah punya istri secantik dirimu dan tiga anak-anak yang lucu menggemaskan-"
"Oh, iya anak kalian ada tiga, ya?"
"Yang dua mana?" Tanya Aaron menyela perdebatan Dean dan Felichia.
"Gika dan Naka masih tidur siang!" jawab Dean galak. Aaron langsung diam dan bermain mobil lagi bersama Richard.
"Memperkenalkan tapi tidak harus dengan pesta yang mewah dan berlebihan, Dean!" Felichia masih merasa keberatan.
"Baiklah, lalu kau maunya acara yang bagaimana?" Tanya Dean meminta pendapat Felichia.
"Seperti saat di desa kemarin. Kita buat acara outdoor saja bagaimana?" Usul Felichia yang langsung membuat Dean mengernyit.
"Outdoor?"
"Kita bisa menggelar acara di rooftop salah satu hotel milikmu, Dean! Membuat acara yang ramah anak tapi dihadiri oleh rekan-rekan bisnismu dan anak-anak mereka," sahut Aaron yang sepertinya lebih paham dengan permintaan Felichia.
"Seperti itu maumu?" Tanya Dean pada Felichia yang langsung mengangguk-angguk.
"Baiklah!" Dean menyatukan keningnya dengan kening Felichia.
"Aku akan mengambil si kembar dulu!" Tukas Felichia seraya tersenyum, mengusap wajah Dean, lalu berlalu pergi ke kamar Gika dan Naka.
"Aaron-"
"Kau yang mengurus semuanya!" Sahut Aaron menyela kalimat Dean yang belum selesai. Dasar asisten kurang ajar.
"Bagus kalau kau sudah tahu tugasmu!" Dean mengambil remote di tangan Aaron yang sejak tadi dipakai untuk mengendalikan mobil besar yang sedang dimainkan Richard.
"Ck! Harusnya aku minta kenaikan gaji karena aku sudah bekerja keras beberapa bulan ini," gerutu Aaron seraya merengut.
"Apa kau belum memeriksa slip gajimu?" Dean menoleh ke arah Aaron dan mengangkat sebelah alisnya.
Aaron buru-buru mengecek ponselnya sebelum kemudian pria itu bersorak lebay.
"Yess! Aku akan mengambil cuti dan pergi liburan bersama Claudia setelah mengurus acaramu!" Ujar Aaron memaparkan rencananya pada Dean.
"Apa? Kau tidak boleh cuti, Aaron!" Sergah Dean merasa keberatan.
"Ayolah, Pak Direktur! Kau jangan egois begitu! Aku sudah bekerja keras menggantikan kau di kantor selama beberapa bulan karena kau sibuk mengejar Nyonya Felichia Alexander," Aaron menunjuk ke arah Felichia yang sudah kembali lagi ke ruang tengah seraya menggandeng Naka dan Gika.
"Aku akan minta izin pada Felichia, jika kau tak memberiku izin!" Aaron mengancam Dean.
__ADS_1
"Ambillah cuti dan pergilah berlibur, Aaron!" Ucap Felichia yang sepertinya mendengar perdebatan Aaron dan Dean soal cuti.
"Fe, tapi kita belum honeymoon!" Protes Dean masih tetap merasa keberatan.
"Kita bisa honeymoon di rumah saja dan tak perlu kemana-mana," Felichia sudah mendekati Dean dan mencium singkat bibir suaminya tersebut.
"Aku akan memberimu banyak kejutan nanti," lanjut Felichia lagi kali ini sambil berbisik.
Dean langsung tersenyum penuh kemenangan.
"Aku akan menagihnya nanti," jawab Dean yang sudah ganti mengerling nakal pada Felichia.
"Ehem!" Aaron berdehem melihat kemesraan pengantin baru stok lama di hadapannya tersebut.
"Aku boleh pamit pulang sekarang? Karena aku juga ingin mencium istriku sekarang," izin Aaron dengan nada sarkas.
"Silahkan pulang! Yang menyuruhmu berlama-lama disini siapa memangnya?" Jawab Dean pedas yang langsung membuat Aaron berdecak.
"Aku akan membawa Richard,dan si kembar...." Aaron berusaha mengingat-ingat nama si kembar.
"Gika dan Naka, Om!" Sahut Richard mengingatkan Aaron.
"Nah iya! Gika dan Naka!" Aaron melanjutkan kalimatnya.
"No! Mereka tak akan kemana-mana!" Jawab Felichia dan Dean kompak seperti koor paduan suara.
Aaron tertawa terbahak-bahak.
"Kalian benar-benar kompak ternyata!" Ucap Aaron yang masih tergelak.
"Aku akan pulang sendiri kalau begitu!" Aaron menyambar kunci mobilnya dari atas meja.
"Aku pulang dulu, Keluarga cemara! Jangan lupa untuk mencetak Dean junior lagi malam ini agar kalian segera bisa membentuk kesebelasan sepak bola!" Kelakar Aaron seraya berjalan santai ke arah pintu keluar. Dean dan Felichia hanya berdecak dengan lawakan Aaron.
Bagaimana mau mencetak Dean junior lagi, kalau palang merahnya saja masih menghalangi?
.
.
.
Maaf lambat UP
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1