
Felichia menatap kagum pada rooftop hotel yang kini sudah diubah menjadi area untuk pesta outdoor. Semua hiasannya bernuansa rustic dan ramah anak.
"Bagaimana?" Dean meminta pendapat Felichia.
"Lebih bagus dari bayanganku," Felichia sudah berbalik dan mengecup pipi Dean.
"Terima kasih, Sayang!" Ucap Felichia tulus.
"Aku senang jika kau senang dan bahagia," jawab Dean seraya mengeratkan dekapannya pada Felichia.
"Ngomong-ngomong, aku juga mengundang tamu istimewa sore ini untukmu," Dean menunjuk ke arah rombongan tamu yang baru datang.
Felichia terkejut, namun wanita itu buru-buru menghampiri mereka semua.
"Navya!"
"Nona Melody!" Felichia memeluk Navya dan Nona Melody secara bergantian.
"Melody saja, Fe! Jangan memanggilku Nona lagi. Kau Nyonya Alexander sekarang dan bukan maid pribadiku lagi," kekeh Nona Melody mengingatkan Felichia.
Felichia juga menyapa putri dari Nona Melody dan Tuan Matthew yang kini sudah berusia tiga tahun. Serta putra dari Navya dan Erlan yang usianya juga tiga tahun.
Ya, dua sepupu itu usianya sama dan hanya selisih satu minggu.
Dean sudah ikut menghampiri tamu istimewa Felichia tersebut dan menyapa mereka semua dengan hangat, meskipun sebenarnya masih sedikit canggung mengingat hubungan mereka di masa lalu yang pernah saling menyimpan dendam.
Ah, tapi itu hanyalah masa lalu.
Sekarang sebaiknya memang mereka menjalin hubungan baik tanpa rasa permusuhan lagi.
"Mom!" Panggil Gika yag diantar oleh pengasuh mendekat ke arah Felichia dan Dean.
Naka dan Richard ikut diantar juga.
"Ini Richard, ya!" Tanya Navya yang langsung memeluk bocah empat tahun tersebut.
"Iya, usianya sudah empat tahun. Dan yang ini adik-adiknya. Gika dan Naka," jawab Felichia sekalian memperkenalkan Gika dan Naka pada mereka semua.
"Wajahnya mirip Dean semua," celetuk Tuan Matthew seraya mengernyitkan kedua alisnya dan sepertinya sedikit bingung.
Setelah kabur membawa Richard kala itu, Felichia memang tak pernah bercerita apa-apa lagi pada keluarga Orlando. Saat menelepon, Felichia biasanya juga hanya bertanya kabar dan sedikit bercerita tentang Richard. Felichia tak pernah sedikitpun membahas tentang si kembar yang mirip Dean dan usianya sudah dua tahun.
Dua tahun?
"Tunggu! Jadi saat kau kabur itu, kau-" Tuan Matthew akhirnya bisa bisa menarik sebuah benang merah.
"Dia juga membawa dua calon anakku di dalam perutnya, tapi dia tidak menyadarinya," Dean menyambung tebakan Matthew.
__ADS_1
"Astaga!" Matthew hanya berdecak dan geleng-geleng kepala.
"Sepertinya kalian memang sudah ditakdirkan untuk terikat satu sama lain dan tak boleh saling menjauh apalagi membenci," timpal Erlan dengan pendapat bijaknya.
Dean menatap pada Erlan dan mengangguk. Merasa setuju dengan pendapat Erlan tersebut sebelum kemudian hati Dean sedikit memanas karena mengingat Erlan yang pernah menjadi suami Felichia. Membayangkan saat pria itu menyentuh Felichia sebelum Dean....
Dean memejamkan matanya dan sesegera mungkin mengusir rasa cemburu bodoh yang menyergap hatinya tersebut.
Lagipula, bukankah semuanya hanya masa lalu?
Dean juga punya masalalu bersama Melanie sebelum ia jatuh cinta pada Felichia.
Ya, semua masalalu itu tak perlu lagi diingat-ingat sekarang karena Felichia juga sudah menjadi milik Dean seutuhnya dan menjadi Mom dari anak-anak Dean.
Dan Erlan juga sudah terlihat bahagia bersama Navya dan putra mereka. Semua orang akhirnya menemukan pasangan hidup dan hidup bahagia.
"Melody! Kau datang?" Suara dari Claudia yang merupakan istri Aaron menyentak lamunan Dean.
Dean baru ingat kalau Claudia dan Melody punya wajah yang mirip dan nyaris sama seperti halnya Naka dan Gika.
Ya, dua wanita itu memang saudara kembar.
"Aku dan Felichia berteman baik, Cla! Jadi kami diundang sore ini," ujar Nona Melody menjawab pertanyaan Claudia.
"Itu putrimu?" Gantian Matthew yang bertanya pada Claudia yang memang sedang menggendong putrinya yang baru genap berusia dua bulan.
Aaron juga sudah ikut bergabung dan suasana kembali terasa canggung. Sebelum kemudian Matthew dan Melody memilih untuk undur diri dan beralasan ingin bergabung denagn tamu yang lain. Pun dengan Navya dan Erlan yang akhirnya menuju ke area prasmanan untuk menikmati hidangan sore ini.
"Kau tidak takut istrimu tertukar dengan istri Matthew?" Goda Dean sedikit berbisik pada Aaron.
"Ck! Mereka tak mungkin tertukar! Kau kira aku tak bisa membedakan mereka?" Sahut Aaron bersungut-sungut.
"Baiklah, baiklah! Tak perlu emosi, Bung!" Dean menepuk punggung Aaron masih sambil menahan tawanya. Dean meninggalkan Aaron yang masih bersungut dan ganti menghampiri Felichia yang sudah duduk bersama anak-anak.
"Kau cantik sekali hari ini," puji Dean seraya mengecup bibir Felichia.
"Aku baru tahu kalau istri Aaron dan Nona Melody wajahnya..."
"Sama?" Sahut Dean menyambung pernyataan Felichia.
"Mereka saudara kembar?" Tanya Felichia penasaran.
"Ya."
Dean sudah semakin mendekatkan wajahnya pada sang istri. Lalu tangan pria itu terulur untuk mengusap wajah Felichia yang sore ini terlihat sangat cantik dan menawan.
"Kau suka denagn acara sore ini?" Tanya Dean selanjutnya.
__ADS_1
"Ya," jawab Felichia seraya tersenyum.
"Kau bahagia?" Tanya Dean lagi.
"Sangat!"
"I love you!"
"I love you too, Dean!" Felichia menggenggam tangan Dean yang masih berada di wajahnya.
"Terimakasih karena sudah membuatkan acara seindah ini, dan menghadirkan teman-teman baikku disini," Felichia sampai kehilangan kata-kata.
"Aku akan mewujudkan mimpi-mimpimu yag lain selagi aku bisa, Fe!" Dean mengecup tangan Felichia dengan penuh cinta.
"Kau segalanya untukku sekarang. Dan juga anak-anak," lanjut Dean berucap dengan sungguh-sungguh.
"Jangan pernah pergi lagi dari sisiku," pinta Dean sekali lagi pada Felichia yag hanya mengangguk-angguk.
"Tetaplah berada di sisiku hingga nanti-"
"Kita menua bersama," Felichia melanjutkan kalimat Dean.
"Ya, kita menua bersama," Dean mengangguk-angguk dan segera mencium bibir Felichia dengan lama dan dalam. Meluapkan seluruh kebahagiaan yang sore ini mereka rasakan.
Semoga selamanya akan seperti ini.
.
.
.
Tamat,
Eh, belum nganu, ya!
😅😅😅
Baiklah, belum tamat.
Nanti aku UP lagi tapi mungkin agak malam.
Mau ada acara sebentar. Doakan biar aku nanti dapat doorprize, ya 😅😅
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya dapat doorprize tamparware ewer ewer 😂
__ADS_1