
Felichia mengatur nafasnya yang memburu setelah ia kehilangan kendali atas dirinya sendiri yang mendadak berubah menjadi begitu gila dan agresif di hadapan Dean. Pria brengsek bernama Dean yang tadi entah mencampurkan apa di dalam coklat hangat Felichia, kini sudah berbaring tak berdaya dan sepertinya sudah tidur pulas. Bau alkohol yang menguar dari dalam mulut Dean masih bisa Felichia cium.
Sialan!
Kenapa Felichia tak menyadarinya sejak tadi dan harus menjadi pemuas nafsu pria ini lagi!
"Dean brengsek!" Umpat Felichia sebelum wanita itu memunguti baju Dean lalu memakaikannya pada tubuh Dean seperti sedia kala. Dean tetap tidur mendengkur dan tak membuka mata sedikitpun.
Pria keparat!
Selesai memakaikan baju Dean keparat, Felichia segera masuk ke dalam kamar mandi. Wanita itu menyalakan shower dan berdiam diri cukup lama di bawah guyuran air shower yang dingin.
Felichia tak akan menunggu lagi. Wanita itu sudah bertekad untuk membawa Richard pergi dari rumah neraka ini besok.
Harus berhasil.
Harus berhasil.
Harus berhasil.
"Richard Deano Alexander!" Panggilan dari perawat membuyarkan lamunan Felichia tentang kejadian semalam antara dirinya bersama Dean.
"Iya!" Jawab Felichia seraya bangkit berdiri masih sambil menggendong Richard. Felichia masuk ke dalam ruang imunisasi mengikuti langkah perawat yang tadi memanggil nama Richard.
****
Felichia, Richard dan seorang bodyguard suruhan Dean keluar dari dalam rumah sakit, setelah Richard selesai di imunisasi. Bayi sepuluh bulan itu masih sesenggukan, karena tadi memang ia menangis kencang saat lengan kanannya disuntik.
"Oh, astaga!" Felichia menghentikan langkahnya dan menepuk keningnya sendiri saat ia dan bodyguard Dean hampir mencapai tempat parkir.
"Kenapa berhenti, Nona?" Tanya bodyguard pada Felichia.
"Mainan Richard tertinggal di dalam ruang imunisasi. Bisa kau kembali dan mengambilkannya? Itu adalah mainan kesayangan Richard dan aku tidak mau tuan muda rewel karena mainannya hilang," perintah Felichia pada sang bodyguard.
"Baik, Nona! Saya akan mengambilnya setelah mengantar anda masuk ke mobil." Ucap bodyguard yang hanya membuat Felichia memutar bola matanya.
Mereka berdua akhirnya melanjutkan langkah menuju ke halaman parkir dan bodyguard mengantar Felichia dan Richard hingga masuk ke dalam mobil, sebekum kemudian pria bertubuh krkar itu kembali lagi ke dalam rumah sakit untuk mengambil mainan Richard yang tertinggal.
Felichia mengambil ponselnya dan segera mengetikkan sebuah pesan,
__ADS_1
[Sekarang!]
Selang tiga menit setelah pesan terkirim, seorang pria datang mendekat ke arah mobil Felichia dan tiba-tiba menodongkan pistol ke arah sopir.
"Keluar!" Usir pria itu yang hampir menarik pelatuk pistol. Supir yang ketakutan segera kekuar dan membiarkan pria asing itu duduk di kursi pengemudi, lalu melajukan mobil dengan cepat meninggalkan halaman parkir rumah sakit. Felichia hanya diam di jok belakang dan tak berucap sepatah katapun. Wanita itu mengeratkan dekapannya pada Richard yang masih berada di dalam gendongan.
"Waktu anda pindah dua menit, Nona! Taksi warna biru," ucap pria yang tadi menodongkan pistol pada sopir Felichia.
"Aku mengerti," jawab Felichia seraya menarik nafas panjang-panjang.
Mobil sudah masuk ke dalam basement sebuah gedung. Tepat di sudut tempat parkir, sopir menghentikan mobil dan Felichia segera membawa Richard keluar dari dalam mobil.
"Nona! Tas anda dan gendongan bayi," ucap pria tadi mengingatkan Felichia.
Felichia cepat-cepat melepas tas selempangnya dan juga gendongan bayi Richard, lalu memberikan pada pria asing tadi. Setelah beres, Felichia segera berlari ke arah taksi berwarna biru yang sudah menunggunya. Masih sempat Felichia lihat sekilas, beberapa pria yang memindahkan sesuatu dari sebuah mobil van putih ke dalam mobil hitam Dean yang tadi Felichia naiki.
Mungkin ini licik. Tapi kau pantas mendapatkannya, Dean!
Gumam Felichia sebelum taksi yang ia naiki melaju meninggalkan basement gedung.
****
"Halo!"
"Tuan Dean! Nona Chia dan Tuan Muda Richard diculik."
"Apa? Bagaimana bisa?" Tanya Dean yang suaranya sudah meninggi.
"Tadi saat keluar dari rumah sakit, ada seorang pria asing menodongkan pistol-"
"Dasar kalian tidak berguna!" Umpat Dean sebelum pria itu memutuskan sambungan telepon.
"Dean, ada apa?" Tanya Aaron bingung karena Dean yang tiba-tiba berteriak seperti orang gila.
"Richard diculik!" Jawab Dean seraya menarik kerah jas Aaron.
"Dean! Dean! Tenang dulu!" Aaron berusaha meredam emosi Dean dan membujuk pria itu agar mau masuk ke dalam ruangannya.
Aaron langsung menghubungi beberapa orang untuk melacak keberadaan Chia dan Richard. Semua anak buah Dean langsung menyebar ke penjuru kota demi mencari keberadaan mobil yang membawa Chia dan Richard.
__ADS_1
"Richard pasti akan segera ditemukan, Dean!" Ucap Aaron optimis seraya mengangsurkan sebotol air mineral dingin pada Dean.
Dean tak menjawab dan hanya memijit pelipisnya, saat tiba-tiba ponsel pria itu berbunyi. Ada sebuah pesan suara yang masuk.
Dari Chia?
Dean buru-buru membuka pesan suara dari Chia.
"Dean, tolong aku! Mereka menculik aku dan Richard. Mobil terjebak kemacetan di jembatan perbatasan."
Suara Chia terdengar ketakutan dan samar-samar Dean juga mendengar rengekan dari Richard.
"Kita ke jembatan perbatasan sekarang, Aaron! Penculik Richard terjebak disana!" Ucap Dean seraya berlari keluar dari ruangannya. Aaron bergegas menyusul bos-nya tersebut sambil menghubungi anak buah Dean agar mengepung jembatan perbatasan.
****
"Berapa lama lagi, Aaron?" Tanya Dean tak sabar.
"Kita hampir sampai, Dean! Sabarlah dulu!" Jawab Aaron ikut-ikutan frustasi.
Mobil yang dikemudikan Aaron hampir mencapai jembatan perbatasan yang membelah lautan tersebut. Saat Dean melihat dari kejauhan mobil hitam miliknya yang sudah dikepung dari berbagai arah oleh anak buah Dean.
"Cepat, Aaroon!" Sergah Dean memberikan perintah pada sang sekretaris.
Mobil hitam yang sudah terkepung itu masih betusaha mencari celah. Mobil Dean jaraknya hanya tinggal beberapa meter dari mobil tersebut. Namun sialnya, saat Dean hampir mendekat, mobil hitam itu malah mendapat celah untuk kabur. Kepungan dari anak buah Dean bocor dan mobil sudah melaju ke tengah jembatan. Namun sesaat kemudian, mobil tiba-tiba oleng dan menabrak pagar pembatas jembatan, sebelum kemudian mobil itu terguling beberapa kali dan meledak.
"Richard!"
.
.
.
Tegang, nggak?
Biasa aja, ya?
Yaudah, like aja biar othor bisa up lagi nanti siang.
__ADS_1