Rahim Untuk Sahabat Suamiku

Rahim Untuk Sahabat Suamiku
PERTEMUAN TAK TERDUGA


__ADS_3

Dean baru pulang dari kantor saat mendapati Felichia yang sedang menyuapi bayi Richard makanan pendamping ASI di ruang tengah. Sikap Baby sitter berambut hitam sebahu itu yang begitu telaten dan keibuan, membuat Dean mengulas senyum tipis di bibirnya.


Sudah hampir sebulan Chia menjadi baby sitter untuk Richard, dan Dean semakin bisa melihat keakraban di antara mereka. Hubungan Richard dan Felichia sudah seperti seorang anak dan ibu. Dan sudah beberapa hari terakhir, Dean merasakan hatinya yang menghangat setiap kali ia menyaksikan keakraban Richard dan Felichia.


Aneh sekali!


"Hai, Jagoannya Dad! Sudah mandi belum?" Sapa Dean yang sudah ikut duduk di atas karpet yang ada di ruang tengah. Dean langsung mengambil Richard dari atas bouncher dan memangku bayinya yang semakin menggemaskan tersebut.


"Tadi Richard sudah mandi, Tuan Dean-" kalimat Felichia langsung terhenti karena Dean mengangkat satu tangannya ke arah Felichia.


"Dean! Panggil Dean saja, seperti aku yang juga memanggilmu Chia saja," ucap Dean seraya menatap ke dalam kedua netra milik Felichia.


Cepat-cepat Felichia mengalihkan pandangannya dan sebisa mungkin tak membalas tatapan mata Dean.


Sial!


Felichia mengumpat kesal dalam hati.


"Chia," panggil Dean lagi dengan nada lembut.


Ck!


Benar-benar menyebalkan!


"I-iya, Tuan Dean-"


"Eh, maksud saya Dean," jawab Felichia merasa kaku.


"Iya, seperti itu," ucap Dean seraya mengulas senyum di bibirnya. Felichia hanya ikut tersenyum tipis dan lanjut menyuapi Richard yang kini berada di pangkuan Dean.


****


Malam menjelang,


Dean sudah rapi mengenakan setelan tuksedo warna hitam. Pria itu membuka pintu kamar Richard dan langsung mendapati Felichia yang sedang menggendong seraya menimang-nimang Richard. Samar-samar terdengar juga senandung kecil dari Felichia yang sedang menidurkan Richard.


"Rich sudah tidur?" Tanya Dean pelan seraya menghampiri Felichia yang amsih menggendong Richard.


"Hampir," jawab Felichia sedikit berbisik.


"Aku harus pergi ke sebuah acara malam ini," ucap Dean mengungkapkan pada Felichia tentang acaranya.


Felichia hanya mengangguk.


"Kau akan tidur di kamar Richard lagi?" Tanya Dean lagi pada Felichia.

__ADS_1


Felichia memang lebih banyak tidur di kamaf Richard saat malam ketimbang di kamarnya sendiri. Felichia beralasan pada Dean, kalau Richard sering terbangun saat tengah malam, dan akan lebih midah jika Felichia berada di dekat bayi laki-laki itu.


"Sepertinya begitu Tu-"


"Maaf, maksud saya Dean," Felichia mengoreksi panggilannya pada Dean sebelu kena tegur.


Dean hanya tertawa kecil dan langsung mencium kening Richard yang masih bersembunyi di pundak Felichia. Sekilas Dean bisa mengendus aroma wangi dari tubuh Felichia serta tengkuk putih mulus Felichia yang membuat Dean tertegun sejenak.


Ya ampun!


Dean menggeleng-gelengkan kepalanya dan langsung membuang jauh semua pikiran kotornya.


"Aku pergi dulu, Chia!" Pamit Dean sekali lagi pada Felichia yang hanya mengangguk. Raut kehangatan di wajah Felichia langsung berganti menjadi raut kebencian, setelah Dean keluar dari kamar dan mengunci pintu.


Felichia sebenarnya sudah mulai risih dengan sikap Dean yang sok perhatian belakangan ini, dan ingin secepatnya membawa pergi Richard dari rumah ini. Tapi setelah Felichia pikir-pikir lagi, mungkin tidak ada salahnya Felichia sedikit balas dendam pada Dean atas semua perlakuan iblis pria itu di masa lalu.


Felichia akan membuat Dean merasakan sakit hati yang setimpal dengan yang pernah pria itu torehkan di hati Felichia.


Felichia akan membuat Dean menangis darah hingga pria itu akan merasakan hidup segan matipun tak mau.


Ya!


Dean pantas mendapatkannya!


****


Dean yang datang sendiri malam ini, menyapukan pandangannya ke setiap sudut ballroom hotel. Pria itu langsung terkejut saat mendapati Erlan yang malam ini datang menggandeng seorang wanita yang tengah mengandung.


Dean berani bersumpah kalau itu bukan Felichia.


Itu adalah Navya Orlando!


Apa?


Sejak kapan Erlan punya hubungan dengan Navya Orlando?


Lalu dimana Felichia?


"Erlan," Dean menyapa Erlan yang tampak terkejut.


Erlan langsung mekempar tatapan membunuh ke aran Dean, da pria itu segera menarik tangan Navya agar tak dekat-dekat dengan Dean.


"Erlan! Aku mau bicara!" Panggil Dean seraya mengejar Erlan dan menghadang langkah pria yang petnah menjadi sahabat dekatnya saat kuliah tersebut.


"Mau bicara apa, hah?" Tanya Erlan dengan nada ketus dan kasar.

__ADS_1


"Felichia dimana?" Tanya Dean tonyhe point.


"Dan kenapa kau datang bersama Nona Orlando ini ke pesta? Bukankah istrimu adalah Felichia?" Tanya Dean tak mengerti.


"Aku tak ada hubungan apapun lagi dengan Felichia, setelah mantan sahabatku yang kaya dan tak punya hati menghancurkan pernikahan kami!" Jawab Erlan tegas yang seperti sebuah sentilan untuk Dean.


"Dan aku tidak tahu Felichia ada di mana. Yang pasti, Felichia sudah pergi jauh dan menemukan kebahagiaannya sekarang!" Sambung Erlan lagi yang langsung membuat raut wajah Dean berubah kecewa.


Namun Erlan pura-pura tak peka dan memilih mengabaikannya saja.


"Jadi kau benar-benar tak tahu Felichia ada dimana?" Tanya Dean sekali lagi memastikan.


"Aku tidak tahu!" Jawab Erlan masih dengan nada tegas.


"Lagipula, untuk apa kau mencarinya lagi, Dean? Kau sudah merampas anak Felichia tanpa perasaan! Apa sekarang anakmu kekurangan kasih sayang hingga kau mencari-cari Felichia lagi?"


"Apa kau dan Melanie tidak bisa-"


"Melanie sudah meninggal!" Dean memotong kalimat Erlan dengan cepat.


Erlan langsung diam beberapa saat.


"Aku turut berduka kalau begitu."


"Setidaknya, Melanie tak perlu berlama-lama merasakan sakit dan hidup bersama suami iblis-"


"Kau!" Dean sudah meraih kerah jas Erlan karena emosi mendengar perkataan Erlan yang terus menyindirnya.


"Lepaskan, Dean!" Navya menyentak tangan Dean dengan kasar dan melepaskan cengkeraman tangan pria itu dari kerah jas Erlan.


"Selamat menjadi seorang ayah tunggal, Dean Alexander!" Pungkas Erlan dengan nada sinis sebelum pria itu menggandeng tangan Navya dan meninggalkan Dean yang masih dipenuhi amarah.


"Dasar brengsek!" Umpat Dean kesal.


.


.


.


Mampir juga ke karya tiri aku "Calon Istri Menjadi Adik Tiri"


Kasihan, sepinya udah ngalahin kuburan padahal rajin UP juga 😂😂


__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2