
Elisa terpaksa dinikahkan dengan Dodi untuk membayar hutang padahal saat itu usianya baru 17 tahun. Elisa bahkan harus berhenti sekolah karena hal itu. Selama pernikahannya Elisa selalu disiksa dan dipaksa bekerja di rumah mertuanya sendiri walau kondisinya tengah mengandung. Belum lagi suaminya yang menjadikannya sebagai budak nafsu membuat hidup Elisa semakin sengsara.
Saat hamil sembilan bulan Elisa diusir suami dan mertuanya karena suaminya menikah lagi degan wanita kaya. Ayahnya yang sakit-sakitan juga meninggal disaat yang bersamaan.
Kehidupannya memang sungguh miris namun kelahiran Kiara membuatnya bertahan. Sudah diusir dan dihina tinggal di rumah sendiri pun suaminya sering menyiksanya. Belum lagi istri kedua suaminya sering mengancamnya dan memperlakukannya dengan kasar jika menggoda suaminya. Tidak hanya dari suami dan keluarganya Elisa juga dipandang sebelah mata oleh tetangganya karena hidupnya yang miskin.
Kehidupan menyedihkan itu lah yang dijalani Elisa hingga akhirnya meninggal saat berusaha menyelamatkan Kiara namun Tuhan berkata lain tubuh Elisa menjadi reinkarnasi seorang Elsa Hoover.
"Rasanya aku seperti memerankan peran wanita protogonis yang hidup mengenaskan, selain harus merawat anak aku juga harus memberi pelajaran orang-orang sombong itu," gumam Elsa disela langkahnya.
Jgeeerrrr
Bunyi petir tiba-tiba terdengar begitu keras yang langsung menurunkan hujan yang begitu deras. Elsa dan Kiara berlari menuju rumah yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Rumah yang terlihat menyeramkan karena berada di dalam hutan. Rumor yang beredar rumah itu sudah lama kosong dan berhantu. Letaknya yang jauh dari permukiman membuatnya tidak pernah dijamah manusia karena berada diperbatasan desa.
"Ibu aku takut disini gelap sekali." Kiara memeluk Elsa dengan erat menatap sekelilingnya yang begitu gelap tanpa penerangan
"Tidak apa-apa setelah hujan kita akan pergi kita berteduh dulu." Elsa mendekap tubuh Kiara yang setengah basah begitu juga dirinya.
"Arghh." Suara erangan samar-samar terdengar.
"Ibu itu suara apa Kiara takut." Kiara semakin erat mendekap tubuh Elsa.
"To- long." Suara sangat pelan namun Elsa dapat mendengarnya.
"Sepertinya ada yang minta tolong," gumam Elsa. "Kiara tunggu disini, Ibu akan memeriksa suara apa di dalam sana." Elsa melepas dekapan Kiara.
"Tapi Bu nanti jika terjadi sesuatu pada ibu bagaimana?" keluh Kiara.
"Tidak akan, tunggu sebentar." Elsa memberi pengertian pada Kiara. Perlahan melangkah masuk dengan tidak adanya penerangan sama sekali menyulitkan Elsa untuk memeriksa.
__ADS_1
"Permisi ada orang." Elsa mencoba mengatakan sesuatu untuk mendapat respon.
"To- long." Kembali Elsa mendengar suara yang begitu lirih.
Elsa mendekat ke arah suara itu namun tiba-tiba Ia menginjak sesuatu disertai rintihan. "Aw."
"Maaf aku tidak bisa melihat apa-apa kau manusia atau ...." Elsa tidak meneruskan kata-katanya saat meraba tubuh hangat yang menandakan itu manusia bukan hantu.
"Kenapa kau disini ditempat gelap?" Elsa mencoba membangunkan orang itu dari lantai. "Apa ini?" Elsa merasakan cairan kental merembes ke tangannya. Cairan yang berbau anyir. "Darah, kau terluka!"
"Aku tertembak di lenganku, bantu aku," ucap pria itu degan nada rendah. Ia sudah kehilangan banyak darah.
Elsa yang dulunya sekolah dokter sedikit banyak tahu tentang luka.
"Untung kau tertembak di bagian lengan paling tidak kau masih bisa bertahan sampai besok pagi." Elsa mengeluarkan selendang dari tasnya lalu membuat simpul di lengan pria itu agar darahnya tidak terus-terusan keluar.
"Jika saja ini bukan tempat yang sepi karena di tengah hutan mungkin saja aku bisa langsung membawamu ke rumah sakit, tapi ini sudah malam dan tidak ada mobil yang lewat." Elsa merasa tidak berdaya karena tidak bisa melakukan apapun kecuali menunggu pagi.
Semalam Elsa menemani pria itu bersama Kiara hingga pagi menjemput.
Elsa bergegas menuju pinggir jalan untuk menghentikan mobil. Untungnya mobil yang dihentikannya bersedia membantunya.
Setelah satu jam akhirnya mobil tiba di sebuah rumah sakit. Pria itu langsung masuk UGD untuk segera ditangani.
Setelah membayar pengobatan pria itu Elsa dan Kiara beranjak pergi. Elsa tahu pria itu akan baik-baik saja karena lukanya tidak membahayakan nyawanya hingga meninggalkannya.
Ting
{Sistem mendeteksi Nyonya melakukan kebaikan bonus kekayaan 20 juta}
Notifikasi dari sistem yang terdengar di kepala Elsa.
__ADS_1
Elsa dan Kiara terus melangkah menuju sebuah apartemen mewah.
"Ibu kita akan tinggal disini?" Kiara mendongak sampai ke puncak tertinggi gedung apartemen itu.
Elsa tersenyum mengangguk. Apartemen milik keluarga Hoover membuat Elsa mengingat masa lalunya. Masa dimana bersama Ia begitu disayangi dan dimanjakan oleh orang tuanya.
Elsa menatap seorang wanita yang keluar bersama seorang pria yang tidak lain adalah adiknya dan suami adiknya.
"Seharusnya dari dulu kau kita lakukan ini, semua aset keluarga Hoover menjadi milik kita." Ucapan itu keluar dari mulut adik ipar Elsa yang tidak sengaja terdengar Elsa saat berpapasan.
Pasangan itu tertawa bahagia membuat Elsa berpikir keras. "Setelah aku meninggal mereka begitu bahagia, apa yang sebenarnya terjadi dan apa maksud aset keluarga Hoover menjadi milik mereka sepenuhnya." Pemikiran-pemikiran itu berkecamuk di pikiran Elsa.
"Ibu!" Sentak Kiara menarik tangan Elsa. Beberapa kali Kiara memanggil ibunya namun tidak direspon hingga menarik tangannya.
"Kita masuk." Elsa menggandeng tangan Kiara masuk ke Lobby apartemen itu.
Disinilah kehidupan baru Elsa dan Kiara dimulai. Tempat yang akan membuat kehidupannya dan Kiara jauh lebih baik.
Setelah Kiara tertidur Elsa membuka sistemnya untuk memeriksa.
"Sistem buka!"
{Selamat datang di sistem kebaikan, Nyonya Elisa}
{Persiapan pemasangan sistem. Sistem akan dipasang dalam hitungan ke 3. 1, 2, 3}
Elsa merasakan otot-otot tubuhnya ditarik ribuan semut yang terasa menyakitkan semakin lama semakin tidak tertahankan.
"Arghhh." Elsa berguling-guling di lantai dengan rasa yang begitu menyakitkan itu.
10%, 20%, 30 % . . . 70% . . 100%. {Berhasil memasang Ketrampilan kuat, kekuatan anda saat ini setara 10 pria dewasa}
__ADS_1
Elsa langsung bangkit dari lantai. Saat ini merasakan tubuhnya sangat fit dan ringan.