Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 85. Penyesalan Agatha


__ADS_3

Elsa memasukkan sesuap kue ke mulutnya dengan antusias. Ya setelah beberapa bulan akhirnya ia dapat menikmati cloud cake buatan sang mommy. Satu hal sangat dirindukan dan diingatnya dari sang mommy selain kasih sayangnya adalah cake buatannya. Rasa cloud cake yang lembut selembut awan sesuai dengan namanya mampu menyihir siapapun.


Elsa mengerutkan keningnya sesaat cake itu meledak di mulutnya ditambah Elsa yang terlihat seperti ingin memuntahkannya membuat Agatha menatap penuh tanya.


"Apa rasanya, tidak enak kah?" tanya Agatha. Ia menarik beberapa tisu dari kotak tisu lalu memberikannya pada putrinya.


Bueh, bueh!


Elsa melepeh cake yang sudah berada di mulutnya tanpa sisa. Benar-benar Ia tidak menyukai rasa cake itu.


Tidak sabar menunggu jawaban dari putrinya, Agatha langsung mencicipi cake itu namun bukan seperti rasa aneh seperti dugaannya melainkan rasa kue yang terlewat manis.


"Mom lupa aku tidak suka manis!" protes Elsa dengan ekspresi kesal. Bagaimana bisa mommy nya lupa.

__ADS_1


Protes Elsa seketika membuat Agatha terbelalak. Ucapan Elma mengingatkan pada sosok Elsa. Elsa yang paling tidak suka jika makanan yang terlewat manis karena bisa-bisa moodnya akan jelek seharian.


"Upss." Menyadari ekspresi kesalnya membuat sang mommy curiga Elsa hanya terdiam tanpa ekspresi. Ia benar-benar lupa jika saat ini Ia berada di tubuh Elma bukannya Elsa lagi.


"Maaf Mom El benar-benar tidak suka makanan manis," ucapnya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mendengar jawaban itu sontak membuat Agatha menyunggingkan senyum tipis. Sesaat Ia berpikir aneh dan lupa jika Elsa dan Elma adalah saudara kembar. Mungkin sudah saatnya baginya untuk menceritakan tentang Elsa. Bagaimanapun juga Elma berhak tahu.


"Elma maafkan Mommy karena sudah berbuat semuanya. Seandainya waktu dapat kembali tidak akan aku biarkan kau jauh dari pelukanku," ucap Agatha dengan mata berkaca-kaca. Ia menggenggam tangan putrinya itu dengan semua penyesalan yang lalu itu.


Sore itu Agatha membawa kedua putrinya kembarnya berjalan-jalan. Biasanya Ia selalu didampingi ART nya namun Agatha menolak. Diam-diam Agatha pergi menemui seseorang dan menyerahkan salah seorang putrinya. Setelah itu Ia kembali dengan cerita berbeda, Ia membuat cerita jika saat Ia meninggalkan kedua untuk buang air kecil saat kembali salah seorang putrinya sudah tidak berada kereta dorong.


Ya Agatha terpaksa merekayasa semuanya demi sang mantan kekasih. Ia berharap jika Elma akan bisa menjadi pelipur juga penyembuh untuk Galang namun nyatanya takdir berkata lain. Beberapa hari setelah kedatangan Elma yang saat itu dirawat Shanty istrinya menyatakan jika tiba-tiba seseorang tidak kenal merebutnya lalu membawanya kabur. Galang tidak tinggal diam Ia mencari keberadaan Elma yang Ia ganti nama Elisa keseluruhan penjuru negeri namun hasilnya nihil.

__ADS_1


Beberapa bulan pencariannya tidak membuahkan hasil akhirnya Galang sekeluarga pindah ke luar negeri. Walaupun di luar negeri namun Galang terus mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Elisa. Dan setelah 25 tahun akhirnya Ia berhasil menemukan keberadaan Elisa.


"Mom," sentak Elsa. Sejak tadi sang mommy terlihat melamun juga menitikkan air mata.


"Iya sayang." Agatha langsung mendekap sang putri dengan tangis yang semakin Idak kuasa ia bendung. Ia benar-benar tidak bisa membayangkan kehidupan apa yang dijalani sang putri hingga memiliki putri diusia yang terbilang masih muda. Nikah muda, nikah paksa atau hanya pelayan ranjang itu lah yang mungkin terjadi pada sang putri. Namun Agatha tidak ingin menguak masa pedih itu lagi dengan mempertanyakannya. Saat ini Ia hanya akan mengukir senyuman di wajah sang putri dengan memberikan kasih sayang sepenuhnya.


Tidak berbeda dengan Agatha, batin Elsa juga sebenarnya sedih. Sedih karena seharusnya bukan Ia yang seharusnya berada disini melainkan sang kakak. "Seharusnya kau yang menerima semua ini Elisa namun setelah semua ini mengapa Tuhan tidak memberimu kebahagiaan dan malah menukarnya," gumam Elsa.


.


.


Elsa menatap batu nisan yang bertuliskan nama, Elsa Birdella Hoover, wafat 3 Maret 2023. Tujuh bulan sudah jasadnya terkubur dalam tanah.

__ADS_1


"Makam ini adalah makan saudara kembarmu," jelas Agatha. Ia menarik bahu putrinya mendekat sembari mengusap lembut. Dari pada menjelaskan panjang lebar Agatha memilih untuk mengunjungi makan Elsa. Sejak Ia dimasukkan ke panti jompo lalu dipindahkan Elardo Ia tidak bisa mengunjungi makam itu membuatnya sangat sedih. Dan setelah dipikir-pikir saat ini juga saat yang tepat untuk memberitahu Elma.


"Aku tahu mom namun mommy tidak tahu Elsa yang sudah dimakan cacing itu jiwanya masih hidup di tubuh ini." Ucapan itu hampir saja keluar dari mulut Elsa jika saja tidak ditahannya dan lebih memilih mengatakan dalam hati. Ia Lebih memilih memeluk sang mommy menumpahkan semua kesedihannya. Sedih karena Ia tidak bisa mengatakan semua isi hatinya.


__ADS_2