Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 38. Selamat Dari Bahaya


__ADS_3

Acara perhelatan besar pun di mulai dimana MC mulai acaranya.


Acara itu secara tidak langsung memperkenalkan sistem bodyguard yang dikembangkan perusahaan Cashelion Internasional.


Sistem ini sebelumnya hanya sebuah sistem mata-mata namun dikembangkan lagi menjadi sistem bodyguard yang bisa melindungi si pengguna mulai dari deteksi kondisi tubuh, tempat dan hal buruk yang terjadi pada si pengguna.


"Baiklah tidak ada yang lebih tepat untuk menjelaskan bagaimana sistem ini dibuat selain si pencipta kita sambut CEO Cashelion Elardo Cashel." Panggil MC membuat sorak sorai tepuk tangan memenuhi auditorium itu.


"Siapa wanita itu kenapa sejak tadi menjadi perhatian tuan Cashel." Bisik-bisik beberapa tamu undangan yang hadir yang sudah pasti dari kalangan elite. Mereka semua menatap ke arah Elsa dengan tatapan iri namun Elsa tidak terpengaruh dengan itu. Ia tetap mengangkat dagunya memperlihatkan kesombongannya karena tidak ada satu pun orang yang bisa merendahkannya. Siapa pun yang berani akan berurusan dengannya.


Beberapa diantaranya lebih memilih mengagumi ketampanan Elardo.Tidak ada wanita di kota itu yang tidak mengagumi pria itu. Tampan, kaya raya juga pintar semua hal yang diinginkan wanita ada pada pria itu.


"Pria itu begitu banyak pemuja dan bahkan mereka semua sangat cantik tapi kenapa dia malah memilihku, apa dia itu buta hingga tidak melihat dengan jelas," gumam Elsa.


Elardo sudah berdiri di atas panggung megah itu dan menjelaskan bagaimana Ia bisa menciptakan sistem itu dan alasan apa Ia menciptakan sistem itu.


"Dulu aku sama sekali tidak menghargai hidupku hingga seorang wanita yang bahkan tidak mengenalku menyelamatkan hidupku hingga sejak saat itu aku berjanji akan mengurus dan menjaganya seumur hidup. Sistem ini aku kembangkan hanya untuk dia, dia yang selalu ingin aku jaga." Sorot mata berbinar Elardo mengarah ke Elsa membuat Elsa menjadi pusat perhatian.


"Aku kenapa aku." Elsa merasa tidak percaya tapi karena terus ditatap Ia akhirnya berdiri.

__ADS_1


"Mari Nona." Dua orang mengulurkan tangan untuk membawa Elsa naik ke atas panggung.


Sementara Kiara terus saja mengangkat kedua jempol sebagai penghargaan untuk ayahnya.


Kini Elsa dan Elardo sudah berdiri bersama diatas panggung itu menjadi pusat seluruh pasang mata baik secara langsung maupun tidak langsung karena acara itu disiarkan secara live di beberapa stasiun tivi.


"Nona Elisa bersediakah menikah denganku?" Elardo dengan posisi bertekuk lutut sembari menyodorkan cincin bertahtakan berlian meminta Elsa.


"Tuan aku-"


Klaakkkkk!


Seluruh lampu di ruangan itu mati.


Di detik selanjutnya terdengar bunyi sesuatu jatuh dari atas.


"Apa yang terjadi?" Suara keributan mulai terjadi karena tidak ada yang tahu apa yang terjadi.


Lampu itu kembali menyala memperlihatkan apa yang terjadi. Serpihan lampu kristal sudah berserakan di panggung itu sementara kedua orang yang tadi berdiri disana tampak baik-baik saja hanya saja tidak Elsa terlihat syok tubuhnya bergetar hebat sejak kejadian tadi.

__ADS_1


Periksa semua orang pastikan tidak ada yang boleh keluar sebelum kau menemukan siapa pelakunya!" tegas Elardo pada Arga.


"Baik Tuan."


Elardo mengangkat tubuh Elsa meninggalkan tempat itu dan membawanya ke rumah sakit.


Flash Back.


Entah mengapa sejak masuk ke ruangan itu Elsa merasakan intuisinya mengatakan ada hal besar yang akan terjadi. Jika itu menyangkut orang lain Elsa bisa melihatnya namun jika menyangkut dirinya Ia tidak bisa melihatnya hanya saja perasaan itu akan terus menguat membuatnya waspada.


Setelah naik ke atas panggung Elsa samar-samar mendengar suara pangsit lampu itu begitu rapuh hingga saat sistemnya memberikan tanda peringatan bahaya segera Elsa menghindar dari bawah lampu kristal raksasa yabg tergantung di tengah-tengah panggung itu tempat ia dan Elardo berada dibawahnya. Bisa dipastikan jika lampu itu sampai jatuh menimpanya Ia tidak akan selamat.


Flash Back Off.


"Tuan aku ingin pulang, aku tidak ingin ke rumah sakit." Elardo menahan lengan Elardo yang hendak melajukan mobilnya.


"Tapi baju harus memastikan tidak terjadi sesuatu padamu," kukuh Elardo.


"Aku baik-baik saja hanya butuh istirahat. Kiara dimana dia?" Elsa yang menyadari keberadaan Kiara mempertanyakan keberadaannya.

__ADS_1


"Kiara aku sudah menyuruh orang untuk mengantar pulang setelah kekacauan tadi, kita akan pergi ke rumah sakit sebentar lalu kembali." tegas Elardo.


Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.


__ADS_2