Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 39. Jarum Kehidupan


__ADS_3

"Tidak ada masalah yang serius hanya sedikit syok saja istirahatlah lebih banyak Nona Elisa," ucap Profesor Edward yang mengantar Elsa dan Elardo keluar dari ruangannya.


Drt ... drt.


Ponsel profesor Edward bergetar membuat fokusnya langsung tertuju pada ponselnya.


"Apa pasien mengalami serangan jantung!" panik profesor Edward yang langsung meninggalkan Elsa dan Elardo begitu saja.


"Siapa yang baru saja menelepon kenapa profesor begitu panik?" Elardo mempertanyakan sikap profesor Edward yang tidak biasa.


Namun bukannya merespon dengan ucapan Elsa Ia malah berlari meninggalkan Elardo dan mengejar Prof Edward.


"Elisa kau mau kemana?" Elardo mengejar Elsa.


Elsa berhenti di depan ruangan ICU, dimana Profesor Edward sedang memperjuangkan nyawa di dalam sana.


"Ada apa, kau kenal pasien ini?" tanya Elardo.


Lagi-lagi Elsa tidak menjawab Ia malah mendobrak pintu ruangan itu. Di dalam Profesor Edward sudah angkat tangan karena setelah menggunakan pacu jantung pasien sudah tidak bisa bertahan lagi.

__ADS_1


"Prof tinggalkan aku sendiri," pinta Elsa.


"Untuk apa, pasien sudah tidak bisa tertolong, ini sudah diluar kekuasaan manusia."


"Aku tidak punya waktu banyak cepat pergi!" bentak Elsa.


Saat itu orang-orang Elardo menarik paksa Profesor Edward dan beberapa perawat keluar setelah Elardo memberikan kode.


"Tuan apa yang anda lakukan ini menyalahi hukum membantu Elisa, jika Elisa melakukan diluar prosedur terlebih Ia hanya mahasiswa dan dokter magang." Profesor Edward mengungkapkan rasa ketidakmengertiannya pada sikap Elardo yang malah membantu Elisa menyingkirkannya.


Sementara di dalam ruangan Elsa fokus segera menolong pasien. Ia mengeluarkan jarum cahaya dari ruang penyimpanan. Jarum cahaya bisa membunuh dan menyelamatkan nyawa.


Sekuat tenaga Elsa berusaha membawa kembali pria yang sudah sekarat itu.


"Kembali lah!"


Elsa merasakan rohnya hampir lepas dari tubuhnya seperti terjadi tarik menarik. Ia terus berusaha tidak ada sedikit keraguan dalam hatinya sampai akhirnya detak jantung pasien kembali berdetak setelah sempat berhenti.


"Elisa kau!" maki profesor Edward setelah berusaha keras untuk bisa masuk. Ia menatap kesal Elsa namun ekspresinya berubah setelah melihat alat pantau pasien.

__ADS_1


"Prof pasien sudah lewat dari masa kritisnya,"ucap perawat setelah memeriksa tanda vital pasien.


"Elisa apa yang kau lakukan kenapa bisa seperti ini?" Profesor Edward benar-benar tidak percaya Elsa membuat pasien yang sudah sekarat itu kembali stabil.


"Aku sudah selesai Prof, aku pergi dulu." Elsa yang sudah tidak memiliki tenaga lagi bahkan untuk bicara memilih untuk meninggalkan tempat itu tanpa mau menjelaskan.


"Tuan aku ...." Belum selesai bicara tubuh Elsa sudah jatuh tepat ke pelukan Elardo.


"Tuan apa perlu kita kembali masuk?" tawar Arga melihat Elisa yang tiba-tiba tidak sadarkan diri.


"Tidak perlu, kita pulang!" titah Elardo membopong tubuh Elsa masuk ke dalam mobilnya.


Sesampainya di rumah Elardo membaringkan tubuh Elsa di kamarnya. Ditatapnya wajah cantik Elisa yang selalu mampu membuatnya sangat khawatir namun tidak bisa melakukan apapun selain mendukung apapun yang dilakukan wanitanya.


"Sejak awal aku berpikir kau bukan wanita biasa, siapa kau sebenarnya Elisa kau wanita yang misterius," gumam Elardo.


Elardo kembali mengingat hal-hal aneh dari Elsa. Wanita yang seharusnya menghindari bahaya namun Elisa malah mendekati bahaya itu.Terakhir kali bahkan menyelamatkannya dari musuhnya juga kejadian tadi di acaranya tiba-tiba Elisa mendorongnya membuatnya keduanya selamat dari bahaya.


"Aku akan terus menunggumu sampai kau sendiri yang menceritakan padaku. Aku hanya ingin kau mempercayaiku dan merasa nyaman bersamaku," gumamnya lagi membelai wajah Elsa yang tengah tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2