
Seminggu kemudian
Dok ... dok ... dok.
Hakim mengetuk palu tiga kali sebagai akhir sidang panjang pembunuhan berantai yang dilakukan Angga. Masa lalu Angga yang pahit menjadikan pria 30 tahun itu menjadi pria berdarah dingin yang mampu menghabisi puluhan wanita tidak berdosa hanya karena kebenciannya terhadap ibunya.
Sepanjang perjalanan Elsa terus saja terlihat termenung membuat Elardo merasa cemas karena seharusnya Ia sangat bahagia memenangkan kasus ini tapi ekspresi yang ditampilkan malah sebaiknya.
"Sayang ada apa, apa ada sesuatu yang membuatmu tidak senang atau kau tidak puas dengan vonis yang dijatuhkan hakim? Kalau gitu kita akan menjatuhkan banding!" Elardo hampir berputar arah namun dengan cepat tangan Elsa menahannya.
"Tidak, aku hanya sedih setelah mengetahui hal sebenarnya." Ucapan Elsa sama sekali tidak menjelaskan namun dilihat dari ekspresi wajahnya Elardo tahu ada rasa kesedihan yang mendalam yang dapat dirasakannya.
Elsa memang belum menceritakan semua hal yang di dengarnya dari Angga hingga hanya ia lah yang tahu seluk beluk pembunuhan berdarah dingin itu.
__ADS_1
Elardo menepikan mobilnya menatap wajah Elsa lalu menggenggam tangannya. "Apapun alasan dari kejahatan tetaplah perbuatannya tidak dapat diampuni biarkan Ia menebus kesalahannya karena dengan begitu Ia dapat merenungi kesalahannya."
Elsa mengangguk dengan penjelasan yang diutarakan Elardo. Ya walaupun sangat kasian dengan Angga karena semua yang dilakukannya bukan kesalahannya namun harus menanggung kebencian itu dan melakukan banyak pembunuhan dengan tangannya.
{Ding. Misi selesai Rp 3,1 M imbalan masuk ke akun Anda}
Bersamaan dengan itu notifikasi dari Bank pemberitahuan sejumlah uang masuk ke akun rekeningnya. Elsa tersenyum senang saat membaca pesan di ponselnya membuat Elardo penasaran dengan hal itu.
"Kenapa kau begitu tampak senang setelah membaca pesan yang baru saja masuk, siapa yang mengirim pesan itu apa dari pria lain!" Aura kecemburuan ditampilkan Elardo namun setelah itu dengan cepat elsa menyerahkan ponselnya pada Elardo. "Baca sendiri!"
"Apa ini siapa yang mengizinkanmu menerima banyak uang dari seseorang jika kau mau aku yang akan memberikannya!" Elardo yang kesal menjatuhkan ponsel yang berada di tangannya dan langsung mengalihkan pandangannya ke depan.
"Kenapa Elardo yang cemburu seperti anak kecil?" gumam Elsa.
__ADS_1
Hubungan keduanya memang sudah berkembang pesat sejak terakhir kali Elardo kembali menyelamatkannya dari Angga juga sebaliknya. disaat-saat terakhir semua hal yang terjadi padanya membuatnya merasa yakin jika Elardo lah pria yang pantas untuk mendapatkan cintanya. Tidak ada hal yang bisa disembunyikannya lagi dari pria itu hingga Ia akan memberitahukan identitasnya yang sebenarnya.
Dengan penuh keyakinan Elsa akan memberitahu identitasnya yang sebenarnya pada pria disampingnya itu.
"Sebenarnya uang itu dari sistem," ucap Elsa.
"Apa kau percaya jika aku katakan, aku adalah reinkarnasi Elsa Hoover?" imbuh Elsa.
Berbeda dengan pemikiran Elsa sebelumnya yang menganggap jika Elardo akan menganggapnya gila namun sebaliknya.
"Aku percaya semua yang kamu katakan, terima kasih sudah memberitahuku." Elardo langsung memeluk tubuh Elsa.
Mendengar hal itu Elsa tersenyum senang karena bagaimanapun kepercayaan dari Elardo membuatnya bahagia. Mungkin hanya dia seorang satu-satunya orang yang percaya dengan pengakuan yang mungkin sebagian orang hanya menganggapnya membual dan bahkan ucapan orang gila.
__ADS_1
Elsa menceritakan semua hal yang terjadi padanya dari kejadian awal sebelum meninggal dan akhirnya lahir kembali ditubuh wanita yang merupakan ibu tunggal yang miskin lalu tiba-tiba sistem yang tertanam ditubuhnya membuatnya menjadi Elsa yang seperti sekarang ini.