Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 42. Kegundahan Elsa


__ADS_3

Elsa terjaga dari tidurnya sembari menggeliat. Perlahan matanya terbuka dan betapa terkejutnya saat sosok pria tidur seranjang bersamanya.


"Ups." Hampir saja Elsa berteriak jika saja tidak cepat-cepat menutup mulutnya saat menyadari kejadian semalam. Saat Elardo menyatakan perasaannya selama ini dan rasa sakitnya karena Ia terus saja mengabaikannya.


"Apa ini artinya aku wanitanya?" Elsa mempertanyakan statusnya.


Deg


Tiba-tiba sepasang bola mata menatapnya intens yang jelas mendengar ucapannya.


"Kau mau aku bagaimana lagi untuk membuktikan, kau satu-satunya wanita yang ingin aku jaga dan lindungi." Elardo mengingat bagaimana Ia menahan diri walaupun sangat ingin menghabiskan malam-malam panas dengannya. Ia bersumpah hanya akan melakukannya jika sudah sah menjadi pasangan suami istri.


"Menikahlah denganku dan jadilah wanitaku satu-satunya," imbuh Elardo.


Deg ... deg.


Jantung Elsa seperti ingin meledak mendengar kata-kata dari Elardo. Wanita manapun pasti akan bahagia mendengar ucapan manis dari seorang pria termasuk dirinya. Namun Elsa masih harus menyelesaikan misi-misi kebaikan dari sistem. Menikah memang terdengar menyenangkan apalagi perasaan Elsa yang sudah jelas juga merasakan hal yang sama pada Elardo tapi semua pasti berimbas pada sistem yang akan dijalankannya.


"Aku tidak ... maksudku maukah kau menunggu sebentar?" Elsa hampir saja menolak namun dengan cepat Ia meralat ucapannya.

__ADS_1


Seperti mendengar angin segar, Elardo merasa senang karena wanita di depannya ini tidak menolaknya hanya meminta waktu. Tentu saja Ia akan memberikannya bahkan Ia sanggup terus menunggu jika itu bisa membuatnya memiliki wanita itu.


.....


Sepeninggalan Elardo dari apartemennya, Elsa kembali tertegun sembari memikirkan.


{Sistem On. Sepertinya anda begitu gelisah Nyonya}


"Kau benar. Sistem apa kau tahu kapan misi ini berakhir dan jika berakhir apa kau akan mati?" Elsa menyampaikan kegelisahannya. Ia berpikir bukan hanya tentang sistem tapi kehidupan selanjutnya.


{Sistem hanya menjalankan perintah tidak mencangkup hidup mati seseorang dan untuk sistem ini kapan berakhir ketika anda sudah berada di tempat yang semestinya}


Elsa berpikir sejenak sesaat ia begitu tergoda dengan kehidupan duniawi. Siapa yang tidak tergoda berumah tangga memiliki seseorang yang setia dan selalu disisinya menjaganya begitu bugar dengannya. Namun hidup kedua yang diberikan Tuhan kepada menjadi orang lain tidak mungkin disia-siakannya.


Drt ... drt.


Ponsel Elsa bergetar Ia segera menjawab panggilan telepon masuk itu.


"Gawat nona Erina menghilang," lapor anak buah Elardo yg ditugaskan untuk mengawasi gadis itu.

__ADS_1


"Bagaimana bisa?" ucap Elsa setengah panik.


"Baiklah kalian cari mungkin saja masih disekitar situ!"


"Baik Nyonya."


Setelah mengakhiri panggilan telepon Elsa bergegas pergi menuju tempat Erina namun langkahnya terhenti saat ponselnya kembali bergetar. Kali ini tertera hanya nomer telepon membuat Elsa berpikir mungkin saja telepon dari Erina.


"Halo Erina kau dimana?" Elsa.


"Hahaha." Bukan ucapan yang terdengar dari seberang telepon melainkan tawa yang cukup membuat Elsa mengernyitkan dahi.


"Kak jangan kesini di-" Belum selesai bicara ponsel sudah diambil alih si pria yang berbicara diawal. Terdengar juga tangis Erina yang mungkin disiksa karena terdengar suara dan bentakan.


"Erina, Erina!" panik Elsa karena hanya bisa mendengar tanpa bisa melakukan apapun.


"Jika kau mau gadis ini kau datang ke jalan xxxxx no xx jangan mencoba lapor polisi, kau harus datang seorang diri!"


Tut ... tut.

__ADS_1


Panggilan di langsung diputus setelah pria itu menyampaikan keinginannya. Mendengar hal itu Elsa bergegas pergi. Tidak ada hal yang paling dikhawatirkannya selain keselamatan Erina.


Elsa menghentikan taxi dan segera menuju tempat kejadian.


__ADS_2