Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 26. Kecelakaan


__ADS_3

"Ibu." Kiara memeluk Ibunya dengan erat. Gadis kecil berumur 7 tahun itu sejak tadi antusias menunggu kedatangannya bahkan tidak ingin tidur sebelum ibunya datang.


"Maaf Tuan, saya sudah membujuk Non Kia tapi- "


"Tidak apa-apa Paman Leo , siapkan makan malam!" potong Elardo pada kepala pelayannya.


"Siap Tuan." Kepala pelayan Leo beranjak meninggalkan tempatnya.


Sementara itu Elsa menatap dingin Kiara. Ya karena sikap keras kepalanya menyusahkan Kepala pelayan Leo.


"Ibu, Kia mohon maafkan Kia," bujuk Kia setelah ketiganya duduk di ruang tamu.


"Lain kali jangan menyusahkan Kakek Leo, mengerti?" Elsa menatap Kia dengan peringatannya. Kia hanya mengangguk.


Pembicaraan itu terus berlanjut ketika Kiara menceritakan bagaimana Ia menghabiskan waktunya untuk belajar dari sekolah setelah itu memperdalam ilmu IT semua itu dilakukan oleh guru khusus yang setiap hari datang ke kediaman Cashel.


Entah hal baik apa yang dilakukannya di masa lalu walaupun terlahir miskin namun nasib baik kini sedang dialaminya. Tidak pernah terbesit dalam pikirannya sekalipun jika Kiara akan mendapat kesempatan dan keberuntungan sebesar itu. Disisi lain Ia dapat dengan tenang menjalankan misi-misi dari sistem. Sungguh hidupnya kini begitu sempurna membuatnya bersyukur menjalani hidup keduanya di tubuh seorang Elisa.


"Mulai saat ini aku adalah Elisa," gumam Elsa dalam hati. Ia mulai sepenuh menerima dirinya sebagai Elisa dan akan melupakan masa lalunya sebagai Elsa.


Elardo terus saja menatap Elsa tanpa mengalihkan pandangannya membuat Kiara menyadari mungkin keberadaannya menganggu keduanya. Setelah makan malam itu merak duduk kembali di ruang tamu.


"Om El, Ibu Kia ngantuk tidur dulu ya. Ibu jaga diri Ibu baik-baik." Kiara beranjak dari duduknya lalu memeluk Elsa sebelum meninggalkan tempat itu.


Elsa tersenyum lalu mengelus kepala Kiara dengan lembut.


Sepeninggalan Kiara suasana nampak hening membuat Elsa berpikir untuk segera pamit.


"Aku akan mengantarmu!" Elardo berucap bernada perintah membuat Elsa tidak mungkin berdebat lagi. Mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 jika mencari taxi pun akan sulit.


"Tuan mungkin beberapa hari ke depan aku akan jarang menemui Kiara karena aku akan mencari pekerjaan."


Elardo tertegun mendengar ucapan Elisa.


"Kau mau kerja dimana, bukankah kau pernah mengatakan bahkan tidak lulus sekolah menengah atas, bagaimana jika kau kerja denganku? Elardo menatap Elisa sekilas lalu kembali fokus ke jalanan.


"Kerja apa?" Elsa antusias.

__ADS_1


"Pekerjaanmu hanya satu."


"Apa?" desak Elsa semakin tidak sabar dan bahkan mencengkram jas pria itu membuat Elardo menatap penuh ke arahnya.


"Maaf." Elsa buru-buru melepaskan tangannya.


"Awas!" teriak Elsa.


Sesaat karena fokus pada Elsa, perhatian Elardo terganggu.


Cit ... cit Brakkkkk.


Mobil itu membanting setir ke kiri lalu menabrak pembatas jalan.


"Aw." Elsa memegangi kepalanya yang terluka akibat membentur ke depan. Ia mulai menyadari mengalami kecelakaan, kejadian yang begitu cepat bahkan seperti mimpi.


"Tuan, tuan." Elsa mengguncang tubuh Elardo.


"Pria ini." Denyut nadi pria itu bahkan tidak terasa.


Ia langsung menarik tubuh pria itu keluar dari mobil. Memposisikan rata di aspal.


"Aku harus melakukannya." Elsa akan melakukan tindak CPR untuk menyelamatkan nyawa pria itu. Ia terus menekan dada pria itu agar detak jantung kembali berdetak.


"Ayo Tuan kembali, aku akan lakukan apapun yang kau inginkan aku mohon kembali!" Elsa terus menekan tangannya di dada pria itu.


Uhuk ... uhuk.


Elardo terbatuk-batuk membuat Elsa merasa lega.


Disaat yang sama suara ambulans datang ke lokasi.


"Aku sudah kembali jadi tepati janjimu." Elardo menagih janji yang sempat diucapkan Elisa tadi.


"Kau mendengar ku!"


"Sedikit."

__ADS_1


"Cepat bawa dia!" perintah Elsa pada petugas ambulans.


Elardo menggeleng. Ia tidak akan pergi sebelum Elsa mengiyakan keinginannya.


"Kita akan bahas setelah anda ditangani Tuan." Tegas Elsa.


.


.


"Lukanya tidak serius hanya luka kecil," jelas dokter setelah memeriksa secara mendalam dengan Rontgen.


"Namun tadi tuan Elardo sempat berhenti bernapas dokter saya menduga terjadi gagal jantung karena syok." Elsa menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


"Dari mana anda tahu, apa anda juga seorang Dokter?" Mendengar penjelasan itu Dokter menatap Elsa penuh.


"Dia akan belajar disini Dokter sekaligus akan menempuh pendidikan, aku menjamin dia sangat bisa diandalkan," sela Elardo.


Rumah sakit ini adalah milik keluarga Cashel jadi dengan mudah Elardo bisa membuat Elsa bekerja disana.


Sebenarnya Elsa tidak ingin lagi bersentuhan dengan sesuatu yang bersangkutan dengan rumah sakit dan Dokter tapi sejak lama jiwa menolongnya itu tiba-tiba muncul apalagi dia bukan Elsa yang dulu.


.


Setelah mendapat pengobatan di kepalanya Elsa kembali ke ruang rawat Elardo.


"Bagaimana apa kau baik-baik saja?"


Elsa mengangguk. Entah berapa kali Ia membuat nyawa pria itu dalam bahaya namun tetap saja pria itu masih berada di sisinya.


"Tuan kenapa anda melakukan banyak kebaikan pada saya, kau bahkan tidak mengenalku sebelumnya?" Elsa menatap penuh pria yang kini terbaring di ranjang itu.


"Karena kau telah menyelamatkan aku malam itu. Dulu aku menganggap hidupku tidak berarti hingga aku masuk ke organisasi hitam tujuanku hanya satu membalas dendam. Sejak kematian kedua orang tuaku aku merasa bersalah dan menghakimi diriku tidak pantas hidup. Malam itu aku melakukan baku tembak dengan mafia hitam yang terlibat atas kematian orang tuaku. Naasnya kelompok itu begitu banyak hingga kami kewalahan, untungnya aku bisa meloloskan diri namun malam itu aku terjebak di tempat itu hingga kehilangan banyak darah untungnya kau menyelamatkan aku. Sejak saat itu aku merasa aku tidak boleh menyia-nyiakan hidupku, aku menyelidiki mu dan aku mulai tertarik padamu di balik keterbatasan kau terus berusaha sedangkan aku menyia-nyiakan hidupku," jelas Elardo panjang lebar.


"Hidup mati seseorang sudah digariskan Tuhan, kematian orang tua anda bukan salah anda singkirkan hal bodoh itu. Aku yakin orang tua anda akan sedih jika seumur hidup anda seperti ini. Untuk permintaan Anda, saya idak bisa menerima anda karena merasa tidak pantas tapi izinkan saya berusaha memantaskan diri saya." Elsa berusaha menolak permintaan pria itu untuk menikahinya dengan alasan rasional. Ia tidak ingin mengecewakan pria itu namun Ia harus fokus ke tujuan Ia lahir kembali. Pada saatnya Ia akan membuka diri setelah semua misinya tercapai.


Elardo tersenyum mendengar kata-kata Elisa walaupun lagi-lagi Ia ditolak namun paling tidak Ia memiliki kesempatan di masa depan.

__ADS_1


__ADS_2