Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 9. Ingatan Elisa


__ADS_3

"Hah bayangan apa itu tadi." Elsa tersentak karena tiba-tiba saja ada potongan memori yang tergambar jelas di kepalanya. Ya kejadian dimana pemilik tubuh ini selalu saja tidak berdaya saat ditindas.


"Ibu kenapa Bu?" Kiara merasa cemas karena ibunya tersentak setelah beberapa saat terdiam.


"Brengsek kembalikan tas ku!" Elsa menghempas pria yang masih berstatus suaminya dengan kuat. Elsa yang pernah belajar bela diri tentu saja bukan masalah besar mengatasi seorang Dodi.


"Darimana wanita ini mendapatkan keberanian yang begitu besar," gumam Dodi. "Punya nyali juga mau melawanku!" Dodi hendak bangkit dari tanah namun secepat kilat Elsa menendang pria itu.


"Itu balasan yang pantas pada pria yang semena-mena pada wanita akan aku balas satu persatu perbuatanmu kali ini juga. Mampus kau!" Elsa yang meradang melampiaskan semua perlakuan buruk yang pernah Ia terima, menendang pria itu berkali-kali. Memori penyiksaan yang dialami Elisa tergambar begitu jelas membuat Elsa ikut meradang.


Namun Elsa menghentikannya saat Kiara tertegun menatapnya. Bagaimanapun juga Dodi adalah ayah dari Kiara.


"Kiara ayo kita pergi kita akan pergi kan?" Elsa menarik tangan Kiara setelah mengambil kembali tas nya dari tangan Dodi.


Keduanya melangkah pergi menaiki angkot untuk sampai di kota dan setelah sampai Elsa berganti taxi untuk melanjutkan perjalanannya menuju tempat bermain terbesar di kota itu. Sepanjang perjalanan Kiara terdiam tidak ada suara yang keluar dari mulutnya membuat Elsa merasa bersalah karena mungkin Kiara syok saat melihatnya menghajar ayah kandungnya.


"Kiara kau kenapa, apa kau sakit?" Elsa memeriksanya dahi Kiara namun tiba-tiba Kiara melempar senyuman.


"Ibu kau hebat, selama ini ayah selalu menindas kita tapi sekarang Ibu berani melawan. Kiara yakin ayah tidak akan berani lagi." Kiara tersenyum bangga mengangkat kedua jempolnya.


Elsa merasa lega karena pikirannya salah, Kiara malah mendukung aksinya memberi pelajaran kepada ayahnya yang selalu bersikap buruk itu.


"Ibu sudah berubah sekarang dan selamanya Ibu tidak akan membiarkan siapapun menindas hidup kita. Ibu akan membuatmu bahagia." Elsa mengusap wajah Kiara dengan penuh kasih sayang.


Potongan-potongan memori pemilik tubuh ini perlahan muncul di kepala Elsa membuat Elsa semakin terpacu untuk merubah hidup menyedihkan Elisa dan Kiara.


Ting


{Sistem mendeteksi kebaikan yang anda lakukan Nyonya Elisa, keterampilan kuat berhasil anda dapatkan. Sistem akan memasang saat anda seorang diri}


Terdengar notifikasi dari sistem membuat Elsa terperanjat namun di detik berikutnya Ia tersenyum. Entah apa ketrampilan kuat itu tapi di dengar dari namanya sepertinya Ia akan memiliki kekuatan.

__ADS_1


Elsa dan Kiara turun setelah sampai di taman bermain yang cukup besar. Disana banyak sekali permainan yang pasti disukai semua anak-anak termasuk Kiara.


Keduanya berdiri di depan taman bermain terbesar di kota itu. Kiara tersenyum tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Mimpi saja Ia takut tapi kali ini semua nyata.


"Ibu cubit Kiara." Kiara menarik tangan Elsa mengarahkannya pada pipinya.


Elsa menahan tawa dengan sikap polos Kiara. Ia menyeimbangkan tinggi tubuhnya dengan Kiara.


"Kau tidak mimpi Kiara, setelah ini apapun yang kamu inginkan Ibu bisa memberimu." Elsa mengusap lembut wajah Kiara seakan cinta kasih seorang Ibu itu muncul begitu saja tanpa Elsa sadari."Selama ini kau sudah sangat menderita Kiara, saatnya membuatmu bahagia," gumam Elsa.


Elsa menggenggam tangan Kiara keduanya menikmati kesenangan bersama-sama. Mungkin hal biasa bagi orang berlebih bermain di taman bermain seperti ini namun berbeda bagi seorang Kiara yang sejak kecil bahkan sudah menelan pil pahit.


Kiara menikmati kesenangannya hari ini dari naik Bianglala, Kora-Kora hingga masuk ke dunia es. Kiara menikmati semua permainan yang selama ini hanya ada dalam bayangannya namun hari ini terwujud.


Ting


{Misi berhasil, Selamat anda naik level Nyonya. Bonus kekayaan 20 juta plus 2 juta bonus kenaikan level}


Kembali notifikasi dari sistem memberitahukan bahwa misinya berhasil.


_____________________________


STATUS


Nama Pengguna : Elisa Putri


Umur : 25 Tahun


Level : 3/10


Saldo : Rp 26.100.000

__ADS_1


Misi : 2/10


Ketrampilan : 2 (Bakat, Kuat)


Bank : Bank Central Asia No Rek : 0123 - **** - **** - ****


____________________________


Elsa berdecak senang setelah memeriksa saldonya terus bertambah membuatnya tidak akan kesusahan lagi karena sistem akan terus memberinya kekayaan.


"Tutup!" Elsa menutup panel sistemnya. Disaat yang bersamaan Kiara juga sudah kembali dari menaiki wahana.


"Ibu aku sudah puas kita pulang," ucap Kiara.


Elsa mengangguk keduanya meninggalkan tempat itu menaiki taxi agar cepat sampai rumah. Namun hal mencengangkan terjadi di depan mereka saat api berkobar membakar rumah itu.


"Ibu rumah kita." Kiara hendak berlari mendekat ke api yang berkobar-kobar itu namun dengan sigap tangan Elsa menahannya.


"Biarkan saja Kiara," ucap Elsa dengan nada lemah. Tidak ada satu orang pun yang membantu memadamkan api yang melahap habis rumahnya mereka semua menertawakan nasib malang yang menimpanya.


"Bagaimana apa kau puas wanita ******," bisik seorang wanita yang sejak tadi tertawa paling keras.


"Wanita ini istri pria brengsek itu," gumam Elsa.


Andini istri kedua Dodi. Andini sudah memperingatkan Elisa untuk tidak menganggu Dodi namun masih saja beberapa kali Andini melihat Dodi keluar dari rumah Elisa membuat Andini geram walau kenyataannya Dodi pulang untuk meminta uang dan menyiksanya jika tidak mendapatkan keinginannya.


"Hei kau wanita ****** wanita tidak tahu diri harusnya peringatan itu kau tunjukkan padamu sendiri!" Elsa yang sejak tadi menahan amarahnya akhirnya tidak bisa menahannya lagi menjambak wanita selingkuhan suaminya itu.


"Aku peringatkan, aku akan balas setiap tetes air mata yang disebabkan olehmu dan pria brengsek itu!" Elsa menghempas Andini dengan kuat membuatnya tersungkur ke tanah. Kali ini Ia tidak akan main-main dengan ancamannya.


Tetangga Elisa merasa tertegun dengan sikap berbeda dari Elisa yang begitu berani. Selama ini Ia lah yang selalu ditindas dan berakhir menangis namun hal berbeda ditunjukkannya.

__ADS_1


"Elisa seperti orang yang berbeda," ucap salah seorang tetangganya Elisa. Menatap Elisa dan Kiara yang semakin menjauh dari pandangannya.


"Apa kita terlalu keterlaluan." Seorang tetangganya merasa menyesal karena telah termakan ucapan wanita yang mereka tidak tahu siapa. Wanita itu adalah Andini yang mengatakan Elisa wanita penggoda hingga bersama-sama membakar rumah Elisa. Ya, tetangga Elisa lah yang membakar rumah Elisa.


__ADS_2