Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 27. Anak Bodoh?


__ADS_3

Keesokan paginya Elsa kembali ke kontrakannya. Lukanya yang ringan hingga diizinkan pulang oleh Dokter.


Sementara di rumah sakit, Elardo memegangi ponsel Elsa yang tertinggal.


Kembali ke kontrakan Elsa.


"Kau ****** sialan dengan bahagia kau menjalani hari-harimu." Ucap seseorang dari arah belakang dengan nada sarkastik.


Elsa pun menoleh, wanita yang tak lain Andini berdiri menatapnya dengan tatapan dendam yang membara.


"Sejak lama kau selalu mendapatkan apa yang kamu inginkan kau tak lain hanya sampah tapi ingin bersaing denganku!"


Andini adalah teman sekolah Elisa namun apapun yang Andini inginkan selalu di rebut Elsa membuatnya memiliki dendam yang begitu besar. Bahkan demi membalas dendamnya Ia menggoda suami Elisa dan merongrong nya untuk menyakiti Elisa dengan mengusir dan menceraikannya. Sekian lama berada disisi Dodi pria itu masih saja mencintai Elisa walaupun selalu berbuat kasar karena Elisa tidak pernah mencintainya. Andini yang geram berkali-kali mencelakai Elisa hingga menginginkan kematiannya namun Ia selalu gagal.


"Aku begitu banyak melakukan banyak hal tapi kau masih tetap berdiri di tempatmu." Andini yang sudah kehilangan akal mendekat dengan menodongkan pisau ke arah Elsa.

__ADS_1


"Andini kau sadar, ini sama sekali bukan penyelesaian. Kau jangan gegabah."


Bukannya berhenti Andini bahkan mengarah pisau itu ke leher Elsa.


"Hahaha, kau masih bisa bicara seperti itu, aku sudah kehilangan suamiku karena kau juga bayi dalam kandungku ini yang bahkan sudah menjadi yatim sebelum lahir. Kau masih memintaku bersabar!" Andini semakin mengeratkan tangannya membuat pisau itu m nempel di leher Elsa


Sejak tadi alarm tanda bahaya dari sistem terus berbunyi.


"Wanita ini sudah gila, jika aku terus melawannya itu tidak akan berhasil, aku harus pelan-pelan membujuknya," gumam Elsa.


"Baiklah kita bicara baik-baik tapi singkirkan pisau ini dulu," bujuk Elsa.


Brukkkk


Tubuh Andini terjatuh saat suntikan anestesi memblokir tubuhnya hingga tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Kiara kau." Elsa menatap Kiara ya masih memegang alat suntik.


Sesaat Kiara masuk mencari keberadaan ibunya karena semalam Ia bermimpi buruk tentang ibunya. Kiara terkejut mendengar suara wanita dengan nada amarah berteriak di depan rumahnya.


Kiara yang tidak mungkin melawan Andini karena situasinya begitu berbahaya. Ia masuk ke kamar ibunya mencari sesuatu yang bisa digunakan lalu menemukan beberapa obat-obatan medis salah satunya cairan anestesi.


Setelah beberapa petugas dari rumah sakit jiwa membawa Andini pergi, Elsa dan Kiara masuk ke dalam rumahnya. Tanpa perlu dijelaskan Elsa tahu Kiara dapat melakukan semua yang orang dewasa lakukan bahkan melebihi orang dewasa.


"Kiara ibu menghargai kau ingin menyelamatkan Ibu tapi tadi begitu berbahaya bagaimana jika Tante Andini melukaimu? Kemari lah." Elsa menepuk kursi di sebelahnya memintanya Kiara duduk. Sejak tadi kiara hanya menunduk karena Ia menyadari raut kemarahan di wajah ibunya.


Kiara langsung berlari memeluk Ibunya karena sejak kejadian terakhir kali Kiara benar-benar ketakutan kehilangan ibunya.


"Anak bodoh!" Elsa mengusap bahu Kiara. Ia benar-benar tidak bisa lagi meremehkan putrinya itu hingga ungkapan itu lah yang bisa diucapkannya karena masih tidak menyangka Kiara memiliki kecerdasan luar biasa.


....

__ADS_1


Hari-hari berlalu Elsa bekerja di rumah sakit milik keluarga Cashel sembari menyelesaikan pendidikannya sebagai dokter bedah. Elardo membantunya membuatnya dengan mudah masuk fakultas kedokteran walaupun tidak lulus SMA. Elsa hanya memperdalam ilmunya karena bagaimanapun juga dulu ia sudah mendapat gelar itu. Ia hanya perlu melemaskan otot-otot nya untuk kembali memegang pisau bedah dan lainnya di ruang operasi.


Selama itu pula Elsa terus melakukan tugasnya juga menjalankan sistem penyelamatan karena dengan bekerja menjadi dokter otomatis banyak misi penyelamatan yang dilakukannya.


__ADS_2