Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 36. Bermalam Bersama


__ADS_3

Mohon dukungannya untuk tinggalkan jejak like, menjadi silent reader tidak masalah namun setidaknya tinggalkan like agar author makin semangat updateโœŒ๏ธ๐Ÿ™


Happy Reading ๐Ÿ˜Š


_____________________________


Elsa menggeliat manja sesaat terjaga dari tidurnya namun tiba-tiba perasaan aneh menghinggapi nya saat tangan seseorang melingkar di perutnya. Elsa yang belum membuka mata tidak tahu siapa pria disampingnya itu.


"Tenang Elsa jangan gegabah, jangan sampai membuatnya bangun." Elsa dengan tenang mengambil jarum akupuntur di ruang penyimpanan sistem.


Elsa bersiap untuk menusuk jarum itu.


"Baiklah kita hitung mundur 3...2...1." Elsa hendak menusuk titik akupuntur pria itu namun tiba-tiba tangannya ditahan.


"Apa yang mau kamu lakukan Nona?" Elardo yang sedari tadi sudah terbangun menatap penuh wanita di depannya yang hendak melakukan sesuatu.


"Tidak aku hanya ...." Elsa buru-buru mengembalikan senjatanya ke ruang penyimpanan karena ternyata pria disampingnya adalah Elardo. Tadinya Ia berpikir pria disampingnya adalah pria jahat. Semalaman hingga dua kali Ia diserang pria nakal namun untungnya sistem otomatis mengupgrade sistemnya hingga saat ini Ia tidak perlu takut lagi karena Ia memiliki kemampuan juga senjata yang bisa melindunginya.


Elsa yang kelelahan langsung tertidur di pelukan Elardo membuat Elardo membawanya pulang. Tadinya hanya Elsa yang tidur di ranjangnya namun karena Elsa menggigil juga mengigau Ia memeluk berusaha menenangkannya namun tidak disangka pria itu malah tertidur.


"Hei apa yang kamu lakukan pergi dari ranjangku!" bentak Elsa sesaat menyadari masih memeluk tubuh pria itu bahkan matanya terbelalak saat tanpa sadar memegangi perut sixpack Elardo.

__ADS_1


"Nona apa kau berusaha menggodaku, jangan salahkan jika singa tidur ini tidak terima!" peringat Elardo karena perbuatan Elsa secara tidak langsung membangkitkan gejolak paginya.


Elsa tersentak dan langsung bangkit. "Aku akan membuat sarapan." Elsa yang sudah tidak bisa menyembunyikan rasa malunya memilih segera pergi meski alasan yang dikemukakannya itu tidak tepat.


sepeninggalan Elsa, Elardo terus tersenyum tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya semalaman bisa memeluk wanita yang dicintainya.


.


.


Elardo keluar dari kamar setelah membersihkan diri dan telah siap dengan pakaian kerjanya.


"Kiara kau ini masih terlalu kecil kenapa memikirkan urusan orang dewasa seperti itu. Menikah itu bukanlah perkara yang mudah. Ibu dan ayahmu tidak ada hubungan apa-apa," tegas Elsa.


Namun bukannya percaya begitu saja, nyatanya Kiara bisa melihat dengan jelas saat mempertanyakan tadi pipi ibunya merona menandakan sudah terjadi sesuatu diantara mereka.


"Baiklah Ibu tunggu aku akan melakukan sesuatu agar Ibu bisa secepatnya menerima ayah," ucap Kiara seraya mengayunkan langkah.


Elsa beranjak dari ranjang mengejar Kiara yang sudah keluar dari kamar. "Tunggu Kiara kau ini masih kecil jangan...." Belum juga menyelesaikan ucapannya fokus Elsa tertuju pada pria yang kini berdiri tepat disampingnya. Tepat setelah Kiara berlalu Elardo yang sejak tadi berdiri di samping pintu Kemudian menghadang pintu.


"Haruskah anak sekecil Kiara memikirkan kebahagiaan orang dewasa sepertimu!" Tatapan dingin Elardo terarah pada Elsa.

__ADS_1


"Aku tidak-"


"Baiklah aku akan lebih berusaha, aku tidak mau Kiara turun tangan karena aku yang kurang berusaha. Nanti malam datanglah ke acaraku, orangku akan menjemputmu."


"Acara apa haruskah aku datang, aku tidak suka acara keramaian," tolak Elsa dengan halus.


"Acara .... Sudah pokoknya kau harus datang hari ini kau libur kan?"


"Bagaimana tuan tahu?"


"Aku sudah mengonfirmasi jadwal mu," jelas Elardo.


Cup.


Elardo tiba-tiba mengecup kening Elsa sekilas dan anehnya Elsa membiarkan saja tanpa sedikitpun perlawanan yang seperti biasa Ia lakukan.


"Tuan kau." Elsa yang tersadar mendorong tubuh pria itu menjauh.


"Kau harus terbiasa karena setelah menjadi istriku kau tidak bisa lepas sedikit pun dariku." Tekan Elardo setelah itu Ia melangkah pergi.


Cukup lama Elsa tercengang dengan ucapan Elardo. Pria itu sungguh membuat tulangnya serasa membeku aura dingin bercampur posesif yang kuat begitu terasa dari ucapannya.

__ADS_1


__ADS_2