Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 37. Calon Istri


__ADS_3

Beberapa MUA datang ke kediaman Cashel untuk merias Elsa.


"Paman Leo sebenarnya acara apa ini, kenapa aku harus datang?" telisik Elsa pada kepala pelayan di rumah itu sebelum menyetujui untuk dirias.


"Malam ini Cashelion Internasional akan meluncurkan produk baru Nona, apa anda tidak membaca beritanya." Sahut salah seorang Mua yang menyodorkan ponselnya pada Elsa.


Cashelion Internasional menjadi Siluman, tagline itulah yang menjadi perbincangan panas seharian ini menjadikan trending topik di dunia maya hingga memenuhi seluruh pemberitaan hari ini.


Publik bertanya-tanya, produk apa yang diluncurkan perusahaan itu. Produk-produk perusahaan itu selalu laku keras di pasaran hingga membuat seseorang Elardo Cashel menjadi perbincangan para gadis-gadis muda.


.


.


Elsa berjalan memasuki gedung pencakar langit dimana acara itu di gelar. langkahnya terhenti saat seorang pria yang begitu dikenalnya menatap intens.


"Elisa itu kah kau." pria itu terbelalak melihat penampilan Elsa yang tampak berbeda. Elisa yang selalu tampak sederhana tanpa make up itu tiba-tiba berubah menjadi bak bidadari dengan riasan smokey eyes juga balutan dress malam yang mewah.


Melihat tatapan yang tidak biasa dari pria lain Kiara mencengkram tangan ibunya.


"Aku harus memberitahu ayah," gumam Kiara.


"Bu aku masuk dulu." Pamit Kiara berlari masuk.


"Ki ...." Belum juga selesai bicara Kiara sudah hilang dibalik pintu gedung itu.


"Sudah lama tidak bertemu denganmu Tuan Reno." Elsa tersenyum menanggapi keterkejutan pria di depannya saat tidak sengaja bertemu di tempat yang tidak biasa.

__ADS_1


"Aku mencarimu namun aku baru tahu jika rumahmu kebakaran sedangkan tidak ada seorang pun yang tahu dimana keberadaan mu dan Kiara. El, aku benar-benar takut tapi sekarang aku lega kau baik-baik saja." Reno dengan ekspresi terharunya meraih tangan Elsa lalu menggenggamnya.


Sungguh tidak ada hal membahagiakan bagi Reno selain melihat wanita yang dicintainya dalam keadaan baik-baik saja.


"Ehem." Seorang pria yang keluar dari dalam mendekat dan langsung menepis tangan Reno yang memegang tangan Elsa.


"Kau sudah datang?" Perhatian Elardo langsung berfokus pada Elsa yang nampak begitu cantik dan anggun. Gaun yang dipakai Elsa pun adalah gaun yang dipilihkan Elardo. Gaun hitam yang begitu elegan itu menempel sempurna di tubuh Elsa menjadikan wanita itu menjadi bintang di acara ini.


"Kau cantik sekali sayang," puji Elardo.


Di detik selanjutnya fokus Elardo tertuju pada pria dibelakang yang sekarang menjadi rivalnya. Ya setelah Kiara menceritakan secara singkat Elardo tahu jika Reno menyukai Elisa hingga Ia tidak akan membiarkan celah sedikitpun untuk Reno. "Maaf Tuan Reno, kau menyentuh calon istriku."


"Calon istri apa maksudnya?" Reno yang masih belum mengerti menanyakan lebih jelas ucapan Elardo yang menyebut Elisa calon istri.


"Tidak itu." Elsa yang hendak menjelaskan langsung dibungkam mulutnya dengan ******* bibirnya.


Sejak lama Ia mengharap cinta Elisa namun tidak pernah terwujud kini Elisa malah dekat dengan sahabat baik juga rekan bisnisnya.


"El, Elisa itu adalah-" Belum juga selesai menjelaskan fokus Reno teralihkan dengan kedatangan wanita yang mendekat dan langsung bergelayut manja di bahunya.


"Reno kenapa kau meninggalkanku!" kesal wanita itu namun dengan sikap manja membuat orang yang melihatnya muak termasuk Elsa dan Elardo. Keduanya memilih untuk mengalihkan perhatian.


"Kau menyingkir lah." Reno menghempas wanita disampingnya dengan kasar dengan sigap tubuh wanita itu ditahan Elardo.


"Terima kasih Tuan Cashel anda baik sekali," ucap wanita itu dengan genit membuat Elsa kesal menarik tubuh Elardo menjauh.


"Ayo kita masuk!" Elsa menarik tangan Elardo.

__ADS_1


"Elisa itu kau." Ekspresi terkejut ditampilkan Sylvia saat melihat wanita yang tidak pernah ada dalam pikirannya muncul di tempat seperti ini.


"Kenapa ****** selalu saja membuat mataku sakit!" imbuh Sylvia.


"Wanita ini," gumam Elsa. Ia mengingat jelas gambaran-gambaran perbuatan jahatnya di masa lalu pada mendiang Elisa. Elisa hanya selalu diam tidak pernah membalas perbuatan jahat itu sekalipun.


"Bukan saat yang tepat untuk balas dendam," gumam Elsa lagi.


"Sebaiknya kita masuk Kiara sudah menunggu di dalam." Elsa mengalihkan fokus Elardo karena tidak ingin terjadi keributan di acara penting bagi Elardo itu.


Namun Elardo yang sudah geram dengan ucapan wanita itu tidak bisa tinggal diam. "Hei Nona jaga mulutmu kau sedang mengatai calon istriku, aku bisa saja melepaskanmu ke jalan jika kau tidak menjaga ucapanmu!" tekan Elardo dengan ucapannya.


"Calon istri apa maksudnya, Elisa calon istri seorang keluarga konglomerat Cashel apa aku tidak salah dengar?" Ucapan bernada merendahkan dilontarkan Sylvia membuat Elsa yang tadinya hanya diam kesal lalu mendekat ke arahnya.


"Heh kau pikir kau siapa bahkan seekor lalat pun tidak menginginkan seorang sampah sepertimu!" balas Elsa dengan nada yang jauh lebih menyakitkan.


Tadinya Elsa tidak mau melayani Sylvia karena tidak mau wanita itu merusak malam ini namun karena sudah keterlaluan bicara hingga Elsa hanya bisa menanggapi dengan sikap yang sesuai.


"Hentikan!" Reno menahan pergelangan tangan Sylvia saat tidak bisa membendung kekesalannya hampir saja kukunya mencakar wajah Elsa.


"Kita masuk." Elardo menggandeng tangan Elsa meninggalkan tempat itu.


"Wanita ****** itu kenapa jadi begitu berani!" geram Sylvia setelah melihat Elisa yang berbeda dari sebelumnya.


"Kau bisa menjaga sikapmu jika tidak pulang saja!" tekan Reno setelah itu pria itu mengayunkan langkahnya masuk ke dalam gedung.


Sylvia adalah teman sekolah Elisa namun bukan teman baik melainkan musuh. Sylvia selalu iri dengan elisa karena gadis miskin seperti Elisa bahkan disukai banyak pria bahkan pria yang menjadi incarannya pun menyukai Elisa. Pria itu adalah Reno Adiwijaya dengan berbagai cara akhirnya Sylvia bisa mengikat pria itu untuk tidak bersama Elisa. Tapi malam ini Sylvia lagi- lagi dibuat tercengang karena seorang Elardo Cashel pun takluk dihadapan Elisa.

__ADS_1


"Kau masih ingin bersaing dengan ratu iblis, kita lihat siapa yang akan menang!" Sylvia tersenyum menyeringai.


__ADS_2