Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 70. Penculikan Agatha


__ADS_3

Elsa memasuki halaman villa milik Elardo namun entah mengapa suasana tempat itu sepi. Daun-daun kering yang memenuhi tempat itu membuat perasaan Elsa tidak menentu karena tempat itu seperti tidak terawat.


"Pak berhenti!" perintah Elsa pada sopir yang ditugaskan Elardo untuk mengantar kemanapun istrinya pergi. Ya sejak berstatus istri, Elardo memanjakannya dengan berbagai fasilitas namun Elsa menolaknya karena Ia terbiasa melakukan sendiri.


Setelah turun dari mobil Elsa perlahan turun dengan perasaan cemas yang terus memenuhi pikirannya Ia pun berlari masuk.


Dok! Dok! Dok!


Elsa yang sudah tidak bisa mengendalikan diri menggedor pintu rumah itu. Tidak ada respon sama sekali membuat Elsa yang semakin cemas melangkah ke area belakang. Di area belakang juga tampak sepi namun entah mengapa instingnya mengatakan di dalam rumah itu sedang tidak baik-baik saja.


"Jika aku ingin mengetahui sesuatu maka aku harus mencari tahu sampai aku benar-benar yakin dengan hal itu," batin Elsa. Iya meyakinkan diri untuk mengikuti instingnya.


Dubrak! Dubrak!


Dengan kekuatan penuh Elsa mendobrak pintu itu bahkan membuat pintu itu roboh karena tendangan kakinya. Untungnya sistem yang ada dalam tubuhnya hingga kini masih bisa Ia gunakan.


Mata Elsa terbelalak sempurna ketika melihat penjaga juga pembantu yang diikat menjadi satu.


"Apa yang ang terjadi dimana Ibu Agatha?" tanya Elsa langsung ke inti. Ya, sejak tadi yang dicemaskannya adalah mommynya.


Elsa yang tanpa sadar belum membuka lakban yang menutupi mulut mereka langsung membuka lakban itu.


"Tadi malam ada sekelompok orang dengan pakaian serba hitam membuat kegaduhan dan ternyata orang-orang itu mengincar nyonya Agatha," jelas seorang asisten rumah tangga.

__ADS_1


"Siapa...siapa yang melakukannya?" Elsa yang terlihat begitu emosi mengepal erat.


"Saya akan lapor ke Tuan, Nona," sahut seorang pria yang tidak lain penjaga di villa itu.


"Tidak jangan katakan apapun ke Tuan, masalah ini biar aku yang atasi," sergah Elsa. Ia bangkit dari lantai segera mencari keberadaan mommy nya.


"Tapi Nona." Penjaga itu merasa keberatan dengan permintaan Elsa karena jika sampai tuannya marah hidupnya akan berakhir.


"Serahkan padaku!" tegas Elsa penuh keyakinan. Ia kemudian kembali mengayunkan langkahnya.


Sepanjang perjalanan Elsa terus memikirkan siapa orang yang mungkin bisa melakukan hal itu. Orang yang jelas berhubungan dengan mommy nya adalah Galang.


"Pria tua itu pasti dia tahu sesuatu," guma Elsa.


Begitu mobil terparkir Elsa langsung bergerak turun. Ia benar-benar sudah tidak ingin berlama-lama untuk segera menemui pria itu.


Braakkk!


Tanpa permisi Elsa mendorong pintu ruangan itu cukup keras. Sebelumnya asisten Galang sudah memperingatkan jika tuannya sedang berbicara dengan seseorang di dalam ruangan itu namun Elsa tidak memperdulikan yang terpenting baginya untuk segera tahu dimana mommynya berada.


Elsa yang berdiri di pintu langsung ditatap tajam oleh dua pasang mata. Namun tidak menyurutkan langkahnya karena seseorang yang begitu dikenalnya berada di dalam ruangan itu.


"Apa yang kau lakukan disini?" sentak Elsa dengan mata membulat sempurna.

__ADS_1


"Aku...aku hanya."


"Tenang Nak, Ayah yang memintanya datang. Karena kalian sudah menikah jadi sudah sepatutnya keluarga saling mengenal," jelas Galang memotong ucapan Elardo sebelumnya.


Ucapan Galang membuat Elsa merasa kesal. Sampai kapanpun Ia tidak menginginkan pria itu menjadi keluarganya terlebih apa yang sudah dilakukannya dengan menelantarkan Elisa. Jika saja pria itu tidak berpura-pura depresi mungkin mommynya tidak akan pernah menyerahkannya begitu saja bahkan harus membohongi daddynya.


Ya sejak kecil Elsa tahu jika saudara kembarnya itu hilang begitu juga daddynya itu semua karena pria tua di depannya itu. Kehidupan kelam yang dijalani Elisa adalah sebab pria itu juga dan sekarang Ia juga lah yang menculik mommynya karena hanya pria itu yang berhubungan dengan mommynya hingga kini.


"Tidak!" bantah Elsa dengan nada melengking. Ia menarik tangan suaminya menjauhi dari pria itu.


"Sayang kau berlebihan sebenarnya-"


"Diam! kau jangan ikut campur." Elsa memotong penjelasan Elardo. Ia mendelik kesal ke arah pria di sampingnya itu membuat Elardo diam tidak berani mengeluarkan sepatah katapun.


Pandangan Elsa kemudian beralih ke arah pria tua di depannya itu. Tatapan penuh kebencian juga berapi-api diperlihatkan Elsa.


"Dimana mommy!" Bukan sebuah pertanyaan melainkan bentakan yang cukup keras terlontar dari mulut Elsa.


"Aku sudah menemukan alamatnya tapi aku bahkan belum menemui," jelas Galang.


"Bohong."


"Tidak Nak, Ayah tidak bohong. Kau bisa bertanya pada suamimu karena dia yang memberitahu keberadaan mommy mu." Dengan suara lembut Galang memberi pengertian. Ya walaupun putrinya itu sangat marah namun ia tetap berusaha sabar menghadapinya.

__ADS_1


__ADS_2