
"Tuan aku permisi dulu terima kasih untuk waktunya hari ini." Elsa bergegas keluar dari mobil, kesempatan bagus untuknya melarikan diri.
ia melangkah dengan santai namun tiba-tiba tubuhnya diangkat seseorang dari belakang yang tidak lain Elardo. Dengan senyum menyeringai pria itu membopong tubuh Elsa masuk ke dalam apartemen. Ia mengabaikan fokus orang-orang yang menatapnya dan terus melangkah masuk.
"Tuan benar-benar dimabuk asmara," ucap Arga melihat Tuannya yang benar-benar tidak seperti biasanya. Pria yang dulunya hanya seorang pemain cinta kini malah dipermainkan oleh seorang wanita. Bagaimana seorang Elardo Cashel bisa bertahan begitu lama mendapatkan cinta seorang janda seperti Elisa padahal ribuan gadis maupun janda bisa Ia dapatkan dengan mudah.
"Aku sudah tidak bisa bertahan lagi Elisa!" Elardo menurunkan tubuh Elsa di ranjang setelah masuk ke apartemen.
"Setiap hari apakah hobimu membuatku gila, aku bahkan tidak bisa makan, tidur dan berkerja sebelum mengetahui keadaanmu. Secara khusus aku juga menciptakan sistem untuk melindungimu, menyingkirkan bahaya untukmu juga membantumu setiap waktu walau aku sangat sibuk." Elardo yang sudah tidak bisa mengendalikan diri akhirnya meluapkan semua yang ada dalam hatinya beberapa bulan ini.
Bukan Elardo pria yang sabar hanya saja Ia memberi waktu untuk Elsa namun selama itu Elsa tidak pernah menghargai dan malah terlihat mempermainkannya saja.
Ting!
Notifikasi dari ponsel Elsa.
__ADS_1
"Baru-baru ini Cashelion Internasional membatalkan kontrak bernilai triliunan demi sebuah sidang" Berita yang tertulis dari sebuah sumber di internet. Berita itu juga melampirkan foto Elardo yang pergi ke ruang sidang bersama seorang wanita yang tidak lain Elsa.
Elsa terbelalak setelah membaca berita itu. Ia tidak menyangka Elardo selama ini begitu perhatian dan bahkan rela rugi triliunan hanya untuk mendukungnya.
Elsa menatap punggung Elardo yang berdiri di dekat jendela kamarnya. Seperti yang dilihat pria itu begitu kecewa.
"Apa yang aku lakukan, aku benar-benar bodoh!" gumam Elsa. Ia meletakkan ponselnya di nakas lalu beranjak dari ranjangnya.
Kep!
"Kau bodoh kenapa rela rugi sebanyak itu demi aku yang hanya seorang ibu tunggal!" Elsa menatap wajah tampan Elardo, mengusap wajah yang selalu mengkhawatirkan keadaanya.
Elardo yang sudah tidak bisa menahan diri ******* bibir Elsa penuh tuntutan. Tidak ada yang perlu dijelaskan karena semua yang dilakukannya sudah menjawab pertanyaan Elsa.
"Tidka peduli harta dan semua yang aku miliki karena bagiku kau adalah harta yang paling berharga," ucap Elardo setelah mengakhiri ciumannya.
__ADS_1
Kembali Ia ******* bibir Elsa namun kali ini penuh kelembutan bagaikan tidur diatas pelangi. Hari ini untuk pertama kalinya hidupnya begitu berwarna-warni seperti keindahan warna pelangi.
"Bodoh bagaimana kau bisa membuatku bahagia jika kamu miskin, aku sudah menderita sejak kecil apa hidup denganmu juga masih akan membuatku sengsara!" Elsa menghempas tubuh Elardo. Seketika setelah dimanjakan dengan tidur di atas pelangi tubuh Elardo seperti dihempas ke dalam lumpur hidup yang bisa melenyapkannya dari muka bumi ini.
"Tidak aku sangka kau materialistik juga Nyonya Cashel, jika kau mau aku bahkan bisa menimbun mu di atas uang dan emas bak gunung!" Elardo tersenyum sinis membalas ucapan Elsa.
"Kau mau membuatku mati!" kesal Elsa yang menyadari ucapan Elardo adalah sebuah pengakuan yang membanggakan diri jika hartanya bahkan setinggi gunung.
Elardo kembali mendekap tubuh Elsa yang terlihat marah.
"Semua yang aku miliki baik tubuhku dan hartaku hanya untukmu, jadi mulai saat ini kau adalah diriku dan sebaliknya!" ucap Elardo.
Gluk!
Elsa menelan salivanya dengan susah payah mendengar ucapan Elardo. Ucapan yang lembut tapi mengikat itu membuat Elsa merasa tidak akan bisa lari lagi dari jerat seorang Elardo Cashel.
__ADS_1