
{ Ding. Sistem On. Persiapan Upgrade }
10% , 20% . . . . 50% . . . . 100% . Upgrade berhasil.
IDENTIFIKASI
Nama : Elisa Putri
Jenis : Manusia Bumi
KETERAMPILAN :
Ahli Akupuntur
Ahli Beladiri
Ahli Memanah
SENJATA :
Jarum Cahaya
Tongkat Cahaya
Panah Cahaya
____________________________
Tiba-tiba tubuh Elsa menjadi begitu ringan ditambah kekuatan besar yang kini ada dalam dirinya.
Elsa merasa tidak percaya karena di situasi yang begitu darurat sistem otomatis mengupgrade kekuatan dalam dirinya.Ya selama ini itulah yang dibutuhkannya senjata untuk melindungi diri dari musuh-musuhnya.
Dihempaskan nya keempat pria itu hanya dengan sekali pukul saja.
Seet! Seet! Seet! Seet!
Elsa melempar jarum cahaya setelah mengambil dari ruang penyimpanan. Jarum itu menusuk ke titik tubuh keempat pria itu membuat keempatnya tidak bisa bergerak.
"Ada apa ini kenapa kita tidak bisa bergerak." Panik keempat pria itu setelah tubuhnya seperti membeku.
Blam! Blam! Blam! Blam!
Hanya dengan sekali pukul keempat wajah pria itu sudah babak belur oleh Elsa.
Ting
__ADS_1
{ Misi penyelamatan berhasil, bonus 100 juta masuk ke rekening Anda}
Notifikasi dari sistem bersamaan dengan notifikasi dari Bank uang senilai 100 juga masuk ke rekening bank Elsa.
Wiuuu ... wiuuuu.
Dua mobil polisi datang dan langsung menangkap ke empat pria itu. Sebelumnya Elsa menghubungi kantor polisi sesaat mengetahui kejadian tadi.
Elsa juga gadis muda itu ikut dibawa ke kantor polisi untuk membuat laporan. Setelah selesai Elsa keluar dari kantor polisi.
"Hai terima kasih sudah menyelamatkan aku, perkenalkan Devira." Gadis muda yang diselamatkan Elsa mengulurkan tangan sebagai perkenalan juga ucapan terima kasih.
"Sama-sama. Siapapun yang berada di posisiku pasti akan melakukan hal yang sama. Elisa." Elsa menjabat balik tangan gadis muda itu.
"Ini, aku harap kau datang ketempat ku. Aku akan memberikan harga yang sesuai karena telah menyelamatkan aku. Orang tuaku pasti tidak segan." Gadis itu menyodorkan kartu nama.
"Baiklah, terima kasih." Elsa tersenyum menerima kartu nama itu.
"Aku akan antar kau pulang," tawar gadis muda itu. Dilihat dari penampakan juga seorang sopir yang menjemputnya sepertinya gadis itu anak orang kaya.
"Tidak perlu rumahku dekat," tolak Elsa.
"Baiklah aku pergi dulu, jangan lupa datang ke tempatku." Gadis itu mengingatkan sebelum pergi.
Sepeninggalan Gadis itu Elsa kembali tersenyum dengan kekuatan dalam dirinya karena dengan begitu Ia akan lebih banyak menolong orang.
Ponsel Elsa bergetar. Nama Elardo yang tertera di layar ponselnya.
"Pria ini mau apalagi!" geram Elsa. Ia hendak menolak panggilan itu tapi entah mengapa Ia merasa tidak enak seperti ada sesuatu.
"Halo Tuan ada apa, anda baik-baik saja?" - Elsa.
"Benar-benar pacar yang setia. jika kau ingin pacarmu selamat sebaiknya cepat kemari dan jangan sampai lapor polisi!" Ancam pria di seberang telepon.
"Elsa jangan kesini." Suara teriakan Elardo yang terdengar ke telinga Elsa.
"Tuan aku akan menyelamatkanmu tenang saja. Kemana aku harus datang?"- Elsa.
"Ke Jalan xxxxxxx no xx ."
Tut ... tut!
Panggilan itu langsung diputus membuat Elsa semakin cemas. Tanpa membuang waktu Elsa bergegas pergi menuju tempat dimana Elardo disekap.
.
__ADS_1
.
"Apakah ini tempatnya." Monolog Elsa. Ia masuk ke sebuah rumah yang sepertinya sudah lama tidak ditempati.
"Hei kemari!" Beberapa pria mencekal tangan Elsa membawanya kehadapan Elardo. Sementara Elardo duduk di kursi dengan tangan terikat ke belakang.
"Kau lihat siapa yang datang benar-benar wanita yang setia." Pria itu menjepit mulut Elsa dengan tangannya. Brian Mcknight musuh bebuyutan Elardo. Puluhan kali dipermalukan Elardo membuatnya menyimpan dendam dengan Elardo. Saat kesempatan itu datang Brian menggunakannya untuk membalas dendam.
"Dia tidak ada hubungannya dengan kita, lepaskan dia, kau bunuh saja aku!" pekik Elardo.
"Menarik, aku senang dengan permainan ini. Kalian bersenang-senang dengan wanita ini, perlihatkan padanya seberapa nikmat wanitanya ini!" perintah Brian pada anak buahnya.
"Wanita sini kau!" Beberapa pria itu mengepung Elsa hingga tidak ada ruang untuknya bisa kabur sementara Brian tersenyum senang karena berhasil membalas Elardo.
Elardo terus meronta dari ikatannya namun Ia tidak berdaya. Melihat wanita yang dicintainya dalam bahaya, Elardo mau tidak mau mengikuti permainan dari musuhnya itu.
"Tidak jangan, aku akan serahkan yang kau inginkan, aku akan serahkan semuanya aset dan perusahaanku." Elardo menyetujui keinginan musuhnya itu.
"Bagus kau tinggal tanda tangan." Brian menyodorkan dokumen untuk ditandatangani Elardo
"Tidak jangan Tuan!" Elardo hendak menandatangani surat kuasa pengalihan aset juga perusahaannya.
"Tidak ini tidak boleh," gumam Elsa. Ia harus segera melakukan sesuatu. Dihempasnya beberapa pria yang mengelilinginya sekaligus lalu berlari secepat kilat mengambil alih surat itu lalu merobeknya. Setelah itu Elsa hendak membuka tali yang mengikat tangan Elardo namun tiba-tiba pria itu menodongkan senjata api.
"Jika kau bergerak sedikit saja peluru ini akan menembus kepalamu!" ancam pria itu.
Tanpa pria itu sadari tangan Elsa sudah memegang jarum cahaya.
Seet!
Elsa menusuk titik akupuntur ditubuh pria itu membuatnya tidak bisa bergerak.
"Apa yang terjadi padaku tiba-tiba aku tidak bisa bergerak." Tubuh Brian seperti membeku tidak bisa bergerak.
"Cepat tangkap wanita ini!" geram Brian menatap Elsa dengan tatapan penuh amarah lalu beralih ke anak buahnya yang masih kesakitan di lantai.
Seet! Seet! Seet!
Belum juga bergerak Elsa lagi-lagi melempar jarum cahaya yang hanya terlihat olehnya membuat beberapa pria itu juga tidak bisa bergerak.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan Elsa segera membuka tali yang mengikat tangan Elardo. Keduanya segera berlari menyelamatkan diri karena setelah jarum itu lepas hanya selang 10 menit tubuh yang ditusuk jarum cahaya itu akan bergerak seperti sediakala.
--------------------------------
Dear Reader
__ADS_1
Terima kasih sudah bersama author sampai bab ini. Berikan dukungan kalian dengan hanya like itu sudah cukup untuk author syukur kalau vote, komen dan berikan ranting😊.
Jika ada saran dan kritik author menerima dengan senang hati. Salam sayang dan cinta yang banyak dari author untuk kalian semua😘.