Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 86. Suami Tangguh


__ADS_3

Beberapa waktu berlalu suasana hati Elsa membaik dengan sendirinya. Saat terakhir kali Ia mengunjungi makamnya itu membuatnya semakin merasa bersyukur akan kesempatan kedua yang diberikan Tuhan padannya. Ia bertekad untuk menjadi seorang yang akan membantu lebih banyak orang lagi.


Ia memutuskan untuk bekerja lebih keras lagi karena saat ini rumah sakit membutuhkan bantuannya. Profesor Edward, dokter Reinaldo dan juga dokter Anna semua dokter bedah hebat itu sudah meninggalkan tempat itu hingga siapa lagi yang harus bekerja bukan dirinya.


Mobil mewah Elardo melesat membelah jalanan padat pagi itu. Setelah perdebatan sengit semalam, pria itu akhirnya mengalah dengan keinginan sang istri.


"Sayang kau tidak ingin sekali saja untuk berlibur?" rengek Elardo lagi. Ya tiba-tiba saja pria yang sejak tadi pagi cuek itu merengek seperti anak kecil yang meminta sesuatu. Sebenarnya Ia belum sepenuhnya terima namun karena tidak ingin terus-menerus berdebat Ia lebih memilih mengalah.


"Tidak!" tegas Elsa. Ia mengalihkan pandangannya yang tadi lurus ke depan beralih ke jendela.


"Ok, ok jangan marah lagi," bujuk Elardo. Ia yang melihat raut kemarahan sang istri langsung menyudahinya. "Seperti dulu, lakukan apapun keinginanmu dan aku akan membereskan masalahmu." Sekejap saja pria yang tadi merengek kekanak-kanakan itu berubah 180 derajat menjadi pria super dewasa yang tangguh menghadapi semua masalah.


Elsa pun tersenyum mendengar ucapan sang suami. Setelah diingat-ingat lagi memang semua kebahagiaan yang didapatnya saat ini berkat pria hebat disampingnya itu.

__ADS_1


Melihat senyum mempesona sang istri jantung Elardo berdetak kencang sepertinya setiap hari Ia semakin cinta dan rela melakukan apapun demi nya. Tidak cukup membuat jantungnya berdetak kencang, sang istri yang tiba-tiba mengecup juga bergelayut manja di bahunya berhasil membuat nafasnya sengal tak beraturan. Keringat sebiji jagung nampak menghias wajah tampannya.


"Sayang kenapa tiba-tiba berkeringat seperti ini, kau sakit." Elsa mengelap keringat itu dengan tangannya. Tidak lupa Ia memeriksa dahi sang suami. "Sepertinya tidak demam," ucap Elsa.


Tiba-tiba tangan Elsa ditarik menuju dada. "Disini yang sakit," ucap Elardo. Di detik selanjutnya Ia menarik tubuh sang istri masuk ke dalam dekapannya.


"Kau tahu semakin hari aku semakin jatuh cinta padamu, aku takut sangat takut ka tidak bahagia dan meninggalkan aku. Katakan itu jika kau tidak suka tapi jangan pernah meninggalkan aku," sambung Elardo.


"Aku hanya tidak ingin terluka untuk kedua kalinya. Aku seperti ini untuk melindungi diriku. Aku benar-benar tidak ingin menjadi Elsa yang dulu yang mencintai seorang pria seperti orang gila dan akhirnya cinta itu menghancurkan diriku sendiri," gumam Elsa dalam hati. Semua sikapnya itu yang terlihat cuek dan bahkan tidak ingin bergantung adalah caranya untuk melindungi diri.


"Tolong selamatkan suami saya, saya mohon," ucap wanita itu sesegukan.


"Ada apa ini?" tanya Elsa berusaha menengahi.

__ADS_1


Perawat itu menjelaskan pada Elsa jika saat ini dokter bedah di rumah sakit ini sedang cuti.


"Aku akan melakukannya," ucap Elsa tanpa berpikir panjang. "Cepat persiapkan ruang operasi!" perintah Elsa.


Perawat itu tidak menggubris karena bagaimana bisa mahasiswa yang juga merupakan dokter magang itu melakukannya.


"Cepat, apa kau ingin pasien kehilangan nyawa!" teriak Elsa. Lagi-lagi tidak digubris.


"Cepat lakukan perintahnya atau kau sudah bosan bekerja!" ucap seseorang yang berdiri tepat dibelakang Elsa.


 Sontak membuat Elsa membalikkan badan. Senyum tipis itu langsung menyambut membuat Elsa ikut tersenyum.


"Pergilah," ucap pria itu lagi.

__ADS_1


Mendapat dukungan yang besar dari sang suami yang juga pemilik rumah sakit itu seolah jalan Elsa untuk membantu lebih banyak orang terbuka lebar. Tidak ada lagi yang perlu dirisaukan nya karena saat ini apapun rintangannya sang suami siap untuk menyingkirkan.


__ADS_2