Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 80. Perpisahan Dengan Sistem


__ADS_3

Lewat tengah malam Elsa terbangun. Terlihat Elardo tidur nyenyak disampingnya. Ya setelah pergulatan panas tadi pria itu tertidur kelelahan.


Elsa melangkah keluar dari kamarnya menuju balkon. Ia berdiri menatap gelapnya malam yang dihiasi lampu lampu kota itu.


"Sistem on," ucap Elsa.


Ya sebenarnya Ia terbangun untuk berbicara dengan sistem di tubuhnya karena hanya tengah malam lah kesempatan yang Ia punya. Di kediaman Cashel begitu banyak orang yang tinggal membuatnya tidak leluasa juga keberadaan Elardo yang sudah pasti menganggapnya aneh jika berbicara sendiri walaupun sebenarnya prianya itu sudah mengetahui.


[Selamat datang di sistem kebaikan anda Nyonya Elisa. Selamat untuk pernikahan juga akhirnya anda sudah menemukan keluarga anda Nyonya]


"Itu. Itu semua berkatmu sistem jika tidak entah siapa aku. Tanpamu aku sudah mengakhiri hidupku." Elsa masih ingat jelas bagaimana hidupnya kembali di tubuh berbeda juga kehidupannya yang miskin.


"Aku yang sekarang berkatmu. Elsa yang lebih baik hidup yang bahagia, suami yang baik juga putri yang cerdas sungguh semua adalah berkah dari Tuhan," imbuh Elsa.


[Saya turut berbahagia Nyonya. Sepertinya kebersamaan kita harus berakhir karena anda sudah berubah menjadi wanita yang berhati baik, bahagia dengan status yang jelas. Selamat Nyonya]


"Berakhir, apa maksudmu? Bukannya selamanya kau akan mendampingiku?" Elsa mendadak dramatis dengan kata-kata perpisahan dari sistem. Selama ini sistem sudah seperti bagian dari dirinya lalu bagaimana jadinya hidupnya tanpa sistem.

__ADS_1


[Anda sudah tidak membutuhkan saya lagi Nyonya, pria yang baik akan menjaga anda. Selamat tinggal Nyonya]


"Tidak jangan pergi, jangan!"


.


"Tidak jangan pergi, jangan pergi!" pekik Elsa dengan tangan meraih sementara matanya masih terpejam.


"Sayang bangun, bangun." Elardo mengusap lembut pipi istrinya itu berusaha membangunkan Elsa yang tadi sempat Tidka sadarkan diri. Elardo terkejut saat teriakan juga suara keras tiba-tiba terdengar dari balkon kamarnya. Saat Ia menyadari jika Elsa tidak berada disampingnya spontan Ia melompat dari ranjang untuk memeriksanya. Dan benar saja terlihat Elsa tergeletak tidak sadarkan diri di lantai.


Elsa terdiam sesaat mengingat hal yang terjadi. Saat Ia mengingat jika sistem dalam kepalanya mengucap kata-kata perpisahan.


***


Keesokan paginya.


Sebelum berangkat kuliah Elsa menyempatkan diri untuk mengunjungi Mom Agatha di kamar. Beberapa kali terdengar mom Agatha tertawa lebar dari luar pintu kamar itu membuat Elsa penasaran.

__ADS_1


Elsa mengetuk pintu lalu masuk.


"Kiara ternyata kau yang membuat Oma tertawa." Elsa melangkah masuk lalu menaruh nampan berisi sarapan ke atas nakas.


"Ibu jangan katakan pada Ayah jika Kia disini," bujuk Kiara. Ia mempertontonkan ekspresi memelasnya pada sang Ibu.


"Kia kau tidak boleh melakukannya, ayah memberimu Mentor yang bagus Guru yang terbaik semua demi kebaikanmu, bagaimana bisa kau melewatkan waktu belajarmu!" tegas Elsa tidak ingin berkompromi.


"Ayolah Bu, sekali ini saja." Kiara memohon. Sementara itu Agatha hanya tersenyum melihat drama ibu dan anak itu. Apa yang dilakukan Kiara persis seperti yang dilakukan Elsa saat kecil. Tanpa terasa buliran bening menitik dari pelupuk mata Agatha. Belum juga kedua putrinya berjumpa namun takdir berkata lain. Pada saatnya Agatha aka menceritakan semuanya walau bagaimanapun Elma berhak mengetahui nya.


"Mom kau kenapa?" Elsa yang menyadari mom Agatha menyeka air mata mempertanyakan.


"Mommy bahagia karena akhirnya Mommy bisa bersamamu juga cucu Mom yang cantik ini." Agatha tersenyum di antara air matanya. Ia mengelus pipi Elsa juga Kiara.


"Kau bohong mom, entah kesedihan apa yang sengaja mom sembunyikan," gumam Elsa.


Di detik selanjutnya fokus Elsa tertuju pada Kiara. Ya di luar ruangan itu seorang pelayan tengah mencari keberadaan Kiara. Tatapan tajam Elsa membuat Kiara memahami apa yang diinginkan ibunya itu.

__ADS_1


"Ok, ok Kiara akan keluar." Kiara bangkit dari ranjang itu. Sebelumnya Ia mencium pipi sang Ibu untuk meredam kemarahannya. Elsa pun akhirnya tersenyum dengan tingkah putrinya itu yang selalu saja bisa membuatnya tidak berdaya.


Ya memang benar yang sistem katakan jika saat ini hidupnya sudah terlalu sempurna hingga tidak membutuhkannya lagi. Mom Agatha, Kiara juga suaminya secara tidak langsung membuatnya lupa akan perpisahan itu.


__ADS_2