Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 90. Dibalik Sosok Pemberani


__ADS_3

Setelah berganti piyama tidur Elsa bersiap tidur sementara sang suami masih berada di dalam kamar mandi. Ya setelah drama memohon Elardo akhirnya Ia mengizinkan untuk tidur di apartemennya.


Banyak pertanyaan yang sebenarnya mengganjal di hati Elardo. Entah apa yang terjadi pada istrinya itu hingga menolak pria sepertinya yang bahkan menjadi dambaan setiap wanita. Ia bahkan harus meminta izin untuk menginap walaupun statusnya adalah suami sah. Istrinya itu bahkan tidak ingin hubungannya di ketahui khalayak ramai. Sebelumnya sang istri beralasan untuk mengetahui jati diri sang pemilik raga yaitu Elisa namun setelah mengetahui masih tetap tidak ingin mengumumkan pernikahan mereka.


"Kenapa nasibku seperti ini!" gerutu Elardo. Ia menatap pantulan wajahnya di cermin. Sungguh wajah tampan ini tidak bisa menggetarkan sang istri. Nasibnya tidak lebih seperti pria simpanan, hanya untuk tinggal harus memohon itu pun hanya satu malam mengizinkan besok harus sudah pergi.


"Aku harus membuat malam ini berbeda," pikir Elardo dalam hati.


Setelah membersihkan diri Ia keluar dari kamar mandi. Hanya handuk yang melilit dibawah pusar yang menutupi tubuh bagian bawahnya. Ia kemudian melempar handuk itu ke sembarang tempat lalu ikut masuk ke dalam selimut.


"Apa yang kau lakukan!" geram Elsa mendorong tubuh sang suami menjauh.


"Apa itu tadi?" Elsa yang tidak sengaja memegang sesuatu yang keras mempertanyakannya.


"Kau baru saja memegangnya." Elardo membuka selimut yang menutupi tubuhnya sembari menunjuk atas jawaban pertanyaan sang istri.


"Kau gila, pakai bajumu sekarang!" bentak Elsa dengan tatapan tajam penuh amarah.


"Sayang kita ini pengantin baru dan bahkan setelah malam itu kita belum melakukannya lagi," protes Elardo dengan ekspresi memelasnya.


"Jika tujuanmu hanya untuk itu sebaiknya cepat pergi. Aku tidak...."


"Tidak apa cepat katakan!" desak Elardo dengan penjelasan sang istri yang tiba-tiba terdiam dan tidak melanjutkan.

__ADS_1


"Pokoknya aku tidak ingin melakukannya sekarang!" tegas Elsa. Terlihat raut wajah kesal kemudian langsung memunggungi Elardo.


"Baiklah jika itu maumu." Elardo turun dari ranjang lesu kemudian melangkah menuju lemari untuk mencari pakaiannya yang sengaja Ia tinggal.


Setelah memakai pakaian Elardo kembali membaringkan tubuhnya ke ranjang sementara Elsa masih memunggunginya seperti tadi. Sebenarnya ada perasaan marah di hati Elardo karena sebagai suami Ia seperti tidak memiliki hak namun Ia sendiri tidak ingin memaksakan kehendaknya walaupun sangat ingin. Ia menarik napas dalam-dalam menghembuskan perlahan berusaha meredam kemarahannya karena tidak ingin malam ini berakhir buruk. Suami istri tidak hanya berhubungan intim untuk membuat malam mereka menjadi indah namun bercerita saling mengisi juga tidak kalah indah.


"Kau masih ingat kejadian itu, bagaimana anak perempuan sepertimu berani dengan anjing-anjing liar itu?" Ingat Elardo.


Kembali ingatan keduanya kembali ke 15 tahun silam. Dimana saat itu Elsa menyelamatkannya dari kejaran orang-orang yang ingin menangkapnya. Elsa membawanya ke sarang anjing-anjing liar berkumpul dan jelas saja orang-orang yang mengejar Elardo itu mencari ke tempat lain karena tidak mungkin bersembunyi disana.


Setelah orang-orang jahat itu pergi tiba-tiba beberapa anjing menggigit kaki Elardo. Melihat itu Elsa langsung melempar sesuatu untuk menyelamatkan Elardo membuat anjing-anjing itu melepas gigitannya pada kaki Elardo.


Elsa masih diam membuat Elardo berpikir jika istrinya itu sudah tidur karena tidak ada respon. Ia kemudian memejamkan matanya namun tiba-tiba suara Elsa membuatnya kembali membuka mata.


Penjelasan Elsa sontak membuat Elardo terperangah. Bagaimana mungkin anak perempuan datang ke tempat kumuh seperti itu hanya untuk memberi makan anjing liar. Bagaimana jika ada orang jahat? Pertanyaan itu memenuhi kepalanya.


"Kau baik sekali tapi tidak seharusnya seorang wanita pergi ke tempat seperti itu. Tapi ya harus aku akui karena anjing-anjing itu membuatku selamat dan tentu saja kau juga."


"Kau jangan pernah berpikir wanita itu lemah hingga sesuka hati pria menyakiti. Sepuluh pria pun aku sanggup mematahkan lehernya!" geram Elsa dengan ucapan Elardo sebelumnya yang menganggap wanita sepertinya lemah.


"Tidak, bukan begitu maksudku. Jangan salah paham."


Melihat ekspresi Elsa yang berubah kesal menandakan jika sedikitpun istrinya itu tidak mau dianggap lemah. Ya itu lah selama ini sisi Elsa yang membuatnya kagum namun juga kewalahan. Wanita jika terlalu mandiri membuat seorang pria tidak berharga itu lah yang kini dialaminya. Semua karena Reinaldo yang pernah menyakiti hatinya dan meninggalkannya membuat Elsa bahkan cuek dengan setiap Pria. Semenjak memutuskan hubungan dengan Reinaldo Elsa diketahui tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun bahkan menutup hubungan dengan pria manapun hingga akhirnya meninggal.

__ADS_1


"Kau boleh membuka hatimu padaku karena aku tidak akan pernah mengecewakanmu," sambung Elardo setelah beberapa lama saling diam.


Elsa masih diam tidak merespon.


"Jika kau masih tidak percaya, aku tidak akan lelah membuktikannya padamu."


Lagi-lagi tidak ada respon. Keduanya saling diam hingga tenggelam dalam mimpi masing-masing.


.....


Elardo terbangun mendengar sesuatu seperti isakan tangis seseorang. Walaupun sangat pelan namun Ia masih bisa mendengar. Tangannya meraba sisi sampingnya dimana Elsa tidur dan ternyata tempat itu kosong.


"Jangan-jangan." Elardo melompat dari ranjang dengan apa yang memenuhi pikirannya karena mungkin saja itu suara istrinya yang mungkin saja jatuh. Langkahnya tertuju ke kamar mandi yang ternyata kosong. Ia kemudian menyisir ke seluruh kamarnya dan saat melihat pintu kamar menuju balkon terbuka Ia langsung mengarah kesana.


Ia yang tadinya bersemangat tiba-tiba menghentikan langkahnya saat melihat sang istri duduk meringkuk disudut balkon dengan kepala menunduk ke lutut yang ditekuk. Isakan tangis itu begitu pelan karena ditutupi dengan tangan menandakan jika tidak ingin seseorang mendengar tangisannya itu.


"Sayang kau begitu sedih tapi tidak sedikitpun menceritakan semua padaku. Sebenernya seberapa dalam kau tidak mempercayai seseorang bahkan suamimu sendiri," gumam Elardo.


Ya selama ini istrinya itu bahkan terlihat begitu tegar hingga tidak mengeluh namun kenyataannya Ia sangat rapuh dikesendiriannya. Ya, mungkin ini caranya agar terlihat baik-baik saja di depan orang. Ia tidak ingin membuat Elsa tidak nyaman dengan kehadirannya hingga memilih untuk tidak muncul.


Cukup lama Elsa menyendiri di balkon ditemani kegelapan malam itu hingga akhirnya kembali ke ranjang. Dengan perlahan Ia berbaring agar tidak membangunkan Elardo. Sang suami tiba-tiba mendekap tubuhnya dengan erat.


"Cepat tidur," ucap sang suami.

__ADS_1


Elsa langsung menengok wajah sang suami yang ternyata masih memejamkan mata membuatnya lega. Tadinya Ia sempat berpikir jika mungkin suaminya itu melihatnya di balkon tapi setelah tahu bahkan masih memejamkan mata menandakan jika kemungkinan hanya mengigau.


__ADS_2