Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 6. Belajar Bersyukur


__ADS_3

Elsa begitu bahagia walaupun uang yang di dapatnya tidak lebih banyak dari uang yang dulu Ia dapatkan saat menjadi artis. Saat Ia menjalani profesi sebagai model juga artis bahkan ratusan juta bisa Ia dapatkan sekali kerja. Namun entah mengapa harta yang melimpah membuatnya tidak pernah merasa cukup hingga tidak pernah mensyukuri kehidupannya. Ia juga hidup sesuai keinginan publik yang menuntutnya selalu serba sempurna dalam segala hal. Diet ketat, Penampilan menarik juga pakaian-pakaian bermerk dengan harga jutaan bahkan menjadi hal mutlak untuknya.


Kini hidupnya 360 derajat berubah kebalikan dari masa lalunya. Ia harus bertahan hidup di tengah keterbatasan membuatnya bersyukur. Hidup seperti ini Ia banyak belajar mensyukuri kehidupan yang Tuhan alam semesta ini berikan.


Dengan sedikit uang itu Elsa berpikir untuk memperbaiki atap rumahnya yang bocor.


"Sistem buka!" perintah Elsa.


{Selamat datang di sistem kebaikan, Nyonya Elisa}


"Aku ingin menarik uang," ucap Elsa.


Seperti beberapa waktu lalu Elsa berencana untuk menarik uang lewat sistem secara langsung.


{Penarikan bisa langsung dilakukan melalui bank Nyonya}


Sistem mengeluarkan Buku rekening beserta kartu ATM.


Segera Elsa mengambil buku itu dan membacanya seksama nama yang tertulis di buku bank itu Elisa Putri Saldo Rp 2. 100. 000 rupiah sesuai dengan saldo yang tertera di deskripsi panel sistemnya.


"Apa uang ini legal karena bahkan buku ini dikeluarkan oleh sistem sepertimu yang tidak terikat secara langsung dengan Bank itu?" Elsa menguraikan ke kekhawatirannya. Bagaimana tidak jika semua terjadi begitu saja. Sebenarnya Ia juga masih meragukan apa yang dialaminya ini nyata atau hanya khayalan saja.


{Uang yang anda dapat uang legal Nyonya, jadi anda tidak perlu memikirkan uang itu. Anda hanya perlu fokus melaksanakan misi-misi kebaikan anda selanjutnya karena bonus yang anda akan dapat akan semakin berlipat}


Elsa menghembuskan nafas lega mendengar penjelasan dari sistem itu.


Sebelum pergi ke anjungan tunai mandiri, Elsa memeriksa berapa banyak atap yang diperlukan nya untuk menggantinya atapnya yang bocor dimana-mana.


"1, 2 . . . . . . 10, aku butuh 10 lembar. Beberapa kira-kira harganya. Sebaiknya kita cek dulu di toko material," ucap Elsa.


"Ibu apa yang ibu lakukan ke toko material untuk apa?" Kiara merasa aneh dengan keinginan ibunya yang sepertinya ingin membeli bahan bangunan karena setahu Kiara mereka tidak memiliki uang.


"Tentu saja kita akan mengganti atap rumah kita dengan yang baru supaya saat hujan rumah kita tidak bocor, aku sudah mengumpulkan sedikit uang dan sepertinya akan cukup." Elsa menarik tangan Kiara menghentikan angkot untuk mengantar mereka ke kota. Ya desa mereka cukup terpencil hingga membuat mereka harus pergi ke kota untuk membeli Asbes dan juga menarik uang.

__ADS_1


Setelah 20 menit Elsa dan Kiara turun dari angkot tepat di depan toko material yang cukup besar. Keduanya melangkah memasuki toko itu namun seketika pandangan sinis menyambut mereka.


Penampilan Elsa dan Kiara yang begitu kumuh membuat orang-orang itu menganggap mereka pengemis yang ingin meminta-minta.


"Bu sebaiknya Ibu dan anak ibu pergi sebelum satpam melempar kalian keluar, disini tidak memberikan sumbangan pada pengemis!" Hadang seorang wanita yang berpakaian seragam yang sepertinya pekerja di tempat itu dengan tatapan menghina.


"Jangan bersikap tidak sopan karena kami bukan pengemis!" balas Elsa dengan berteriak.


Mendengar itu wanita muda itu tersenyum terbahak-bahak karena baru kali ini Ia melihat pengemis begitu sombong.


"Lempar pengemis ini keluar Pak!" perintah wanita itu setelah cukup puas tertawa. Tangan Elsa dan Kiara di tarik paksa oleh Security dan mendorongnya keluar dengan kasar.


"Jangan berani lagi datang kesini!" ancam Security itu.


Elsa dan Kiara bangkit dari bawah setelah Security itu kembali masuk.


"Kau tidak apa-apa Kiara? Mereka itu keterlaluan!" Menatap Kiara sekilas lalu berpindah menatap kesal ke toko material itu.


Deg


"Dulu aku seperti mereka dan bahkan aku menganggap itu hal biasa tapi sesakit ini menjadi orang terhina," gumam Elsa.


"Ibu ayo kita pulang!" sentak Kiara saat ibunya terdiam beberapa saat menatap toko di depan mereka.


"Ikut aku Kiara." Elsa menarik Kiara menuju anjungan tunai mandiri yang tidak berada jauh dari mereka.


"Ibu apa yang ibu lakukan?" Kiara merasa bingung karena ibunya masuk ke sebuah kamar kaca lalu mengetik alat yang seperti televisi.


Elsa tidak merespon Kiara, melanjutkan aktivitas menarik uang. Puluhan lembar uang keluar dari mesin itu. Elsa menarik uang sebanyak 2 juta hingga menyisakan 200 ribu.


"Ibu uang itu banyak sekali, berapa lama Ibu mengungkapkannya?" Kiara berdecak senang. Pertama kalinya Ia melihat uang begitu banyak. seumur hidupnya.


Keduanya keluar lalu kembali masuk ke toko material itu. Seperti sebelumnya keduanya ditatap dengan tatapan sinis.

__ADS_1


"Sudah diperingatkan untuk tidak kembali." Security itu kembali ingin menarik tangan Elsa namun dengan cepat Elsa menepis Ia berjala menuju wanita yang sejak tadi menatapnya sinis dan menertawakannya dengan bahagia.


Pyaar.


Uang yang dilempar Elsa tepat di wajah wanita yang tadi menghinanya berserakan jatuh ke lantai. Ya, itu balasan pada orang yang selalu meremehkan orang lain hanya karena miskin. Miskin bukan penyakit dan miskin bukan aib yang tidak seharusnya diperlakukan secara tidak adil.


.


.


"Sekali lagi saya mohon maaf Ibu dan adik," ucap karyawan wanita itu dengan menunduk dalam. Sikapnya hampir saja membuatnya kehilangan pekerjaan namun Elsa meminta pemilik toko untuk tidak memperpanjang masalah karena setiap orang memiliki kesalahan seperti dirinya dulu hingga memberinya kesempatan kedua untuk berubah dan memperbaiki.


Setelah dari toko material itu Elsa masih memiliki uang. Fokusnya tertuju pada wanita yang di seberang jalan yang duduk meminta-minta.


"Bu ambillah uang ini pergunakan untuk usaha jangan lagi meminta-minta seperti ini." Elsa memberikan sisa uangnya pada wanita paruh baya itu.


"Terima kasih semoga Tuhan membalas kebaikan Ibu dan anak Ibu." Wanita paruh baya itu tersenyum senang lalu pergi dengan perasaan senang.


Ting


{Sistem mendeteksi misi rahasia berhasil, bonus kekayaan sebesar 5 juta}


Notifikasi terdengar dari kepala Elsa.


Elsa berdecak senang karena Ia masih punya uang untuk membayar tukang untuk mengganti atapnya.


Setelah mengambil uang untuk kedua kalinya Elsa dan Kiara bergegas pulang seperti sebelumnya naik angkot.


Tepat setelah Ia turun dari angkot, mobil berhenti tepat di depan rumahnya mengantar asbes yang tadi dibelinya.


Beberapa tetangga menatapnya curiga karena selama ini untuk makan saja kekurangan bagaimana bisa membeli atap asbes sebanyak itu.


"Eh Elisa nyuri uang dari mana?"cibir tetangga Elsa bernama Susi.

__ADS_1


"Nyuri apa sih Bu, saya ngumpulin uang bukan nyuri!" tegas Elsa tanpa menatap tetangganya itu.


Kiara yang tidak ingin melihat ibunya meladeni orang yang selalu menghina keluarganya memilih menarik tangan ibunya mengajaknya masuk ke rumah.


__ADS_2