
Kreekk
Elsa membuka pintu keluar dari rumahnya. Hal diluar dugaan kini menyambut di depan matanya. Berjejer hadiah memenuhi halaman sampai masuk ke teras.
"Tuan apa ini?" Elsa bertanya pada seorang pria yang sepertinya pernah Ia lihat sebelumnya. "Kau yang bersama tuan ...." Elsa mengingat nama pria yang pernah diselamatkannya namun Ia benar-benar tidak ingat.
"Tuan Elardo. Perkenalkan saya Arga asisten Tuan El," sambung pria itu sambil mengulurkan tangannya.
"Iya Tuan Elardo maksud saya, apa semua ini?" Elsa menjabat tangannya sekilas lalu berpindah menunjuk barisan hadiah yang berjejer itu.
"Ini semua hadiah dari tuan El untuk anda dan putri anda Nyonya," jelas Arga.
"Hadiah untuk apa, aku tidak ...." Belum meneruskan kata-katanya perhatian Elsa terfokus pada pria yang memberinya hadiah itu mendekat setelah turun dari mobil.
"Apa ini kurang?" Elardo menatap mata Elsa yang terlihat tidak puas dengan hadiah pemberiannya.
"Bukan begitu tapi apa semua ini?"
"Ini adalah rasa terima kasihku padamu karena malam itu kau sudah menyelamatkanku dan membawaku ke rumah sakit serta membayar perawatanku. Jika tidak pasti aku sudah mati karena ditempat seperti itu siapa yang akan datang menolongku." Elardo menjelaskan alasannya panjang lebar. Malam itu Elardo melarikan diri dari musuhnya setelah tertembak di bagian lengannya. Ia kehilangan banyak darah serta tidak membawa ponselnya hingga terjebak di rumah kosong itu untungnya seorang wanita berhati malaikat membantunya.
"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya orang lain pun pasti melakukan hal sama. Baiklah aku harus pergi dan bawa pergi hadiah ini juga." Elsa tersenyum sekilas lalu melangkah pergi.
__ADS_1
Melihat sikap berbeda dari wanita itu Elardo merasa tidak senang karena biasanya setiap orang yang dekat dengannya pasti menginginkan uang atau barang-barang mahal darinya namun berbeda wanita ini bahkan sedikit pun tidak mengungkit uang yang telah dipergunakannya untuk membiayai pengobatannya di rumah sakit juga balas budi yang seharusnya dilakukannya untuk menebusnya
"Tuan. Tuan!" sentak Arga karena tuannya sejak tadi terdiam.
"Apa data yang kau berikan padaku itu benar!" bentak Elardo pada Arga dengan tatapan menghujam.
"Benar Tuan data itu 100% benar." Arga hanya menunduk ketakutan karena dipastikan tuannya itu sedang marah besar.
"Wanita itu berbeda sekali, menarik," gumam Elardo. Menatap wanita itu yang semakin menjauh hingga hilang dari pandangannya.
Sementara sesampainya di swalayan Elsa membeli bahan untuk membuat kue. Elsa ingat betul beberapa kali Ia pernah membantu Mommy nya membuat ditambah ketrampilan bakatnya pasti tidak susah membuatnya
"Aku sudah tidak sabar." Elsa berdecak senang karena sekaligus ini akan membuat misi ketiganya berhasil membuat makanan cinta untuk Kiara.
"Entahlah wanita itu tidak mati jelas-jelas aku sudah menabraknya waktu itu," ucap Andini.
"Kau sudah mencelakainya berkali-kali tapi selalu gagal jangan-jangan wanita itu punya kekuatan," sahut wanita disebelahnya.
"Sudah jangan membahas wanita bodoh itu lagi, lain kali aku pasti bisa membuatnya mati. Kita ke sebelah sana." Andini dan seorang wanita itu mendorong troli berpindah tempat.
Sepeninggalan Andini dan seorang wanita itu Elsa terdiam memikirkan sesuatu. Ia mendengar dengan jelas pembicaraan Andini dan temannya tadi. Kematian pemilik tubuh ini sebelumnya direkayasa dan semua itu perbuatan Andini.
__ADS_1
"Ternyata benar dugaanku kematian pemilik tubuh ini tidak wajar, untung saja aku masuk ke tubuhnya jika tidak selamanya kejahatan itu tidak akan terbongkar. Siapa yang peduli lalat mati kalau bukan lalat itu sendiri." Elsa mengepal emosi dengan kebenaran yang baru saja di dengarnya itu.
"Andini akan aku balas semua perbuatanmu hingga kau minta ampun padaku, nyawa harus dibayar nyawa," gumam Elsa.
Elsa segera meninggalkan tempat itu sebelum Andini menyadari keberadaannya. Ia langsung bergegas pulang. Saat menyeberang jalan, tiba-tiba mobil hitam melaju dengan kecepatan tinggi.
"Ahhhh," pekik Elsa.
Tubuhnya jatuh diatas tubuh pria yang membantunya. Sedetik saja pria itu terlambat menarik tubuhnya mungkin tubuh Elsa sudah hancur berkeping-keping mengingat kecepatan mobil itu diambang batas normal.
"Tuan bangun, Tuan!" Elsa mengguncang tubuh pria yang menyelamatkannya itu namun pria itu tidak menyahutnya.
.
.
Elsa menunggu di depan ruang operasi karena kepala pria yang menolong terbentuk ke aspal sehingga mengeluarkan banyak darah.
"Nyonya duduklah, Tuan El pasti baik-baik saja," ucap Arga yang ikut menunggu di depan ruang operasi itu
Ya, pria yang menyelamatkan Elsa adalah Elardo. Entah bagaimana tiba-tiba pria itu bisa berada di tempat yang sama saat kecelakaan itu hampir merenggut nyawa Elsa.
__ADS_1
"Mobil yang hampir menabrak anda kami terus melacak keberadaannya jika ada kabar akan segera memberitahu anda Nyonya," imbuh Arga.
"Wanita itu sungguh keterlaluan baru saja bicara sudah bertindak," gumam Elsa. Ia mengepalkan tangannya dengan tatapan penuh amarah.