
Benny akhirnya menceritakan awal mula kebenciannya terhadap keluarga Cashel. Benny sudah bekerja selama berpuluh tahun di keluarga Cashel. Ia bahkan menganggap keluarga Cashel adalah keluarga sendiri. Di keluarga itu lah Ia menemukan kehangatan setelah istrinya meninggal juga putrinya yang berumur 3 tahun menghilang.
Sebuah insiden membuatnya tuan Cashel berhadapan dengan hukum dan dengan kejam Ia menjatuhkan tuduhan itu kepadanya membuatnya harus berakhir dipenjara seumur hidup. Untungnya Ia berhasil melarikan diri dibantu putrinya yang akhirnya bertemu setelah puluhan tahun menghilang.
"Ayah." Seorang wanita mendekat yang tidak lain Elma.
"Kenapa kau datang Nak?" Benny melihat putrinya itu sekilas lalu kembali fokus ke Elardo masih dengan tangannya yang menodongkan senjata api.
"Bagaimana aku bisa melewatkan saat-saat terakhir keluarga bejat ini musnah." Elma menatap Elardo dengan tatapan menyeringai. Akhirnya setelah perjuangannya selama berbulan-bulan hari ini akan mengakhirinya dengan kemenangan.
"Elma kau ternyata sudah menemukan orang tua kandungmu tapi sungguh miris kau bahkan membuang orang yang sudah berjasa membesarkan mu. Kau seperti kacang yang lupa kulitnya." Elardo meluapkan kekecewaan karena Ia sama sekali tidak menyangka Elma melakukan semua bukan karena Elsa melainkan untuk ayahnya yang ternyata Paman Ben. Sesaat Elardo berpikir jika Elma mengetahui jika Elsa telah bereinkarnasi menjadi Elisa namun ternyata dugaannya salah.
"Diam kau bajingan." Elma hendak menampar wajah Elardo namun dengan cepat ditahan Elardo.
"Jauhkan tangan kotormu itu!" Elardo menghempas tangan Elma.
"Kau!" Elma yang semakin geram hendak kembali melayangkan tangannya namun dengan cepat ditahan Benny.
"Kau tidak perlu memakai tenagamu. Dengan satu tembakan saja akan membuatnya berakhir," ucap Benny.
Sebenarnya sudah sejak lama, Elardo yang merasa kematian Elsa tidak wajar membuatnya menyelidiki kasus itu lebih lanjut. Dan benar dugaannya saat Elsa mengambil scene adegan, orang suruhan Elma memotong kabel rem mengakibatkan kecelakaan mobil yang cukup fatal. Mobil yang ditumpangi Elsa masuk ke jurang membuat semua penumpangnya tidak selamat termasuk Elsa.
"Sekarang aku sudah tahu kau seperti ini seperti siapa, kau seperti anjing yang menggigit pemiliknya. Kau dalang dari kematian Elsa. " Elardo melirik ke arah Benny sekilas lalu berpindah menatap geram Elma.
__ADS_1
"Kau benar dan akhirnya aku mendapatkan yang aku mau." Elma tersenyum penuh kemenangan baginya tidak ada ya perlu ditutupi karena memang sejak awal tujuannya untuk menguasai aset dan harta keluarga Hoover.
"Jadi Paman yang bertanggung jawab semua penyerangan-penyerangan yang terjadi padaku beberapa bulan lalu juga pada wanitaku?"
"Benar, aku yang melakukannya karena sebelum kau mati aku tidak akan berhenti," tegas Benny.
Dendam yang sudah membara di hati Benny tidak akan padam begitu saja sebelum keinginannya terwujud.
"Jika Paman menginginkan nyawaku silahkan tapi perlu Paman tahu bukan dad yang melakukannya tapi musuh daddy. Daddy bahkan melakukan banyak hal untuk membuat Paman keluar namun belum sampai berhasil dad dan mom kecelakaan mobil." Elardo mencoba menjelaskan kenyataan sebenarnya namun bukannya mengerti Benny semakin marah.
"Kau berusaha membohongiku, hahaha. Maaf tuan muda aku bukan orang bodoh. Saatnya mengakhiri semua selamat tinggal, selamat bertemu orang tuamu di neraka." Benny bersiap menarik pelatuk.
Sreekkk ... Sreeekk.
"Ada apa ini kenapa tubuh Elma jadi berat Ayah?" panik Elma yang berusaha keras menggerakkan tubuhnya tapi tidak berhasil.
"Ayah juga tidak bisa bergerak." Tak kalah dari Elma, Benny juga merasakan hal yang sama sampai-sampai senjata api ditangannya terjatuh. Segera Elardo mengamankan lalu kemudian fokus ke arah seseorang yang sudah menyelamatkannya.
"Bagaimana kau tahu ...." Elardo mendekat ke arah Elsa yang berjalan ke arahnya namun Elsa melewatinya begitu saja. Sorot mata penuh kebencian di lemparkan Alsa ke arah Elma. Ia benar-benar tidak percaya adik yang begitu dicintainya tega melenyapkannya dengan cara yang licik.
"Sistem keluarkan panah untukku!" perintah Elsa pada sistemnya.
{Anda tidak boleh menggunakan senjata ini nyonya karena jika anda tidak bisa mengendalikannya akan berakibat fatal}
__ADS_1
Sistem memberikan peringatan. Panah cahaya senjata yang paling berbahaya sekaligus paling bagus yang Elsa miliki baru sekali ini Elsa mempergunakannya. Senjata ini hanya boleh Elsa gunakan saat paling darurat tapi saat ini bahkan lawannya sudah tidak berdaya.
"Cepat keluarkan!" perintah Elsa dengan berteriak keras karena Ia sudah tidak bisa menahan amarahnya yang membara.
Elardo yang merasa Elsa tidak baik-baik saja segera bertindak.
"Tidak sayang jangan lakukan sesuatu yang akan melukai dirimu sendiri, ingat Kiara masih membutuhkanmu dan aku tidak mau kehilanganmu." Entah mengapa Elardo dengan jelas melihat panah yang bersiap Elsa Lesatkan anak panahnya. Panah itu bukan bercahaya melainkan berkobar-kobar. Ya secara tidak langsung senjata yang digunakan pemiliknya memiliki energi si pengguna. Elsa yang berada di puncak kemarahannya seperti api yang membara yang bisa saja ikut membakarnya.
Sesaat bayangan Kiara masuk ke dalam pikiran Elsa. Saat dimana pertemuannya dengan Kiara sampai hari ini banyak hal yang terjadi dalam hidupnya.
Suara yang yang terus saja berbisik di telinga Elsa yang mengatakan jika hidup keduanya untuk penebusan dosa bukan untuk kembali membuat dosa sementara suara lainnya mengatakan jika Elma pantas mendapatkan ganjaran karena nyawa harus di ganti dengan nyawa.
"Apa wanita ini gila Ayah?" Elma yang yang merasa aneh dengan sikap wanita di depannya mempertanyakannya.
Elsa yang semakin geram langsung melesatkan anak panahnya namun di detik selanjutnya Ia mengarahkan kearah lain.
Blaaarrrr!
Tepat anak panah itu menancap terjadi ledakan membuat Elma tercengang karena hampir saja tubuh yang akan hancur berkeping-keping.
"Tangkap mereka!" perintah polisi yang sudah menyerbu dan mengepung tempat itu sejak tadi. Beberapa polisi langsung mengamankan Benny juga Elma juga puluhan anak buahnya yang sudah babak belur karena Elsa.
"Tuan anda baik-baik saja?" Arga melihat sekujur tubuh Elardo dari ujung kaki hingga rambut yang sepertinya tidak terjadi luka apapun. Elardo tidak menjawab, fokusnya tertuju pada Elsa yang tampak duduk lesu. Ia masih tidak percaya kematiannya adalah rencana Elma. Ia masih bisa memaafkan jika Elma menguasai seluruh harta keluarganya namun Ia tidak menyangka Elma berbuat setega itu padanya. Elsa mengingat saat bersama Elma. Saat kecil bahkan keduanya bermain bersama, Ia mencurahkan seluruh kasih sayangnya pada Elma tanpa sisa. Namun kenyataannya yang tersisa saat ini hanya sebuah penyesalan. Elma menukar semua kasih sayangnya dengan kesakitan yang selamanya tidak akan pernah bisa dilupakannya.
__ADS_1