
Setelah cukup tenang juga berkat Elardo suaminya, Elsa akhirnya mau berbicara dengan Galang. Elardo menggandeng tangan wanitanya menuju ke tempat Galang dan Agatha berada.
"Elisa." Galang langsung bangkit dari duduknya ketika melihat kedatangan Elsa begitu juga dengan Agatha.
"Mom duduklah kau belum begitu sehat." Elsa langsung ke arah mom Agatha untuk meminta duduk. Spontan sikap manis Elsa membuat Galang dan Elardo memekarkan senyum.
"Baiklah karena Elisa atau Elma sudah duduk disini sudah saatnya aku menjelaskan semuanya. Sebenarnya...."
"Sebenarnya alasan Mom menyerahkan mu pada Galang untuk menebus kesalahan Mom. Mom sangat mencintai pria ini dan bahkan rela berpisah denganmu untuk menyenangkannya," sergah Agatha memotong ucapan Galang. Sorot kesedihan terpancar dari matanya saat mengutarakan alasan yang mungkin tidak bisa ditoleransi.
"Jadi Mom rela membohongi semua orang demi-"
"Sudah sayang semua sudah terjadi hal paling baik saat ini melupakan semua masa lalu dan memulai lembaran baru," sergah Elardo memotong ucapan Elsa.
"Tapi." Elsa merasa keberatan namun tiba-tiba tubuhnya diangkat Elardo naik ke punggungnya.
"Eh turunkan aku!" Elsa memberontak namun tidak berguna karena Elardo sama sekali tidak memperdulikannya. Sementara Agatha dan Galang hanya tersenyum karena ya mereka tahu bagaimana pengantin baru seharusnya.
Elardo menjatuhkan tubuh Elsa ke ranjang lalu mengunci tubuhnya hingga membuat wanitanya tidak bisa berkutik lagi.
"Semua masalah tentang siapa Elisa sudah jelas jadi apa kau sudah siap melakukan tugasmu sebagai istri Elardo Cashel?" tanya Elardo tanpa basa-basi.
__ADS_1
Elsa tidak bisa berkutik lagi kali ini tidak ada alasan baginya untuk menolak prianya itu. Namun Ia takut jika trauma milik Elisa yang terjadi padanya terakhir kali terulang lagi dan semakin membuat pria itu semakin kecewa.
"Tapi aku." Elsa terlihat tidak nyaman membuat Elardo mengerti sesuatu. Sejak terakhir kali Elsa terlihat ketakutan hingga mengurungkan niatnya.
"Baiklah kita akan melakukannya sampai kau sendiri yang meminta." Elardo menjatuhkan tubuhnya disamping Elsa lalu menarik tubuh Elsa masuk ke dalam pelukannya.
*****
Sekitar pukul delapan pagi Elsa meninggalkan kediaman Cashel menuju universitas tempatnya menimba ilmu. Ya walaupun sudah memiliki sertifikasi sebelumnya saat menjadi Elsa namun Ia tetap bersikeras kembali mengulang semuanya dari awal.
"Berhenti!" pekik Elsa mencoba menghentikan mobil yang mengantarnya. Namun pekiknya itu mendapat tatapan tajam dari sang suami. Bagaimana tidak jika Ia selalu menolak untuk menunjukkan hubungan di depan umum bahkan hanya untuk mengantar ke universitas pun Elsa tidak menginginkannya. Ia memilih berhenti beberapa meter dari universitasnya, selanjutnya Ia akan berjalan kaki.
"Kenapa, kau malu memiliki suami sejelek aku," protes Elardo.
"Tidak, bukan seperti itu kau terlalu sempurna jadi aku tidak ingin menarik perhatian teman-teman kuliahku. Bukankah kita sudah sepakat sebelumnya."
"Baik, keluar lah!" ucap Elardo. Ekspresinya datar dengan rahang mengeras menunjukkan jika suaminya tengah merajuk. Namun Elsa tidak ingin menanggapi lebih karena Ia akan telat jika terus berada disana. Ia segera keluar. Di detik selanjutnya mobil Roll Royce berlalu dengan kecepatan tinggi meninggalkan Elsa yang bahkan masih belum melangkah pergi.
"Dia memang selalu salah paham," monolog Elsa sesaat melihat mobil suaminya semakin tidak terlihat. Ia kemudian berlari sesaat melihat jam ditangannya.
Langkahnya Elsa melambat ketika seorang wanita menghalangi jalannya yang tak lain Anna dan tiga pria bertubuh besar yang berdiri tepat dibelakangnya.
__ADS_1
Elsa tidak ingin meladeni, Ia terus saja melangkah melewati Anna namun tiba-tiba seorang pria mencekal pergelangan tangannya.
"Lepas, lepaskan!" pekik Elsa berusaha meronta. Semakin lama cengkraman pria itu semakin kuat membuat Elsa mengaduh.
Anna memberi isyarat untuk pada ketiga pria yang sudah dibayarnya untuk membawa Elsa masuk mobil.
Elsa menurut saja walaupun sebenarnya Ia bisa menolak. Ini waktu yang tepat untuk menyelesaikan perselisihan di masa lalu Ia juga ingin tahu alasan sahabat baiknya itu bisa mengkhianatinya.
Tiga puluh menit mobil sudah melenggang di jalanan namun mobil itu tidak kunjung berhenti.
"Kenapa mobil ini ke arah sini?" gumam Elsa. Ia sedikit panik karena mobil Anna menuju ke perbukitan dimana mobilnya terjun bebas enam bulan lalu hingga merenggut nyawanya.
Mobil itu akhirnya berhenti tepat dimana hal yang paling ditakutkan Elsa benar-benar terjadi.
"Turun!" bentak Anna sembari menggebrak mobil.
"Tidak, aku tidak mau!" kukuh Elsa berpegang kuat pada jok mobil itu.
"Turun!" Anna yang sudah hilang kesabaran menarik tangan Elsa dengan kuat sangking kuatnya Elsa bahkan hampir jatuh ke jurang jika tidak ditahan Anna. Namun aksinya itu membuat Anna tersenyum lebar karena semakin Elsa ketakutan Ia semakin senang.
Anna kemudian menarik tubuh Elsa karena Ia tidak ingin wanita yang sudah merebut semua yang menjadi miliknya mati dengan mudah. Sebelumnya Ia ingin puas bermain-main sebelum mengakhirinya.
__ADS_1