
Setelah membuka semua kado pemberian Elardo dari pakaian, boneka sampai jepit rambut serta peralatan sekolah membuat Kiara terus mengembangkan senyumnya.
"Ibu, Ibu." Kiara menatap sekeliling mencari keberadaan ibunya karena di dalam tidak menemukan Kiara melangkah menuju teras.
Terlihat Ibunya duduk termenung disana entah apa yang dipikirkannya tapi membuat Kiara merasa bersalah. Ia berpikir Ibunya tidak senang jika menerima pemberian orang lain.
"Ibu maafkan Kiara, Kiara akan mengembalikan semua pemberian Om ganteng." Kiara bersimpuh di kaki Elsa sambil terisak-isak.
Selama ini Ibunya menekankan walaupun hidup miskin namun masih punya harga diri karena itu lah yang akan dibawa sampai mati.
"Ibu jangan sedih lagi ya, kedepannya Kiara akan selalu mendengarkan Ibu," imbuh Kiara.
Melihat Kiara yang begitu sedih Elsa malah tersenyum. Anak sekecil itu bahkan menekan egonya agar tidak membuat Ibunya sedih bukan sebaliknya memaksakan kehendaknya membuat seorang Ibu mau tidak mau harus menerimanya.
"Tidak apa Kiara, Ibu sadar selama ini Ibu tidak bisa memberimu semua itu. Ibu akan mengganti pada om Elardo kau tenang saja." Elsa menarik tangan Kiara bangkit lalu menyeka air matanya.
Elsa merasakan semakin lama perasaan sayang itu muncul dengan sendirinya dan semakin lama Ia semakin menyayangi Kiara.
"Ibu punya sesuatu untukmu." Elsa bangkit menggandeng tangan Kiara masuk ke dalam rumahnya.
"Apa Ibu punya apa?"desak Kiara antusias.
"Tara." Elsa memberikan piring yang berisi sepotong kue.
"Ini kue pertama buatan Ibu, Ibu mau Kiara yang cicipi." Elsa tersenyum menyembunyikan rasa kesalnya pada Elardo karena telah melahap habis kuenya menyisakan satu potong saja.
"Kiara suka apapun yang Ibu buat. Emm... ini enak sekali Bu." Kiara begitu senang menikmati setiap gigitan kelembutan kue buatan Ibunya.
Ting
{Misi ketiga berhasil}
Bunyi notifikasi dari sistem yang hanya di dengar oleh Elsa.
"Wah aku nggak nyangka hanya sepotong kue, asalkan membuat Kiara bahagia." Batin Elsa berdecak senang.
__ADS_1
Ting ... ting.
Ponsel Elsa juga ikut berbunyi. Elsa langsung memeriksanya , pemberitahuan dari bank uang senilai 200 juta masuk ke rekeningnya membuat Elsa kembali mengembangkan senyumnya.
Elsa langsung memeluk Kiara karena terlalu senang.
"Ibu kenapa?" Kiara menatap bingung.
"Ibu bahagia benar-benar bahagia memilikimu Kiara." Mengelus wajah Kiara sekilas lalu setelah itu masuk ke kamarnya.
"Sistem On!"
{Selamat datang di sistem kebaikan, Nyonya Elisa}
"Status!"
_____________________________
STATUS
Umur : 25 Tahun
Level : 4/10
Saldo : Rp 208.100.000
Misi : 3/10
Ketrampilan : 2 (Bakat, Kuat)
Bank : Bank Central Asia No Rek : 0123 - **** - **** - ****
___________________________
Setelah membaca dengan seksama panel deskripsi Elsa merasa sudah cukup kemudian menutupnya.
__ADS_1
Ia merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamarnya. Ia berpikir untuk berkerja atau menjadi wirausaha karena jika sistem terus menerus memberikannya uang akan sangat mencurigakan. Tapi mau kerja apa Elisa bahkan belum lulus SMA saat dinikahkan ini berarti Ia hanya tamatan SMP.
"Hari gini tamatan SMP, mau kerja dimana?" Elsa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
....
"Aku dimana?" Elsa berdiri di rintikan hujan yang sangat deras. Tidak Ada siapapun di tempat itu hanya ada dirinya.
"Kiara, Kiara." Elsa melangkah mencari keberadaan Kiara.
Dor ... dor.
Suara tembakan terdengar dari seberang jalan. Elsa membulatkan pandangannya melihat apa yang terjadi.
"Siapa disana?" Elsa berlari mendekat. Darah bercampur air mengalir dari tubuh pria yang tertelungkup.
"Elisa tolong," ucap pria itu sambil terus merintih.
"Tuan ... tuan!" teriak Elsa.
Kiara terjaga dari tidurnya saat Ibunya berteriak padanya memejamkan mata.
"Ibu bangun Bu." Kiara mengguncang tubuh Ibunya berusaha membangunkan.
Elsa yang terjaga langsung bangkit dari ranjang.
"Ibu mimpi buruk lagi?" Kiara memeluk Ibunya yang tampak linglung.
Mimpi Elsa begitu nyata membuat Elsa berpikir siapa pria yang tertembak itu karena hanya suara yang di dengarnya, Ia belum sempat melihat wajahnya sebelum akhirnya terbangun.
____________________________
Author merevisi cerita dari tempat awal Elsa bangun dan menyadari bangun di tubuh orang lain, merubah usia yang tadinya 30 menjadi 25, jika kalian berkenan bisa baca ulang.
Please dukung author dengan beri ranting bintang 5 pada novel, vote atau tinggalkan jejak di setiap bab dengan like karena memberi like tidak butuh waktu lama, please hargai kerja keras juga pemikiran author karena novel ini murni pemikiran author sendiri 😊🙏
__ADS_1