
"Ini data yang anda minta Tuan. Beberapa aset milik keluarga Hoover sudah di lelang karena hutang yang membengkak. Beberapa bulan lalu Elma Hoover dan suaminya membeli pesawat jet untuk menikmati keliling dunia selama beberapa bulan." Terang Arga.
Elardo hanya bisa menghela nafas setelah memeriksa data dari asistennya itu karena tidak ada yang bisa diselamatkan karena saat ini keluarga Hoover sudah mengalami kebangkrutan hanya satu yang mungkin bisa diselamatkan yaitu perusahaan H.A. Perusahaan yang bergerak di bidang kecantikan. Sebelumnya perusahaan ini di kelola dibawah kendali Elma karena Elsa lebih fokus menjadi selebritas.
"Kau harus dapatkan perusahaan ini jangan sampai jatuh ke tangan orang lain!" titah Elardo.
"Baik Tuan." Arga menunduk lalu melangkah pergi.
Sementara di tempat lain tepatnya di sebuah rumah sakit Elsa perlahan masuk menuju lobby namun tiba-tiba Ia menghentikan langkahnya saat mendengar nama Hoover di sebutkan di salah satu stasiun tivi yang sedang berlangsung.
Beberapa orang pun ikut fokus.
"Mungkin ini balasan untuk mendiang Elsa, keluarganya hancur juga hartanya habis. Pasti Ia menangis di dalam kubur," celoteh seorang wanita yang mungkin membenci sosok Elsa semasa hidup.
__ADS_1
Mendengar hal buruk tentang seketika Elsa naik pitam. Bagaimana mungkin mereka masih membicarakan keburukan orang yang sudah meninggal tanpa ada sedikit pun rasa toleransi.
"Hei apa anda sudah merasa lebih baik dari Elsa Hoover apa kau mengenalnya sangat dekat hingga kau membicarakan keburukannya! Aku beritahu Elsa Tidka sedikit pun menangis dengan semua hal yang terjadi pada keluarganya karena Ia akan menuntut setiap apa yang terjadi!" Gerutu Elsa dengan sorot mata menatap tajam orang-orang itu.
"Siapa wanita gila itu, apa dia masih punya otak?" Seorang wanita yang tidak terima mengumpat Elsa sepeninggalan nya.
"Memang wanita gila," tambah wanita satunya.
Elsa yang masih bisa mendengar ucapan buruk tentangnya hanya mengabaikan karena yang paling penting saat ini adalah menyelematkan beberapa aset yang dilelang.
Beberapa menit kemudian Ia sampai namun tempat itu sudah sepi.
"Mungkinkah aku salah?" Elsa memastikan jika alamat yang dituju benar.
__ADS_1
"Aku tidak salah ini tempatnya." Ia berusaha masuk namun Ia melihat seseorang yang begitu dikenalnya keluar dari gedung itu.
"Tuan kau disini, aku baru saja tahu tapi ...." Elsa tidak meneruskan kata-katanya Ia malah menunduk sedih.
"Aku sudah membeli perusahaan milik keluargamu. Aku tahu ini adalah bisnis pertama yang dirintis mendiang kakekmu jadi ini pasti sangat berarti bagimu." Elardo berusaha memberi penjelasan yang baru saja ia lakukan di dalam tadi.
"Elma, aku tidak menyangka akan berbuat seperti ini pada keluargaku walaupun anak angkat tapi keluargaku memperlakukan dia sama seperti darah daging mereka sendiri bagaimana mungkin. Seandainya aku tidak kehilangan saudara kembar pasti ini semua tidak terjadi."
Elsa kembali mengingat masa lalu dimana Ia dan keluarganya memperlakukan Elma dengan sangat baik tapi setelah Ia meninggal Ia berubah menjadi kejam.
Elsa dan Elma adalah saudara kembar namun sebuah insiden memisahkan mereka. Saat usia si kembar Elsa dan Elma 7 bulan, Agatha mengajak berjalan-jalan di taman dan tidak sengaja meninggalkan beberapa saat untuk pergi ke toilet. Setelah kembali hanya ada Elsa di stroller dan Elma entah dimana keberadaannya. Pencarian pun terus dilakukan namun tidak ada hasil membuat Daddy Elsa akhirnya menyerah namun tidak dengan Agatha Ia terus bersedih dan bahkan depresi.
Akhirnya daddy Elsa Erick Hoover mengadopsi anak yang Ia juga beri nama Elma sebagai pengganti Elma tanpa sepengetahuan keluarganya. Ia mengatakan jika anak ini adalah Elma yang sudah Ia temukan. Elsa juga baru mengetahui setahun sebelum Ia meninggal namun tidak dengan Agatha yang memang sengaja terus merahasiakan darinya.
__ADS_1
"Dimana mommy dan daddy sekarang?" sentak Elsa setelah cukup lama terdiam dengan lamunannya.